PERSEPSI YANG SALAH TERHADAP AKTIVISME “PELAYANAN” DALAM GAMBAR BESAR RANCANGAN KESELAMATAN MENURUT KEHENDAK BAPA

i never know you“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (MATIUS 7: 21-23)

-Matius 7: 21-23 adalah sabuk pengaman bagi pelayaanan kharismatik-

Mereka menyangka dengan memiliki karunia-karunia kharismatis yang supranatural dan mempraktekkannya di tengah –tengah umat dan umat sepertinya tertolong dengan nubuat dan kotbah mereka, dilepaskan dari ikatan setan-setan, disembuhkan dari penyakit,mengalami mujizat-mujizat yang diklaim dilakukan dalam nama Tuhan Yesus, mereka akan diterima masuk ke dalam Kerajaan Sorga oleh Tuhan Yesus. Alih-alih masuk sorga tapi justru mereka ditolak dan tidak dikenal oleh Tuhan Yesus bahkan dikatakan mereka tidak melakukan kehendak Bapa, lebih buruk lagi, mereka sudah ditolak dikatakan lagi oleh Tuhan Yesus bahwa mereka adalah pembuat kejahatan. Ini seperti pepatah yang mengatakan sudah jatuh tertimpa tangga.

Pada hari terakhir itu Tuhan Yesus berterus terang bahwa Dia tidak kenal mereka tapi sebaliknya Tuhan Yesus justru tahu apa yang mereka katakan dan lakukan. Itu semua bukanlah melakukan kehendak Bapa. Ini menunjukkan fatalnya kalau seseorang gagal paham akan apakah itu ketatatan untuk melakukan kehendak Bapa atau gagal memahami kehendak Bapa. Walaupun orang itu sangat aktif, kharismatik, sukses dan terkenal dalam pelayanannya dan dikultuskan oleh pengikutnya, namun gagal paham akan apa itu melakukan kehendak Bapa, pintu sorga tetap tertutup untuk dia. Mungkin orang itu sudah dinasehati dan ditegor tapi tetap ngotot sebagai “ hamba yang diurapi dan dipakai Tuhan dengan luarbiasa”, bahkan mengancam dengan berkata ;”jangan mengusik hamba yang diurapi-Nya” ‘Jangan menghujat Roh Kudus”, tanpa disadari sama saja orang itu sedang menipu dirinya sendiri dan juga menipu banyak umat yang mengaguminya.

Mengerti benar akan kehendak Bapa dan taat untuk melakukannya itulah ternyata adalah “syarat” agar mereka atau kita diterima ke dalam kerajaan Sorga. Saya tidak tahu persis mengapa Tuhan Yesus memakai pelayanan-pelayanan kharismatik sebagai ilustrasi dalam nubuatan ini, bukan pelyayanan-pelayanan charity atau yang lainnya. Namun pesan pentingnya adalah jangan sampai kita tertipu dan menipu diri sendiri seperti mereka itu yang telah tertipu dan menipu diri mereka sendiri bahwa kesuksesan pelayanan kharismatis yang mereka mau bangga-banggakan di depan Tuhan Yesus akan memberikan mereka “ tiket VIP” ke sorga. Ternyata tidak dan bukan.

Perlu diketahui juga oleh para pembaca agar tidak salah mengerti yaitu maksud Tuhan Yesus dalam ayat-ayat 21-23 ini, bukanlah melarang gereja melakukan pelayanan kharismatik, melainkan kalau kita lihat dari konteks ayat 15-20 sebelumnya, ayat-ayat 21-23 ini adalah termasuk bagian dari peringatan agar murid-murid waspada terhadap munculnya nabi-nabi palsu yang menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Jadi menurut konteksnya ayat-ayat ini lebih kepada peringatan untuk waspada akan munculnya nabi-nabi palsu dengan dicirikan memiliki ‘buah-buah” aktivitas pelayanan kharismatik dalam nama Tuhan Yesus, tapi tidak dikenal oleh Tuhan Yesus, pembuat kejahatan dan tidak melakukan kehendak Bapa, bukanlah melarang aktivitas pelayanan kharismatik dalam nama Tuhan Yesus di gereja dan oleh gereja.
Atau kalau kita mau menghindari sikap langsung menghakimi aktivitas pelayanan kharismatik yang notabene tidaklah salah mungkin menurut pendapat saya lebih kepada sikap mewaspadai ibaratnya memakai “sabuk pengaman” agar tetap seimbang dan tidak ekstrim akan pelayanan kharismatik yang rawan akan penyesatan yang belum tentu atau bukanlah sesat pada dasarnya.

Pelayanan kharismatik bukanlah tidak boleh karena Yesus tidak pernah secara spesifik melarangnya malah Tuhan Yesus mendukungnya dalam Markus 16: 17 dalam konteks mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Selain rawan akan penyesatan juga memiliki kecenderungan bahaya laten untuk menjadi lingkungan yang subur bagi kemunculan benih-benih nabi-nabi palsu terlebih-lebih di akhir jaman ini seperti yang telah diperingatkan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 24: 23-24:
“Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. “

Perhatikan ! Tuhan Yesus bilang ‘ tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat” adalah buah-buah atau ciri-ciri yang bisa dilihat dari Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu. Kalau di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat adalah autentikasi atau sertifikasi Allah bagi hamba-hamba-Nya namun sebaliknya di akhir jaman menurut Tuhan Yesus tanda-tanda dahsyat dan mujizat-mujizat adalah indikator dari mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu, walaupun di Markus 16: 17 Tuhan Yesus mengatakan tanda-tanda heran dan supranatural akan menyertai orang-orang percaya yang diutus untuk memberitakan Injil. Disinilah perlu hikmat dan pembedaan yang cermat antara yang asli dan palsu. Betapa kita gereja di akhir jaman benar-benar membutuhkan kemampuan dan kecerdasan yang cermat dan hati-hati, skeptik yang suci dan sehat, dengan pertolongan Roh Kudus dan Alkitab untuk membedakan dengan cermat antara pelayanan kharismatis yang asli dengan yang palsu. Generalisasi yang ceroboh , arogan dan membabibuta bukanlah sikap yang terbaik tapi lebih baik dari itu adalah skeptikasi yang suci dan sehat dan kasih seperti yang dipesankan rasul Yohanes dalam 1 Yoh 4: 1
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”

APAKAH ITU MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU DI SORGA DALAM MATIUS 7: 21?

Saya tertarik melakukan “googling” polemik penafsiran perkataan Tuhan Yesus, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”, dst. Setelah mencari tahu berbagai macam penafsiran dari Matius 7: 21-23 di Google baik dari penulis lokal maupun luar negeri maka saya bisa simpulkan ada dua cara pendekatan penafsiran yang mencerminkan masing-masing posisi teologis Soteriologi mereka yaitu salvation by works yaitu keselamatan melalui perbuatan baik atau hampir sama dengan lordship salvation yaitu keselamatan ketuhanan dan salvation by faith alone yaitu keselamatan oleh iman saja atau salvation by grace alone yaitu keselamatan oleh anugerah saja. Dua posisi teologis Soteriologi ini mewakili walau tidak mutlak dua kubu besar posisi doktrin teologis Kekrisenan yaitu Calvinis dan Arminian. Apakah jawaban dari apakah itu melakukan kehendak Bapa atau apakah keselamatan bisa dibatalkan atau siapakah mereka yang berseru “Tuhan, Tuhan” pastilah penafsiran mereka berangkat dari salah satu dari dua posisi teologis Soteriologinya masing-masing. Menyadari hal itu saya berusaha untuk mensintesiskan, kalau bisa, dua posisi teologis Soteriologi itu guna pendekatan untuk menafsirkan apakah itu melakukan kehendak Bapa menurut Matius 7 : 21-23.calvin armenian

Beberapa penafsir dari Matius 7: 21-23 melihat adanya kontradiksi atau kemunafikan antara perkataan atau pengakuan akan ketuhanan Yesus Kristus dengan perbuatan-perbuatan mereka seperti pada ayat 21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Memang dalam ayat ini jelas adanya kontras antara phrasa “bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, dengan phrasa “melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga’ sehingga bisa ditafsirkan secara sederhana menjadi orang Kristen tidak hanya ngomong saja sudah percaya Tuhan Yesus tapi juga perlu dibuktikan melalui perbuatan nyata. Model penafsiran ini biasanya dari kubu Armenian, walau tidak mutlak, yang menekankan perlunya ‘melakukan” kehendak Bapa sebagai syarat masuk sorga, memiliki karakter yang baik, kesalehan yang cukup pantas sebagai anak-anak Allah sehingga layak masuk sorga. Kata kuncinya adalah “melakukan” dikontraskan dengn kata “berseru” (Ing. Say). Secara umum model penafsiran seperti ini adalah mereka yang tidak puas atau tidak setuju dengan doktrin keselamatan oleh anugerah atau oleh iman semata-mata, pengakuan ketuhanan Yesus semata-mata tidaklah cukup harus dibuktikan melalui perbuatan-perbuaran baik yang dipahami sebagai melakukan kehendak Bapa.

Selain itu beberapa penafsir melihat dari sudut pandang lain lagi yaitu adanya “bahaya” pelayanan kharismatik pada ayat 22 , “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga yang dihubungkan dengan konteks dekat Matus 7: 15-20, peringatan Tuhan Yesus akan munculnya nabi-nabi palsu dan pesan untuk melihat buah-buahnya sebagai pembedaan, sehingga muncullah penafsiran bahwa mereka ditolak masuk sorga karena melakukan pelayanan kharismatik yang tidak benar dan palsu dan memanfaatkan nama Tuhan untuk kepentingan pribadi..

Ada juga beberapa penafsir berusaha menjelaskan mengapa mereka ditolak masuk sorga, kalau penafsir Calvinis berpendapat karena mereka bukan orang-orang Kristen aslinya, bukan orang-orang pilihan yang telah diselamatkan (predestinasi dan perseverance of the saints), mereka adalah nabi-nabi palsu (ay.15-20) yang tidak dikenal Tuhan sama sekali dari awalnya yakni berdasarkan ayat 23, “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”. Memang kata “mengenal” dari asal kata Yunani ginosko yang dipakai memiliki arti pengenalan melalui pengalaman, pengenalan yang melalui hubungan intim. Jadi doktrin predestinasi dan “perseverance of the saints tetap aman dari gangguan kubu Arminian yang ngotot dengan “free will” dan‘keselamatan bisa batal.

Dan sejumlah penafsir menafsirkan Mat 7 : 21-23 dari sudut pandang terjadinya dikotomi antara memiliki karunia-karunia dan dan minimnya karakter-karakter ilahi atau sekalipun mereka (orang –orang yang berseru-seru Tuhan, Tuhan) memiliki berbagai macam karunia kharismatik dan aktif dalam pelayana gerejawi tetapi tidak adanya buah Roh dalam pelayanan mereka tetap ditolak masuk sorga.

Dari sejumlah penafsiran yang sudah saya amati tersebut masih tetap menyisakan satu pertanyaan yang menggantung apakah sebenarnya maksud Tuhan Yesus dari phrasa, “melakukan kehendak Bapa’, atau lebih spesifik lagi apakah itu “kehendak Bapa”? Pertama sekali menurut saya karena ayat-ayat ini menyangkut soal masuk sorga berarti kita tidak boleh lupa akan tema besarnya yaitu Doktrin Keselamatan yang diajarkan oleh Injil dan surat-surat para rasul. Artinya phrasa melakukan ‘kehendak Bapa” dalam bahasa Yunani ο ποιων το θελημα του πατρος disini berhubungan dengan doktrin keselamatan.

Atau lebih jelasnya yaitu doktrin keselamatan yang bagaimanakah yang sesuai dengan kehendak Bapa ?(Yun. το θελημα του πατρος, Ing. the will of My Father (NKJV), seperti yang diajarkan di dalam Injil dan tradisi pengajaran para rasul?. Pertanyaan yang tepat akan mengarah kepada jawaban yang tepat. Jawaban yang tepat adalah tentunya keselamatan oleh karena anugerah dalam arti percaya sepenuhnya kepada pengorbanan Yesus, kematian Yesus, kebangkitan Yesus dalam rangka menebus dosa manusia adalah jalan keselamatan yang semuanya inisiatif dari kedaulatan Allah, dan dengan menghayati pengorbanan Yesus yang mulia dan mahal itu, membuktikan kita memiliki iman yang hidup, iman yang menyelamatkan dan pastilah mengalirkan perbuatan-perbuatan baik yang memulikan Allah, pengudusan yang progresif sebagai bukti ketaatan kepada kehendak Bapa . Jadi yang menjadi isu adalah orang-orang yang ditolak Yesus itu tidak memiliki akar iman soteriologis yang benar sehingga menghasilkan pelayanan-pelayanan yang antroposentris, pemuliaan diri sendri, teologi keselamatan yang berpusat kepada manusia.

Perhatikan kata-kata kunci dalam ayat-ayat ini yaitu,
— pekerjaan yang dikehendaki Allah—-percaya —– kepada Dia yang telah diutus Allah

28 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”
29 Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” ( Yoh 6 : 28-29)

Dan kata-kata kunci dalam ayat-ayat dibawah ini, yaitu :
kehendak Bapa-Ku —-percaya —– hidup yang kekal
40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, (τουτο δε εστιν το θελημα) yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6: 40)

KESIMPULAN
Menganggap aktivisme pelayanan yang mungkin sangat aktif dan sibuk sebagai harga kelayakan diri yang bisa dibanggakan di hadapan majikan Tuhan Yesus dengan harapan diterima masuk sorga itulah kesalahan persepsi terhadap aktivisme pelayanan agamawi dalam gambar besar rancangan keselamatan menurut kehendak Bapa.

Jadi penafsiran yang lebih tepat adalah adanya kegagalan dari orang-orang yang ditolak itu untuk memahami “Christ centered Soteriology”, atau “In Christ alone salvation”. Oleh karena itu menurut saya maksud dari mereka tidak melakukan kehendak Bapa dalam konteks ayat 21-23 adalah mereka gagal untuk percaya dan mengakui sepenuhnya dengan rendah hati kecukupan dari anugerah keselamatan oleh iman dari pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa mereka yang melayakkan mereka untuk masuk sorga. Mereka menganggap diri mereka adalah “superhero-superhero’ Kerajaan Allah yang bisa melakukannya sendiri, atau Yesus ‘plus” kehebatan mereka, padahal Yesus Kristus lah “SUPERHERO” nya dari penderitaan, penyaliban, kematian, kebangkitan dan kenaikan ke sorga hingga kedatangan-Nya yang kedua kali nanti bahkan sampai selama-lamanya.

Oleh karena itu aktivisme pelayanan agamawi boleh-boleh saja, mengembangkan karunia dan karakter kesalehan juga dianjurkan dan mutlak, menghasilkan buah-buah perbuatan baik juga penting dan harus berjuang dalam penginjilan dan misi apalagi, tapi itu semua harus mengalir awalnya dari iman percaya kepada pengorbanan Tuhan Yesus yang telah melayakkan kita, bukan dalam rangka usaha untuk dilayakkan, atau apalagi untuk diselamatkan.
Dalam gambar besar rancangan keselamatan menurut kehendak Bapa, Yesus Kristus, Anak-Nya adalah “Sang Superhero”nya, bukan kita manusia yang telah jatuh dalam dosa yang hanya bisa menerima anugerah-Nya. Saya jadi teringat konteks dekat dari pasal 7 ini yaitu adalah termasuk bagian dari kotbah Yesus di Bukit dari pasal 5-7 yang mendeklarasikan standar ilahi dari nilai-nilai emas Kerajaan Allah yang salah satunya berbunyi, “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga (Matius 5:3 ).

Sehingga saya mendapatkan pesan penting dari penafsiran saya dari Matius 7 : 21-23 ini adalah apakah kita setelah jadi orang Kristen,dibaptis, lahir baru, bertobat, kemudian masuk sekolah Alkitab, mendapatkan semua gelar yang ada, terlibat aktif dalam pelayanan gerejawi, berkotbah,mengusir setan, mendoakan orang-orang sakit, melakukan mujizat, populer dan terpandang, diundang kemana-mana, rajin doa dan hafal alkitab, menyumbang banyak untuk gereja dan lain-lain, tentunya melakukan itu semua dalam nama Tuhan Yesus, masihkah kita merasa “miskin di hadapan Allah’ dan merasa tidak layak masuk kerajaan Sorga?

In Jesus
Sungailiat, Agustus- 08 – 2016
JS

APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir  banyak orang akan berse…

Sumber: APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Matius 7: 21-23

miracles

Kata mujizat sudah menjadi kata yang biasa diucapkan, dinyanyikan, didoakan bahkan dikotbahkan di kalangan Kristen karismatik pentakosta. Karena begitu gampangnya menyebut kata mujizat akibatnya ibarat makanan “mujizat” sudah seperti nasi yang ada dimakan setiap hari. Seperti lagu rohani ‘Selama ku menyembah-Mu. Ku percaya, ada mujizat setiap hari’. Implikasinya segala sesuatu pengalaman yang mungkin tidak biasa disebut mujizat. Misalnya, seseorang lagi kesulitan keuangan, dan sangat membutuhkan uang, tahu-tahu bertemu dengan teman lamanya itu dan memberikan dia sejumlah uang yang dia butuhkan, ‘MUJIZAT!’.
Ada lagi cerita seseorang yang mau liburan ke Singapore, dan sudah pesan tiket siap berangkat besoknya. Besoknya paginya dia bangun terlambat dan tidak jadi berangkat. Dia begitu kesal dan memarahi istrinya yang tidak membangunkannya. Tahu-tahunya di siang hari ada berita kecelakaan pesawat terbang yang menuju Singapore di tv. Dan dia kaget ternyata pesawat itu yang akan dia naik tadi pagi, dia langsung bilang, “MUJIZAT!”. Ada juga yang bilang, bangun pagi dalam keadaan sehat dan masih bernafas itu juga “MUJIZAT!” Ada lagi yang bilang, bisa makan dua kali sehari saja, itu “MUJIZAT!” Oleh karena itu penting untuk kita bisa membedakan pemeliharaan Allah kepada manusia yang adalah common grace atau anugerah umum yang natural dengan intervensi Allah kepada manusia yang “melawan” hukum alam atau supranatural.
Memang kita bisa bernafas, bekerja, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan jodoh, semua yang berhubungan dengan kebutuhan hidup sehari-hari Tuhan janjikan semuanya itu akan ditambahkan kepada kita, artinya semuanya itu termasuk dalam rangka pemeliharaan Allah kepada ciptaan-Nya dan sifatnya umum atau common grace dan alami, masih ingat kan mandat Allah kepada Adam dan Hawa agar mereka menguasai bumi dan mengelolanya serta bertambah banyak dan beranak cucu.  Mandat Allah kepada manusia itu karena manusia sudah diberi akal budi untuk melanjutkan kehidupan mereka di bumi.
Dibandingkan dikalangan orang-orang gereja Protestan. Lutheran, Reformed atau Baptis atau Katolik secara umum, mungkin (hanya perkiraan saya berdasarkan pengamatan) sepertinya kata mujizat lebih intens dan sering diucapkan di kalangan gereja karismatik pentakosta. Mengapa? Karena di kalangan gereja mainstream tersebut kan umumnya tidak menerima akan ajaran bahwa mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus itu masih berlangsung saat ini di tengah gereja modern.

Continuationist

Paham Cessationist (dari kata cease =berhenti) meyakini semenjak Alkitab sudah dikanonisasikan tidak perlu lagi ada mujizat,tidak perlu lagi ada lagi pewahyuan, “Bible is closed!.”, hanya berlaku sampai kepada para rasul pada masa gereja mula-mula. Kalangan Cessationist percaya semua mujizat yang ada di Alkitab tapi tidak untuk mujizat yang katanya bisa terjadi di gereja modern seperti keyakinan dari kalangan Continuationist (dari kata continue= berlanjut), yang umumnya diyakini oleh aliran karismatik pentakosta, walaupun realitanya ada juga pastor dan jemaat dari kalangan Reformed, Baptist, atau Katolik Kharismatik yang posisinya juga Continuationist . Khusus di kalangan Continuationist baik dari karismatik pentakosta maupun Reformed, Baptist, Katolik Kharismatik, pertanyaan discernment yang penting adalah bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu. .

$T2eC16ZHJGkFFmJb+eneBRb-m!vEGg~~_35

(Perdebatan autentikasi bahasa roh antara yang percaya dengan yang skeptis sudah menjadi isu klasik)

Pertanyaan sulit yang penting yaitu bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu yang diklaim masih terjadi saat ini? Misalnya di acara KKR maupun di tv, seperti Ibadah Pelayanan Mujizat Kesembuhan,Mujizat Keuangan dan sejenisnya. Apa tolak ukurnya? Kesaksian orang-orang yang mengaku telah mengalami mujizat seperti yang saya tonton di acara channel tv Kristen, apakah kesaksian itu jujur atau sudah diatur dan direkayasa?. Rasul Paulus meyakinkan bahwa Allah meneguhkan wibawa kerasulannya dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa (2 Korintus 12: 12). Kredibilitas dari mujizat-mujizat didasarkan oleh saksi dan yang kompetent dan bisa dipercaya dalam hal ini Paulus bermaksud mengatakan bahwa Allah menjadi saksinya dengan memberikan tanda-tanda heran sebagai autentikasi kerasulannya.. Kalau di acara mujizat di tv yang saya tonton yang menjadi saksi yang menguatkan atas kesaksiaan tersebut adalah dokter dan jemaat atau penonton hanya bisa percaya atau skeptis, skeptic dalam arti bukan ragu akan kuasa Tuhan melakukan mujizat tapi skeptic dengan kesaksian orang yang bersaksi yang mempromosikan kehebatan dari pendeta dengan gerejanya.

hinn002
Oleh karena itu tentunya referensi utama yang berwibawa dan competent dan layak dipercaya untuk discernment kesaksian-kesaksian dan pelayanan-pelayanan supranatural pertama-tama adalah Alkitab. Dan juga kita membutuhkan pandangan teolog-teolog yang obyektif, kredibel dan berwibawa dalam bidang teologia sistematika baik dari golongan cessationist maupun continuationist yang bisa sebagai bahan pembandingan dan pembelajaran.
Saya sendiri tidak mempertanyakan keaslian mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang terjadi di Alkitab tapi yang diklaim banyak terjadi di lingkungan pelayanan kharismatik pentakosta saat ini. Bukan dari sudut pandang cessationist tapi posisi teologis saya sebagai orang kharismatik continuationist itu sendiri. Untuk menjawab pertanyaan discernment ini, pertama kita harus mencari tahu apa definisi dari kata mujizat. Supaya kita setidak-tidaknya bisa membatasi kriteria batasan dari mujizat agar tidak melebar kemana-mana dan tersesat.Saya istilahkan sikap ini adalah holy skeptic, keraguan yang kudus.

Diakhir jaman ini seperti yang Yesus peringatan dalam Matius  7 : 15-20 akan muncul nabi-nabi palsu dan dilanjutkan pada ayat 21-23  nabi-nabi palsu itu dicirikan dengan pelayanan mujizat dan kharismatis, maka tidaklah berlebih-lebihan untuk mempertanyakan kredibilitas dan kualitas serta autentikasi dari mujizat yang diklaim dan didengung-dengungkan di kalangan aktivis kharismatik pentakosta itu dari sudut pandang kharismatik pentakosta Continuationist sendiri, artinya bukan dalam rangka mempertanyakan apakah mujizat masih ada tetapi lebih menekankan bagaimana membedakan mujzat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu, atau apakah tujuan yang sebenarnya dari mujizat, seberapa penting mujizat saat ini? bolehkan orang Kristen mencari-cari mujizat dan mengharapkannya? Apa saja contoh-contoh faktual penyimpangan dari pelayanan yang menekankan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus (Supranatural ministry)? Jadi semangatnya adalah untuk mencerahkan iman bukan untuk melemahkan iman. Ingat pesan firman Tuhan. ujilah segala sesuatu, apakah sesuai dengan firman Tuhan ,ambil yang baik yang buruk tanggalkan. Ujilah-segala-sesuatu-770x330

Berikut ini sejumlah definisi kata mujizat yang saya ambil dari sejumlah referensi.

Dr. Wayne Grudem (Teolog Continuationist Teologi Sistematika):

A miracle is a less common kind of God’s activity in which he arouses people’s awe and wonde and bears witness to himself.
( Terjemahan bebasnya: Sebuah mujizat adalah sebuah tindakan istimewa yang dilakukan Allah yang membuat orang takjub dan heran dengan tujuan untuk memberikan kesaksian tentang diri Allah)
Definisi ini menurut Grudem, lebih baik, karena untuk bisa membedakan mujizat dengan pemeliharaan Allah yang sifatnya umum.

John Mac Arthur ( Pastor Gembala Teolog Cessationist ):
Mujizat adalah peristiwa supranatural yang melawan hukum alam yang tidak bisa dijelaskan secara manusiawi.
418nz3Oh8bL._AC_UL320_SR214,320_arthur

Catatan penting tentang John Mac Arthur seorang pendeta baptis cessationist mengatakan dalam kotbahnya tentang posisinya teologisnya terhadap mujizat yaitu dia percaya semua mujizat yang terjadi di Alkitab, dia percaya Allah masih bisa melakukan mujizat saat ini, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah kata beliau, namun yang dia tentang adalah keyakinan adanya pemberdayaan Allah kepada gereja saat ini khususnya kalangan karismatik pentakosta untuk melakukan mujizat dan pelayanan karunia-karunia Roh Kudus. Dia mengutip Matius 7: 15-20 dan 21-23 untuk menyerang aliran kharismatik. 516qPnP1q1L._SX288_BO1,204,203,200_chaos
Memang Matius 7 : 21-23 sering dipakai oleh kalangan Cessationist yang doktrinnya mujizat tidak berlaku lagi saat ini di gereja modern dan oleh gereja modern setelah Alkitab dikanonisasikan menjadi 66 kitab PL dan PB.

“Pada tahun 363, Konsili Laodikea menjelaskan bahwa hanya Perjanjian Lama (bersama dengan Apokripha) dan 27 kitab-kitab Perjanjian Baru yang dibaca di gereja-gereja. Konsili Hippo (tahun 393) dan Konsili Kartage (tahun 397) juga meneguhkan ke 27 kitab yang sama sebagai kitab-kitab yang memiliki otoritas”

Matius 7: 21-23 adalah ayat-ayat panas yang biasa dipakai untuk menyerang kalangan karismatik pentakosta yang melayani dengan mempraktekkan dan menekankan karunia-karunia Roh Kudus serta baptisan Roh Kudus seperti gereja mula-mula. Apakah maksud sebenarnya dari  Matius 7 : 21-23 adalah Tuhan Yesus melarang pelayanan kharismatik di gereja oleh orang-orang Kristen ? Kalau kita lebih telti lagi melihat konteks sebelumnya pada ayat 15-20 dari perkataan Yesus, sebenarnya Yesus bukan atau tidak melarang pelayanan kharismatik seperti bernubuat, mengusir setan-setan, melakukan mujizat, buktinya justru Yesus pernah mengutus murid-murid-Nya dengan disertai tanda-tanda heran dan mujizat, tapi konteksnya adalah dari  ayat 15- 20 , Yesus memperingatkan adanya atau akan munculnya nabi-nabi palsu di akhir jaman yang walaupun melakukan pelayanan yang supranatutral dan kharismatik dalam nama-Nya bukanlah jaminan bahwa mereka dikenal secara pribadi oleh Tuhan Yesus, malah ditolak. Jadi pesan dari Matius 7 : 21-23 adalah jangan jadikan pelayanan kharismatis supranatural sebagai modus untuk motivasi dan maksud yang tidak benar, yang dikatakan oleh Yesus, “pembuat kejahatan”, misalnya kalau seseorang bernubuat dan mengaku sebagai nabi, tapi nubutannya tidak terjadi, mengada-ngada, motivasinya untuk mendapatkan uang dan popularitas, mengusir setan dan mendoakan kesembuhan orang-orang untuk memperkaya diri dan cari sensasi, pengkultusan individu, dan lebih tragis dari itu nabi-nabi palsu itu mengandalkan dan membanggakan kesuksesan pelayanan kharismatis di dalam nama Yesus di tengah umat sebagai sesuatu yang bisa membuat mereka diterima masuk ke dalam kerajaan Sorga oleh Yesus. Alih-alih masuk sorga dengan prestasi pelayanan yang hebat melainkan ditolak Yesus dan dikatakan  apa yang mereka lakukan bukanlah melakukan kehendak Bapa bahakan dikatakan sebagai pembuat kejahatan. Apa itu melakukan kehendak Bapa menurut saya adalah bukan semata-mata pengakuan dengan kata-kata saja akan ketuhanan Yesus tapi tanpa penghayatan yang benar akan pengorbanan Yesus, atau melakukan berbagai macam perbuatan baik dan pelayanan yang hebat, memiliki karunia dan karakter yang baik, dan menjadikan itu semua sebagai modal atau dasar alasan agar masuk sorga diterima oleh Tuhan (salvationby works), tapi kehendak Bapa yang sejatinya adalah agar kita percaya kepada Injil Yesus saja, in Christ Alone, yang mencakup pengorbanan-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, pembenaran,imputasi, pengudusan sebagai alasan dan dasar mengapa Allah Bapa mengijinkan kita masuk Sorga.

Percaya sepenuhnya kepada Yesus dan karya keselamatan-Nya adalah suatu tindakan ketaatan kepada Bapa”

Oleh karena itu satu hal yang perlu dikritik dari pernyataan Arthur dalam penentangannya terhadap aliran karismatik (buku “Charismatic Chaos” dan terakhir “Strange Fire) adalah generalisasi membabi buta yang seolah-olah menyamakan oknum-oknum kharismatik tertentu di Amerika Serikat yang mungkin memang berlebih-berlebihan dan terlibat dalam kasus penyimpangan etika moral pelayanan dengan hamba-hamba Tuhan dari gerakan aliran kharismatik pentakosta yang sehat, konservatif alkitabiah dan injili secara umum. Dan saya kira masih banyak hamba-hamba Tuhan dari aliran pentakosta kharismatik yang memiliki intgritas, saleh, jujur, mengajarkan ajaran yang sehat, konservatif alkitabiah, injili di seluruh dunia ini yang katanya 1 dari 4 orang Kristen di seluruh dunia yang sekitar 2 miliar adalah orang Kristen Pentaskosta Kharismatik, berarti kasarnya  sekitar 500 juta orang. Oleh karena itu mari kita menjadi orang Kristen Pentakosta Kharismatik yang cerdas, jangan ekstrim dan overacting apalagi “gila-gilaan”, yang mencintai Yesus, berpusat pada Yesus yang terus berubah untuk menjadi seperti Kristus. Kalangan Cessationist yang skeptic sering menyindir orang kharismatik pentakosta sebagai ajaran sesat berdasarkan Matius 7 : 21-23, memang kalau mau jujur dan rendah hati memang ada oknum-oknum tertentu yang ekstrim, maniak, berlebih-lebihan dan manipulative tapi mereka itu tidak mewakili aliran kharismatik yang benar dan sehat, serta dewasa yang selalu berpedoman pada Alkitab apalagi sekarang semakin banyak sekolah-sekolah teologia aliran karismatik yang didirikan. Jangan ada lagi anggapan orang karismatik pentakosta itu anti teologia dan menganggap teologi itu tidak penting.

(Dua buah buku ini dari Brown dan Viola (Teolog Continuationist, yang menentang buku-buku Arthur)

                                  BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENCARI MUJIZAT?
Sehubungan dengan peringatan Yesus tentang bahaya nabi-nabi palsu pada akhir jaman dalam Matius 7: 21-23, maka ada pertanyaan penting yang harus kita jawab, yaitu bolehkah orang Kristen mencari mujizat saat ini? Saya mengutip jawaban dari Wayne Grudem , yaitu boleh saja tapi dengan beberapa catatan berikut ini:

1. Jangan mencari mujizat untuk kepentingan pribadi , misalnya untuk uang, keuntungan, popularitas, pengkultusan pendeta atau reputasi gereja ( Kis 8: 18-20).
2. Jangan mencari mujizat untuk hiburan seperti “show”, pertunjukan, tontonan ( Lukas 23: 8)
3. Jangan melebih-lebihkan tanda-tanda dan mujizat karena itu tidak essential dan menyelamatkan, Injil Yesus Kristus lah yang menyelamatkan (Roma 1: 16)
4. Jangan mencari mujizat dengan semangat seperti orang-orang tidak percaya yang skeptic untuk mencari kelemahan guna mengkritik orang yang mengkotbahkan Injil              ( Matius 16: 1-4).

Mengutip Grudem, bahwa sering ketika Allah bekerja menjawab doa yang hasilnya menakjubkan bagi yang berdoa untuk itu tetapi bagi orang-orang skeptic mujizat itu masih bisa dijelaskan secara alamiah yang memang menolak untuk mengakui karya tangan Allah yang bekerja. Orang-orang yang liberal atheist dan skeptis mengikuti David Hume menyangkal bahwa kesaksian bisa sebagai bukti dari adanya sebuah mujizat, karena pada dasarnya mereka meyakini mujizat itu tidak mungkin. Kaum Liberal atheistis skeptis pasti berusaha menjelaskan secara rasional alamiah peristiwa-peristiwa mujizat yang tertulis di Alkitab, apalagi kalau terjadi saat ini bisa diduga pasti mereka langsung mengatakan itu palsu, sensasi dan rekayasa manusia.

                                          STUDI KATA SINGKAT KATA MUJIZAT

Kata mujizat dalam bahasa inggris Miracle berasal dari bahasa Latin mīrāculum, dari kata mīrārī yang artinya to wonder at, kagum kepada (http: //dictionary.reference.com/browse/miracle). Kata-kata Yunani yang dipakai untuk mengacu kepada mujizat, tanda, atau sign di Alkitab yaitu semeion, kata teras untuk wonder, ajaib, heran, dan kata dunamis untuk kuasa atau power.

             ” Tanda-tanda membangun iman, tetapi Allah adalah isi dari iman itu bukan      tanda-tanda itu”

Kata Semeion yang diterjemahkan menjadi mujizat, tanda atau miracle (Inggris) memilki makna, sesuatu yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatuya, misalnya tanda (sign) rambu lalulintas. Ketika Lazarus yang sudah mati dibangkitkan oleh Tuhan Yesus itulah tanda yang menunjuk kepada keilahian Yesus yang adalah Anak Allah yang berkuasa dan Jurusselamat. Kata Teras, ajaib, heran, wonder, maknanya adalah sebuah peristiwa yang membuat orang kagum dan heran. Kata Dunamis, kuasa atau power, maknanya kuasa untuk melakukan mujizat. Tiga kata ini, Semeion, Teras, Dunamis digunakan di Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjuk kepada mujizat-mujizat Yesus, Para Rasul, gereja mula-mula,       ( PL/Keluaran 7: 3; PB/ Kis 4: 30; 2 Kor 12: 12, dll.)
Ada juga sejumlah penjelasan yang umum dari definisi mujizat yang saya catat, misalnya, mujizat itu adanya intervensi Allah di dunia, Allah bekerja tanpa alat untuk menghasilkan apa yang dia inginkan (bandingkan Yesus memakai alat 5 roti dan dua ikan), sesuatu yang melawan hukum alam, sebuah peristiwa yang tidak mungkin dijelaskan secara alamaiah dsb.

mzl.vmgukpsb

 

Dari sejumlah definisi diatas bisa kita ambil batasan apa yang bisa dinamakan mujizat yaitu: dilakukan oleh kuasa ilahi (Allah), suatu peristiwa yang tidak umum, istimewa, luar biasa, ekstra ordinary , menentang hukum alam, tidak bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan dan secara manusiawi, membuat orang heran dan kagum, tujuannya untuk menyaksikan kebesaran Allah kepada manusia.
                                                 

                                                       APA TUJUAN MUJIZAT ?
Secara maksud dan tujuan teologis dari kata-kata Yunani ini mujizat yang terjadi di Alkitab adalah untuk tanda autentikasi dari Allah untuk membuktikan keaslian dan kebenaran dari Injil, autentikasi ilahi, (Yoh 3: 2, Ibrani 2: 4). Untuk memberi kesaksian kerajaan Allah sudah datang ( Matius 12: 28). Untuk menolong mereka yang kesusahan (Mat 20: 30,34; Lukas 4: 18). Untuk menghilangkan hambatan tantangan-tantangan terhadap pelayanan penginjilan ( Kis 4: 27-31). Untuk memulikan Allah ( Mat 9: 8).Untuk penyembahan dan pengakuan akan kebesaran Tuhan ( Lukas 17: 11-19).Ketika sepuluh orang kusta disembuhkan oleh Tuhan Yesus hanya satu orang datang berterima kasih dan menyembah Tuhan. Ternyata mujizat dalam kisah sepuluh orang kusta tidak menjamin adanya efek iman yang menyembah, dan kemungkinan besar bukan kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia. Artinya apa gunanya kalau seseorang mengalami mujizat kesembuhan tapi tetap tidak mau menyembah Yesus dan bertobat apalagi kalau orang itu tidak disembuhkan, seperti perkataan Yesus yang mengecam beberapa kota yang walaupun sudah melihat mujizat tapi tetap tidak bertobat dan berkabung ( Lukas 10: 13):

“Celakalah engkau  Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

“Mujizat adalah tanda yang menunjuk kepada Yesus, alat yang tujuannya menyembah Yesus”

Saya kira kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, percaya bahwa Yesus menebus dosa-dosanya di kayu salib, dilahirkan kembali, bertobat dari manusia lama menjadi manusia baru dan mengalami pembenaran dan pengudusan oleh anugerah Tuhan dan tentunya kadang kita lupa bahwa pengalaman kerohanian seperti ini adalah esensi dari mujizat ilahi yang menjawab kebutuhan substantif dari kebutuhan rohani manusia. Orang yang mengalami mujizat sekunder secara fisik dan jasmani belum tentu selamat kalau orang itu belum mengalami mujizat transformastif substantif secara rohani yaitu kelahiran baru dan pertobatan serta penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

 

                  “Having Jesus paid all my sins is the most needed miracle for me”

 

 

liburan panjang, Juli, 2016

JS

In Jesus name, Amen.

Di Dunia Tapi Bukan Dari Dunia, Di Dunia Tapi Tidak Duniawi Gaya Hidup Paradoks Orang Kristen Yang Diabaikan

do-not-love-the-world-1-638

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2 : 15-17 )

Kata dunia dalam sejumlah ayat-ayat di Alkitab khususnya Perjanjian Baru ternyata memiliki makna yang penting yang perlu dicermati lebih serius lagi. Tuhan Yesus beberapa kali memakai kata dunia ketika mengajarkan visi misi, orientasi serta identitas warga Kerajaan Sorga kepada murid-murid-Nya. Hasil dari pemuridan Yesus kepada murid-murid-Nya itu diteruskan oleh murid-murid-Nya khususnya mengenai  dunia  kepada jemaat mula-mula dalam surat-surat penggembalaan.. Seperti Yakobus dan Yohanes. Perlu diketahui kata ‘dunia’ yang beberapa kali dipakai oleh Yesus dan murid-murid-Nya adalah terjemahan dari kata Yunani kosmos, dan  world dalam bahasa Inggris. Dalam tulisan ini saya hanya mengutip ayat-ayat dengan kata dunia yang memiliki makna yang sejajar dengan kata ‘dunia” dalam 1 Yohanes 2: 15-17. Dari penyelidikan “konkordansi”singkat secara awam saja bisa saya simpulkan apa yang Yesus Kristus ajarkan kepada murid-muridNya tentang dunia  mempunyai maksud konfrontasi antara Kerajaan dunia dengan Kerajaan Sorga. Dan ketegangan antara dunia dan sorga itu telah dipahami dan dihayati dengan benar oleh para murid-murid-Nya, khususnya dalam tulisan salah satu murid Yesus yaitu Yohanes yang saya bahas disini dan juga satu ayat saya kutip dari Yakobus.

Yesus Kristus dan dunia :
27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14: 27)

18″Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15: 19)

14 “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (Yohanes 17 : 14-15)

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Markus 8: 36)

Yakobus dan dunia :
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidak tahukah kamu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah ( Yakobus 4 : 4)

Rasul Yohanes yang menuliskan ayat ini “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya” kepada jemaat perdana saat itu sekitar tahun 80 M, atau sudah sekitar lebih 2000 tahun yang lalu pastilah di tengah-tengah situasi ‘dunia” yang sangat berbeda dengan situasi ‘dunia’ di abad ke-21 sekarang ini.

Sejarah gereja menuliskan ‘dunia’ di jaman rasul Yohanes dengan gereja perdana yaitu lingkungan budaya Hellenisme dimana filsafat Gnostis , Marcion, Montanisme dan sinkretisme agama kuno, agama Kristen dan filsafat dan sebagainya menjadi budaya “mainstream” saat itu. Filsafat Gnostis mengajarkan pengetahuan manusia adalah yang utama dan tertinggi bukan wahyu ilahi tentunya dan tidak percaya bahwa Allah telah datang ke dunia sebagai manusia yang memiliki daging yaitu Yesus Kristus.

Dunia gereja perdana juga meliputi adanya penghambatan yang dilakukan negara karena orang Kristen menolak menyembah patung kaisar. Gereja perdana dianggap tidak setia kepada kaisar dan Negara. Gereja mula-mula itu mengalami penganiyaan besar-besaran, antara lain pada masa Kaisar Nero (54-68 M), Kaisar Decius (250 M).

Dunia rasul Yohanes dengan gereja perdana adalah dunia dimana orang-orang Kristen disiksa, dibunuh, dipancung, dibakar, diadu dengan binatang buas, dan ada juga yang dibuang ke pulau terpencil, seperti yang dialami rasul Yohanes sendiri yang dibuang ke pulau Patmos. Sejarah gereja mencatat para rasul dan bapak-bapak gereja rela mati syahid demi imannya kepada Kristus, sehingga muncullah buku “Semakin Dibabat Semakin Merambat”, Darah para Martir adalah Benih Gereja.hqdefault

Melihat kembali sekilas sejarah konteks dunia rasul Yohanes dan gereja perdana yang suram itu wajarlah perintah “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya” menjadi terasa bobot urgensinya untuk disampaikan kepada jemaat perdana. Dunia dengan lingkungan budaya fasik yang anti Allah, anti Kristus, anti gereja, anti kebenaran tapi tidak anti dosa, tidak anti kenikmatan fana, tidak anti penyembahan berhala, tidak anti kesombongan manusia kepada Allah sepertinya masih menjadi dunia dari gereja di abad ke-21 sekarang ini. Pesan Rasul Paulus yang pernah juga memerintahkan jemaat perdana, “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia jaman ini…(Roma 12 : 2) memiliki semangat konfrontasi , semangat perlawanan yang sama dengan perintah Rasul Yohanes bagi orang-orang Kristen, tidak hanya di abad pertama tapi lebih lagi di tengah arus jaman dunia sekarang ini, jaman internet, jaman social media, jaman terorisme dan radikalisme agama, jaman gerakan LGBT, jaman HAM, jaman beragamnya gereja-gereja dengan berbagai macam denominasi, aliran, doktrin, jaman dunia yang teknologinya sudah semakin canggih sehingga bisa menjadi keangkuhan bios yang melecehkan kehidupan zoe yang rohani dan kekal.

pokemon-go-heal

facebooklgbt

Jadi apa sebenarnya arti kata dunia  atau kosmos itu? Para penafsir sepakat bahwa kata dunia  yang dimaksud oleh rasul Yohanes disini adalah sistem moral universal yang telah jatuh dalam dosa, nilai-nilai sekuler yang menentang Allah dan firman-Nya.                             Kata dunia disini bukan dalam arti bumi geografis alam semesta ciptaan Allah mula-mula atau manusia-manusianya yang tinggal di bumi seperti kata ‘dunia’ yang dipakai dalam Yohanes 3 : 16. ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmon) ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Atau kata  dunia dalam lirik lagunya Louis Amstrong, ” What A Wonderful World”, dunia yang indah dengan langit biru dan warna- warni pelangi.
Kosmos dalam bahasanya Rasul Yohanes dalam pemahaman kita sekarang kosmos artinya sistem dunia yang berarti mencakup budaya dan produk budaya jaman yang merupakan hasil kreatifitas akal budi manusia bisa berupa pemerintahan, ideology, filsafat, teknologi, music, seni, pengetahuan, olahraga, hiburan, social media, telekomunikasi, bahasa,fashion dan sebagainya. John Piper menuliskan bahwa sistem dunia itu digerakkan oleh dua dorongan, yaitu “ passion pleasure” dan “pride possession” atau kalau boleh saya maknai  berarti sistem dunia yang telah jatuh dalam dosa itu digerakkan oleh semata-mata dorongan atau gairah untuk bersenang-senang (hedonisme ) yang rasul Yohanes katakan keinginan daging dan kenginan mata dan kebanggaan atau kesombongan atas kepemilikan(materialisme) yang dalam bahasanya Rasul Yohanes disebut dengan istilah                             keangkuhan bios (hidup jasmani yang materialistik)

Pertanyaan etika moral penting yang harus dipikirkan oleh para budayawan Kristen yaitu bagaimana bisa membedakan yang mana produk budaya manusia yang anti Allah dengan yang netral, yang mana produk budaya yang ‘kedagingan” dan bersifat “dosa”, atau sejauh mana produk budaya dunia itu bisa membahayakan bahkan menyesatkan iman orang-orang Kristen. Contoh kongkritnya misalnya seberapa jauh orang Kristen bisa menggemari pertandingan sepakbola seperti Piala Eropa, apakah masih tahap wajar mengidolakan bintang sepakbola, sampai mana batas-batasnya hingga tidak jatuh dalam dosa penyembahan berhala yang menduakan Tuhan dan Injil-Nya, seperti fanatisme dengan klub sepakbola tertentu dan sebagainya begitu juga untuk kesenangan dalam bidang –bidang budaya lain seperti music, hiburan, televisi dan film-film, social media facebook, dll. Kesenangan-kesenenangan dunia itu walaupun sepertinya netral kalau tidak dikontrol bisa menyebabkan kita keluar dari fokus orientasi Kerajaan Sorga. Bukankah orang Kristen yang serius dengan imannya meyakini dirinya sebagai warga kerajaan Sorga dengan nilai-nilai dan orientasi hidup yang berbeda dengan warga kerajaan dunia. Segala sesuatu boleh tapi apakah itu membangun dan bermanfaat.

CR7_Getty_3488850

Tentunya kita tidak mau terjebak ke paham Kristen Fundamentalis, yang katanya menyamaratakan semua budaya sekuler itu dosa sehingga tidak boleh ada tv,hiburan bioskop, anti teknologi modern misalnya harus memakai pakaian yang tertutup dan sopan bagi perempuan, wanita tidak boleh pakai celana jeans atau celana panjang harus pakai rok kalau beribadah di gereja, tidak boleh di sekolah public yang mengajarkan teori evolusi Darwin, tidak boleh ada alcohol, rokok dsb. Tentunya juga kita sudah melewati jaman Kristen legalistik dan fundamentalis atau jaman Puritan, walaupun untuk Puritan dan gerakan Pietisme ada warisan rohani yang masih bisa kita teladani saat ini. Dan kita harus berterima kasih untuk legacy bapak-bapak gereja yang telah memberikan keteladanaan kekudusan yang tidak kompromi bagi gereja di masanya.

$(KGrHqFHJF!FJic!U,l(BSciQdZLyQ~~60_35PURITAN GIRL COSTUME

16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
“Anatomi Dosa”

adam
Seandainya manusia itu diciptakan tanpa keinginan dan kehendak bebas mungkin tidak perlu adanya iklan-iklan produk yang menggoda. Tidak perlu adanya propaganda promosi sensualitas pornografi. Tidak perlu terjadinya perselingkuhan dan perjinahan. Tapi Allah menciptakan manusia dengan tubuh ,jiwa ,akal budi dan roh. Dan di dalam jiwa manusia itu ada keinginan-keinginan yang tersembunyi baik itu keinginan wajar yang manusiawi maupun keingingan yang negatif digerakkan oleh nafsu sesaat. Adam dan Hawa diciptakan segambar dan serupa dengan Allah artinya memiliki sifat-sifat seperti Allah yang menciptakan. Manusia ciptaan Allah yang bisa berpikir dan merasa ternyata telah tergoda oleh Iblis yang memancing panca indera mereka yang ingin tahu apa rasanya buah terlarang di Taman Eden itu. Hawa melihat buah itu menarik baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Hawa mengambil buah itu memakannya dan memberikannya juga kepada suaminya Adam               ( Kejadian 3:1-7). Itulah anatomi dosa, itulah kronologis awal mula manusia jatuh dalam dosa. Dari mata turun ke hati timbul keinginan tapi sayang keinginan itu kepada sesuatu yang dilarang dan kehendak bebas manusia memilih untuk mengikuti keinginan yang sudah tahu dilarang. Itulah anatomi dosa (pertama). Makanya esensi dari dosa itu adanya pelanggaran akan perintah Allah.

Rasul Yohanes sebenarnya mau mengingatkan akan bahayanya keinginan-keinginan tersembunyi yang telah tercemar oleh sifat dosa yang ada dalam jiwa manusia. Sistem dunia yang jahat yang diotaki oleh Iblis mempunyai strategi yang sama seperti di Taman Eden untuk menjatuhkan manusia dalam dosa, pelanggaran akan perintah Allah, dengan menggoda panca indera manusia, dengan menggoda hasrat dan keinginan yang terpendam.

Tidak semua keinginan itu jahat atau dosa. Benar. Keinginan daging dalam ayat ini dalam teks Yunani adalah kata keinginan dari kata epithumia, dalam bahasa Ingris diterjemahkan desire atau lust, yaitu keinginan akan apa yang dilarang, desire for what is forbidden (TDNT). Kata daging dari kata Yunani sarkos, kata Inggrisnya flesh, sifat manusiawi dari manusia yang terpisah dari pengaruh ilahi, dan makanya cenderung untuk berdosa dan melawan Allah , the flesh, denotes mere human nature, the earthly nature of man apart from divine influence, and therefore prone to sin and opposed to God. (TDNT).

Rasul Paulus lebih mendetail lagi mengenai apa saja manifestasi dari keinginan daging itu yaitu, Kolose 3 : 5 ,” Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala , dan juga dalam Galatia 5: 19-21, “perbuatan daging telah nyata yaitu, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir,perseteruan,perselisihan, iri hati,amarah,kepentingan diri sendiri,percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Jadi kalau anda masih bingung apakah keinginan mu itu duniawi atau tidak, apakah keinginanmu itu keinginan daging atau rohani yang memuliakan Allah tentunya ayat-ayat ini bisa sebagai referensi untuk bisa membedakan.

Walaupun begitu keduniawian atau menjadi duniawi tidak hanya melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang jelas-jelas tidak bermoral seperti contoh-contoh diatas, tapi juga ketika orang Kristen menjadikan segala sesuatu apakah itu hobbi, benda-benda, uang dan harta, status, jabatan, reputasi,kesenangan-kesenangan,keluarga, olahraga, media social, teknologi dan sebagainya yang bersifat manusiawi dan netral yang bukan Allah mejadi alllahnya, mejadi fokusnya, menyita waktu,energy, perhatian dan gairah serta hasratnya. “Idolatry and Worldliness is when a gift. becomes god and God becomes a gin.”
Peringatan bagi orang Kristen yang terbiasa berdoa kepada Allah dengan sikap menuntut, memaksa, mengklaim agar Allah memenuhi keinginan mereka sendiri mungkin akan rumah,jodoh,pekerjaan, dan sebagainya yang memang bisa jadi relatif antara keinginan dan kebutuhan, seolah-olah Allah itu seperti jin yang siap memuaskankan keinginan dan kebutuhannya. Doa Bapa kami yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridNya, berikanlah kami makanan kami hari ini yang secukupnya, diawali dengan permohonan agar atribut kekudusan Allah dinyatakan dan pengakuan akan otoritas dan kedaulatan Allah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Saya mengutip John Piper , “What is the deepest root of your joy? What God gives to you? Or what God is to you?

Mengutip John Calvin, “The human heart is an idol factory.” Hati manusia adalah sebuah pabrik berhala. Kita bisa menciptakan berhala-berhala dari apapun juga. Apapun keinginan dari hati kita yang tidak berasal dari Allah untuk kemuliaan Allah bisa menjadi sebuah berhala (1 Corinthians 10:31). Jadi apapun itu yang menduakan Tuhan sebagai pusat ibadah, pusat kepuasan, pusat penyembahan ,pusat prioritas bisa menjadi sebuah berhala.Penyembahan berhala itu tidak melulu dalam arti berhala patung tapi apapun itu yang bukan Allah telah menjadi yang utama dan paling penting di dalam hati dan hidup kita, Ketika kita mencari kepuasan dan pelarian serta kekaguman kepada yang bukan Allah itulah maksudnya menjadi duniawi. Itulah mengapa perintah “Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ditawarkannya berupa keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup’ adalah peringatan keras agar orang Kristen tidak jatuh dalam penyembahan berhala, lebih mencintai yang bukan Tuhan daripada cinta kepadaTuhan yang adalah sumber keselamatan, penebus dosa kita, Bapa yang kekal yang kita adalah anak-anak-Nya oleh Yesus Kristus.

Menyalurkan keinginan boleh-boleh saja tapi jangan keinginan akan apa yang dilarang. Ingat perintah Allah ke-10, Jangan mengingini milik sesamamu ! Apalagi istri tetangga mu. Berita yang paling cepat diklik di media online biasanya berita tentang perselingkuihan, sepertinya makin sering terjadi di jaman ini, dtambah lagi judul beritanya dibuat seperti judul sinetron dan vulgar, “Istri ketahuan selingkuh dengan teman suami di sebuah hotel, bersembunyi di dalam lemari”. Perselingkuhan telah menjadi komoditi berita yang digemari bahkan menjadi inspirasi bagi lagu-lagu cinta yang mewajarkan perselingkuhan dan tidak perlunya kesetiaan.
Orang Kristen yang dewasa akan mempunyai keinginan-keinginan yang memuliakan dan untuk Allah, dari yang paling sederhana sekalipun apakah itu keinginan makan, belajar, menikah, liburan, menabung, perlombaan dll. Jadi bukan semata-mata tidak boleh melakukan dan memiliki keinginan-keinginan dosa tapi juga lebih dalam dari itu apakah kita memiliki keinginan-keinginan yang motivasinya adalah untuk Allah, seperti makan untuk Allah, menikah untuk Allah, menonton untuk Allah, olahraga untuk Allah, bermain untuk Allah, tidur untuk Allah, liburan untuk Allah, menulis untuk Allah, melayani untuk Allah, bekerja untuk Allah dsb. Jika engkau (ingin) makan atau minum lakukanlah itu untuk kemuliaan Allah jika tidak untuk kemuliaan Allah jangan lakukan.

Keinginan mata dari phrasa Yunani ,epithumia ton ophthalmon , the lust of the eyes (Inggris). Mata mempunyai keinginannya sendiri. Mata adalah jendela dari jiwa. Ada mata sebagai panca indera, ada mata pikiran dan mata hati. Secara negatif keinginan mata disini dimaknai sebagai nafsu akibat rangsangan visual (visual stimulus) yang mendorong keinginan daging .
Produk budaya dunia apa yang paling giat merangsang keinginan mata kalau bukan televisi, social media,facebook, film-film, gambar-gambar baik itu berbasis kertas atau digital. Amsal bilang mata tak pernah puas melihat. Ketika televisi sepertinya sudah menjadi wajib ada apalagi dengan maraknya parabola dan tv kabel di setiap rumah, akibatnya keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Ketika internet sudah tersedia di gadget canggih selama 24 jam maka keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Pornoaksi, pornografi, dan sejenisnya baik melalui media televisi maupun internet telah memakan banyak korban tidak terkecuali otang-orang Kristen. Bahkan ada riset di Amerika Serikat yang menemukan ada sejumlah pastor yang mengakui telah kecanduan pornografi, bahkan mendaftar jadi anggota chatting kencan online. Saya menghimbau para pendeta agar lebih sering mengkotbahkan tentang ‘keinginan mata” ini di mimbar. Sudah banyak korban akibat keinginan mata yang terus dirangsang akibatnya memperkosa, mencuri, membunuh, berselingkuh dan sebagainya. Visual stimulus semakin dimanjakan di dunia jaman digital ini sehingga perlunya kotbah-kotbah yang tegas untuk disiplin penguasaan diri dari hawa nafsu sesaat.

Keangkuhan hidup dari phrasa Yunani,alazoneia tou biou, the pride of life (Inggris). Keangkuhan atau alazoneia kesombongan yang tidak bertuhan dan kosong akan yang ada di dunia , kata hidup dari  kata bios, yaitu  hidup yang bertahan dengan mengandalkan sumberdaya , kekayaan, benda-benda. Hidup Bios yang fana selalu dikontraskan dengan hidup Zoe yang kekal dalam ajaran Tuhan Yesus. Bios hidup yang jasmani, materialitis, kebendaan, sementara, dipertentangkan dengan Zoe hidup rohani yang kekal dan abadi yang mengandalkan Tuhan dan anugerah dari Tuhan.
Keangkuhan hidup itu paling baik diilustrasikan oleh Yesus yaitu tentang orang kaya yang bodoh dalam Lukas 12: 16-25. Keangkuhan hidup berarti kesombongan akan kepemilikan benda-benda duniawi yang didapat dengan tanpa mengandalkan Tuhan atau tanpa Tuhan. Ukuran kesuksesan secara materi, jabatan dan kekayaan adalah nilai yang ditawarkan oleh Iblis dengan system dunianya baik itu secara humanis maupun demonic. Sukses karena kepintaranku. Orang-orang Kristen bisa terjebak dengan nilai-nilai kesuksesan duniawi ini yang sepertinya tidak dosa, dan menganggap orang Kristen itu pasti sukses, kaya dan popular di dunia, dan orang Kristen yang miskin itu berarti kena kutukan Tuhan. Saat ini tampaknya dunia telah mempengaruhi gereja dengan ideology kesuksesannya, “American Dream”nya daripada gereja telah mempengaruhi dunia dengan Injil-Nya, yang mengajarkan orang Kristen itu harus siap menderita karena Salib, menyangkal diri, dan memikul salib. Sistem dunia mengajarkan pemuasan diri, self fulfillment, pesan Injil mengajarkan penyangkalan diri, self denial.
Dunia bukan rumah kita, kita hanya numpang lewat. Kita merindukan bertemu Tuhan di kota yang akan datang, Yerusalem baru, langit baru dan bumi baru.

17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Itulah mengapa pesan Yesus kepada murid-murid-Nya di abad pertama masih relevan bagi kita murid-murid-Nya di abad ke-21 ini “ Di dunia tapi tidak dari dunia”, yang saya tafsirkan begini bahwa kita orang-orang Kristen walaupun masih di dunia, keberadaan fisik kita tapi kita telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus sehingga pikiran ,jiwa dan hati kita tidak duniawi dalam arti paradigma, system berpikir kita, selera kita, cita rasa, ambisi, passion, tujuan hidup, etika moral dan orientasi hidup benar-benar berbeda secara hitam putih, tegas dan jelas dengan sistem berpikir ideologi filsafat dunia yang jahat yang sudah jatuh dalam dosa seperti hedonisme, humanisme, atheis, materialism dsb.
Gaya hidup paradoks orang Kristen, sebagai budaya tandingan dalam arti di dunia tapi tidak dari dunia, di dunia tapi tidak duniawi, didalam arus laut dunia diantara ikan-ikan lain yang asin, ikan-ikan orang Kristen tetap tidak asin atau terkontaminasi. Itulah ketegangan dan konfrontasi orang Kristen yang tetap harus dijaga tensinya tetap tinggi, kalau tidak mau dikatakan kita mengasihi duinia ini dan apa yang ditawarkanya, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, sehingga kita menjadi orang-orang Kristen yang munafik dan kerohanian yang berkepribadian ganda. Adalah tidak mungkin mengasihi dunia dan mengasihi Bapa bisa ada bersama-sama (coexist) dalam waktu yang bersamaan, tidak mungkin!. Mungkin bagi orang Kristen budaya, Kristen karena kelahiran, mungkin bagi Kristen nominal yang terdaftar menjadi anggota gereja tapi belum lahir baru, mungkin bagi orang Kristen kompromi , yang tidak dingin tidak panas, suam-suam kuku, luke warm church. Seperti kata Yesus bahwa tidak mungkin seseorang bisa mengabdi kepada dua tuan, kepada Allah dan kepada Mammon. Dia pasti akan mengasihi atau membenci yang satunya.
Cinta akan dunia ini akan mengaburkan cinta akan Bapa sebaliknya cinta akan Bapa akan mengaburkan cinta akan dunia ini. Keduanya tidak mungkin ada bersama-sama, hal yang demikian bisa diartikan spiritualitas yang mendua. Kalau seseorang mengatakan dia mengasihi Bapa sementara mengasihi segala sesuatu yang bukan atau bertentangan dengan kehendak Bapa seperti keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup yang adalah produk budaya dari sistim dunia yang atheis dan dosa berarti orang itu telah menipu dan membohongi hati nuraninya sendiri.

Mengapa orang Kristen yang serius dengan imannya tidak boleh menginvestasikan semua sumberdaya yang diberikan Allah kepadanya ke dalam kapal Titanik dunia? Tentunya kita sudah diperingatkan oleh raul Yohanes bahwa kapal Titanik dunia itu sudah bocor dan pasti akan tenggelam dengan segeala kegemerlapannya. Ini bukan mengajarkan cara berpikir “hall empty glass mentality”, mental gelas setengah kosong, fatalisme, negative thinking, atau pesimis dengan dunia ini. Tapi suatu peringatan dan kejelasan akan identitas serta orientasi orang Kristen mengapa ada di dunia ini yaitu melakukan kehendak Allah Bapa dan memuliakan-Nya.

titanickapal nuh

KAPAL TITANIK                                                             BAHTERA NUH

Selain itu rasul Yohanes juga bermaksud memberikan argumentasi yang jelas mengapa orang Kristen dilarang mencintai dunia ini dan menjadi duniawi. Siapa yang mau tenggelam bersama kapal Titanik dunia ini yang sudah bocor silahkan saja tapi siapa yang menolak untuk ikut tenggelam dan lebih memilih mengikuti naik kapal Nuh sorgawi pasti tetap akan hidup selama-lamanya dalam arti tempat di sorga, keadaan yang aman dan sejahtera di sorga dan dalam waktu yang tetap kekal selama-lamanay bersama Bapa di sorga. Bukankah itu ” half full glass faith mentality” yang optimis dan berpengharapan sorgawi?

0326_BRLO_goodfriday_1

I have deciced to follow Jesus. The world behind me, the cross before me
The world is not my home, I’m just passing through. In Jesus name, Amen.

Liburan panjang, Juli 2016

Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

CATATAN MURID KRISTUS

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan James Baker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina…

Lihat pos aslinya 1.253 kata lagi

Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan Jim Bakker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan ( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu/ Sumber Wikpedia),  tapi dari segi metodelogi hermeneutic yang dia terapkan dalam kotbah-kotbahnya  guna membangun suatu teologi yang kemudian populer disebut teologi kemakmuran.  Setelah saya menyimak pengakuannya yang dia buat setelah dia keluar dari penjara, saya simpulkan kesalahan hermeneutik dan homiletic dari James Baker yaitu :

1.  1.Menafsirkan ayat-ayat Firman Tuhan menurut selera sendiri tanpa melihat konteks dan langsung menafsirkannya dari bahasa Inggris tidak meneliti dahulu arti dari bahasa aslinya ( Perjanjian Lama : Ibrani; Perjanjian Baru :Yunani)

Contohnya  seperti yang dia katakan tentang  bagaimana dia memakai ayat-ayat  dalam 3 Yohanes 1: 2 yang berbunyi  ,  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (TB)

Dalam Alkitab teks Inggris (NKJV) .”  Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers.

 Teks AV , “Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth.”

Jim Bakker : “ Saya selalu mengutip 3 Yohanes 2: 1 berbunyi “”Above all things God wants you to prosper.”. ( Diatas segalanya Allah menginginkan kamu untuk makmur). Saya suka ayat itu. Kelihatanya hebat kalau ditampilkan di layar televisi ketika kamu sedang mencari dana dan saya menafsirkan ayat itu artinya  Allah ingin kamu jadi kaya.

Namun ketika saya memahami kata-kata Yohanes (pen: setelah dia betobat) sekarang penafsiran itu tidak masuk akal. Saya mencomot kata “prosper (makmur) begitu saja terpisah dari kata Yunaninya dan ternyata kata itu (prosper) terdiri dari dua kata yaitu “good or well (baik) dan kata yang keduanya yaitu “journey”(perjalanan). Itu adalah sebuah kata progresif, jadi itu seperti sebuah perjalanan. Jadi beginalah maksud Yohanes yang sebenarnya “, ”Beloved, I want you to have a good journey through life as your soul has a good journey to heaven.”  ( Saya terjemahkan bebas, “Saudara terkasih, Saya ingn kamu baik-baik dalam perjalanan melewati hidup sama juga jiwamu baik-baik dalam perjalanan menuju sorga”. Ini adalah sebuah salam sapaan! ( a greeting)). Membangun teologi diatas itu (pen: sebuah salam sapaan maksudnya) adalah seperti membangun gereja diatas  salam sapaan , “Have a nice day” (pen: Semoga harimu  menyenangkan).

“Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya – bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya – secara harfiah!(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Berikutnya Jim Bakker menceritakan bahwa waktu dia bertobat dia mulai melihat semua ayat-ayat yang dia gunakan dalam ajaran kemakmuran, seperti , ”Give and it shall be given unto you” ( terj: Berilah maka itu akan diberikanya kepadamu). Ketika saya meletakkan ayat itu kembali kepada konteksnya, saya menemukan bahwa Yesus mengajarkan ayat itu tentang pengampunan bukan tentang uang (pen: dulu dia mengajarkan ayat itu tentang uang). Yesus mengajarkan bahwa dengan ukuran yang sama kita  mengampuni begitu juga kita akan diampuni.

Jim Bakker menemukan arti  yang sebenarnya dari phrasa “hidup yang kelimpahan” dalam Yohanes 10: 10b di penjara

10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Berikut ini kesaksian Jim Bakker yang menemukan arti perkataaan Yesus “hidup yang kelimpahan”  (Yoh 10: 10b) dan mengajarkannya kepada temannya di penjara.

. “Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?” tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah” . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari  kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk “hidup” digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan “hidup dalam roh  dan jiwa” bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, “Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda.”

“Hei, ayat yang ini  tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi,” kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. “Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya…(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Saya  sendiri pernah menemukan renungan dari guru injil kemakmuran yang menghubungkan kata  “kelimpahan” dari Maleaki 3: 10 tentang perpuluhan dengan kata “kelimpahan” di Yohanes 10:10b, pastinya guru injil kemakmuran itu mau menekankan “kelimpahan” dalam arti materi yang melimpah kalau memberi perpuluhan. Ini namanya model penafsiran “konkordasi”. Bayangkan saja berapa banyak jiwa-jiwa yang awam akan Alkitab telah dimanipulasi sengaja ataupun tidak sengaja gara-gara malpraktek hermeneutik dan homiletik ayat-ayat Alkitab di buku-buku renungan ataupun  di mimbar.

Berikutnya kesalahan Jim Bakker  yang kedua yaitu:

2.   2. Mengambil bahan kotbah dari orang lain yang langsung dikotbahkan

Saat  ini dengan banyaknya sumber-sumber bahan-bahan kotbah yang bisa diambil dari internet secara gratis, kebiasaan “copy paste” dan plagiat tanpa mempelajari ayat-ayat itu secara langsung di Alkitab, tanpa menganalisa dan menafsirkan dengan mandiri sesuai prinsip-prinsip hermeneutik yang benar sudah menjadi kebiasaan dikalangan pengkotbah injil modern. Apalagi kalau buku-buku dan kotbah-kotbah itu dari pengkotbah-pengkotbah yang terkenal dan “trendy” “megachurch pastors” para pengkotbah pemula biasanya langsung jiplak saja tanpa menganalisa baik-baik. Kesannya sekarang ini berkotbah itu gampang dan tidak perlu susah-susah belajar, “yang penting merasa terpanggil, “dipenuhi Roh Kudus,” asal comot ayat, langsung berkotbah”.  Ini menjadi peringatan bagi setiap kita yang aktif dalam kotbah untuk tidak mengulangi kesalahan sama yang telah dilakukan James Baker, seperti pengakuannya berikut ini.

Jim Bakker : “Saya telah mengambil kotbah-kotbah dari orang lain. Alkitab telah memperingatkan tentang gembala-gembala yang mendapatkan kotbah dari orang lain. Saya kira mengapa saat ini kita mendapatkan injil yang lain dan Yesus yang lain yang dikotbahkan karena orang-orang telah mengambil kotbah-kotbah dari orang-orang lain dan ajaran-ajaran motivasi. Banyak ajaran-ajaran yang ada saat ini adalah ajaran motivasi semata dengan ditaruh sedikit ayat-ayat Alkitab. – Source: The Re-education of Jim Bakker http://www.apologeticsindex.org/graphics/offsite.jpg, ChristianityToday.com, Dec. 7, 1998

Kita semua yang terlibat dalam pelayanan pengajaran Alkitab, apakah itu kotbah di mimbar, komsel, kebaktian-kebaktian rumahtangga dsb, tidaklah terlepas dari kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat  Firman Tuhan. Ketika kita tahu apa yang kita ajar itu ternyata salah dan tidak alkitabiah cepat-cepatlah bertobat sebelum fatal akibatnya bagi jemaat dan kita sendiri. Kuncinya kita harus mau rendah hati terus belajar dan belajar, tidak meremehkan doa ketika mempersiapkan kotbah, jangan menganggap kotbah kita sudah paling benar, jangan malas menggali isi Alkitab, sumber-sumber referensi Alkitab yang bisa dipercaya dan berwibawa. Bertekunlah dalam semuanya itu. Kotbahkan Yesus Kristus yang menebus dosa manusia, kotbah-kotbah yang berpusat pada Yesus, sebagai tema besarnya,  tema-tema tentang menyangkal diri, pikul salib, pertobatan dari dosa-dosa, misi dan penginjilan bukan melulu pengalaman pribadi, cerita-cerita motivasi semata, mengiming-imingi jemaat “berkat melimpah” apalagi kotbah tentang politik, “kampanye terselubung” di mimbar.

Ingatlah pesan Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius,

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

( 1 Tim 4: 16)

 

Keep  On Discerning!

05 Juli 2015

JS

 

 

 

Perhatian bagi Para Pengkotbah Injil akan Penafsiran Dangkal dari Injil Kemakmuran

CATATAN MURID KRISTUS

PROSPERITY 2

Rasul Paulus menasehatkan Timotius, anak rohaninya, seorang penginjil muda untuk berhati-hati dalam mengajarkan Injil kepada jemaat. Ada beberapa ajaran sesat pada masa itu yang harus diwaspadai oleh Timotius sebagai seorang penginjil, pengkotbah dan pemimpin jemaat yang masih muda. Jangan sampai Timotius membiarkan ajaran-ajaran sesat itu meracuni jemaat apalagi ikut mengajarkannya. Paulus berpesan,  ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

Beberapa ajaran sesat yang bertentangan dengan injil yang benar dan sehat dalam surat Rasul Paulus itu antara lain ajaran dongeng dan silsilah, takhyul, hukum Taurat menggantikan injil anugerah  untuk mendapatkan keselamatan, melarang orang kawin, ajaran kebangkitan orang Kristen sudah berlangsung ( Himeneus dan Filetus). Paulus juga memperingatkan,

‘ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-keinginannya, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng( 2 Tim 4: 3-4).

 

Bagaimana dengan konteks gereja saat ini? Ajaran-ajaran…

Lihat pos aslinya 3.735 kata lagi