APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir  banyak orang akan berse…

Sumber: APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Matius 7: 21-23

miracles

Kata mujizat sudah menjadi kata yang biasa diucapkan, dinyanyikan, didoakan bahkan dikotbahkan di kalangan Kristen karismatik pentakosta. Karena begitu gampangnya menyebut kata mujizat akibatnya ibarat makanan “mujizat” sudah seperti nasi yang ada dimakan setiap hari. Seperti lagu rohani ‘Selama ku menyembah-Mu. Ku percaya, ada mujizat setiap hari’. Implikasinya segala sesuatu pengalaman yang mungkin tidak biasa disebut mujizat. Misalnya, seseorang lagi kesulitan keuangan, dan sangat membutuhkan uang, tahu-tahu bertemu dengan teman lamanya itu dan memberikan dia sejumlah uang yang dia butuhkan, ‘MUJIZAT!’.
Ada lagi cerita seseorang yang mau liburan ke Singapore, dan sudah pesan tiket siap berangkat besoknya. Besoknya paginya dia bangun terlambat dan tidak jadi berangkat. Dia begitu kesal dan memarahi istrinya yang tidak membangunkannya. Tahu-tahunya di siang hari ada berita kecelakaan pesawat terbang yang menuju Singapore di tv. Dan dia kaget ternyata pesawat itu yang akan dia naik tadi pagi, dia langsung bilang, “MUJIZAT!”. Ada juga yang bilang, bangun pagi dalam keadaan sehat dan masih bernafas itu juga “MUJIZAT!” Ada lagi yang bilang, bisa makan dua kali sehari saja, itu “MUJIZAT!” Oleh karena itu penting untuk kita bisa membedakan pemeliharaan Allah kepada manusia yang adalah common grace atau anugerah umum yang natural dengan intervensi Allah kepada manusia yang “melawan” hukum alam atau supranatural.
Memang kita bisa bernafas, bekerja, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan jodoh, semua yang berhubungan dengan kebutuhan hidup sehari-hari Tuhan janjikan semuanya itu akan ditambahkan kepada kita, artinya semuanya itu termasuk dalam rangka pemeliharaan Allah kepada ciptaan-Nya dan sifatnya umum atau common grace dan alami, masih ingat kan mandat Allah kepada Adam dan Hawa agar mereka menguasai bumi dan mengelolanya serta bertambah banyak dan beranak cucu.  Mandat Allah kepada manusia itu karena manusia sudah diberi akal budi untuk melanjutkan kehidupan mereka di bumi.
Dibandingkan dikalangan orang-orang gereja Protestan. Lutheran, Reformed atau Baptis atau Katolik secara umum, mungkin (hanya perkiraan saya berdasarkan pengamatan) sepertinya kata mujizat lebih intens dan sering diucapkan di kalangan gereja karismatik pentakosta. Mengapa? Karena di kalangan gereja mainstream tersebut kan umumnya tidak menerima akan ajaran bahwa mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus itu masih berlangsung saat ini di tengah gereja modern.

Continuationist

Paham Cessationist (dari kata cease =berhenti) meyakini semenjak Alkitab sudah dikanonisasikan tidak perlu lagi ada mujizat,tidak perlu lagi ada lagi pewahyuan, “Bible is closed!.”, hanya berlaku sampai kepada para rasul pada masa gereja mula-mula. Kalangan Cessationist percaya semua mujizat yang ada di Alkitab tapi tidak untuk mujizat yang katanya bisa terjadi di gereja modern seperti keyakinan dari kalangan Continuationist (dari kata continue= berlanjut), yang umumnya diyakini oleh aliran karismatik pentakosta, walaupun realitanya ada juga pastor dan jemaat dari kalangan Reformed, Baptist, atau Katolik Kharismatik yang posisinya juga Continuationist . Khusus di kalangan Continuationist baik dari karismatik pentakosta maupun Reformed, Baptist, Katolik Kharismatik, pertanyaan discernment yang penting adalah bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu. .

$T2eC16ZHJGkFFmJb+eneBRb-m!vEGg~~_35

(Perdebatan autentikasi bahasa roh antara yang percaya dengan yang skeptis sudah menjadi isu klasik)

Pertanyaan sulit yang penting yaitu bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu yang diklaim masih terjadi saat ini? Misalnya di acara KKR maupun di tv, seperti Ibadah Pelayanan Mujizat Kesembuhan,Mujizat Keuangan dan sejenisnya. Apa tolak ukurnya? Kesaksian orang-orang yang mengaku telah mengalami mujizat seperti yang saya tonton di acara channel tv Kristen, apakah kesaksian itu jujur atau sudah diatur dan direkayasa?. Rasul Paulus meyakinkan bahwa Allah meneguhkan wibawa kerasulannya dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa (2 Korintus 12: 12). Kredibilitas dari mujizat-mujizat didasarkan oleh saksi dan yang kompetent dan bisa dipercaya dalam hal ini Paulus bermaksud mengatakan bahwa Allah menjadi saksinya dengan memberikan tanda-tanda heran sebagai autentikasi kerasulannya.. Kalau di acara mujizat di tv yang saya tonton yang menjadi saksi yang menguatkan atas kesaksiaan tersebut adalah dokter dan jemaat atau penonton hanya bisa percaya atau skeptis, skeptic dalam arti bukan ragu akan kuasa Tuhan melakukan mujizat tapi skeptic dengan kesaksian orang yang bersaksi yang mempromosikan kehebatan dari pendeta dengan gerejanya.

hinn002
Oleh karena itu tentunya referensi utama yang berwibawa dan competent dan layak dipercaya untuk discernment kesaksian-kesaksian dan pelayanan-pelayanan supranatural pertama-tama adalah Alkitab. Dan juga kita membutuhkan pandangan teolog-teolog yang obyektif, kredibel dan berwibawa dalam bidang teologia sistematika baik dari golongan cessationist maupun continuationist yang bisa sebagai bahan pembandingan dan pembelajaran.
Saya sendiri tidak mempertanyakan keaslian mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang terjadi di Alkitab tapi yang diklaim banyak terjadi di lingkungan pelayanan kharismatik pentakosta saat ini. Bukan dari sudut pandang cessationist tapi posisi teologis saya sebagai orang kharismatik continuationist itu sendiri. Untuk menjawab pertanyaan discernment ini, pertama kita harus mencari tahu apa definisi dari kata mujizat. Supaya kita setidak-tidaknya bisa membatasi kriteria batasan dari mujizat agar tidak melebar kemana-mana dan tersesat.Saya istilahkan sikap ini adalah holy skeptic, keraguan yang kudus.

Diakhir jaman ini seperti yang Yesus peringatan dalam Matius  7 : 15-20 akan muncul nabi-nabi palsu dan dilanjutkan pada ayat 21-23  nabi-nabi palsu itu dicirikan dengan pelayanan mujizat dan kharismatis, maka tidaklah berlebih-lebihan untuk mempertanyakan kredibilitas dan kualitas serta autentikasi dari mujizat yang diklaim dan didengung-dengungkan di kalangan aktivis kharismatik pentakosta itu dari sudut pandang kharismatik pentakosta Continuationist sendiri, artinya bukan dalam rangka mempertanyakan apakah mujizat masih ada tetapi lebih menekankan bagaimana membedakan mujzat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu, atau apakah tujuan yang sebenarnya dari mujizat, seberapa penting mujizat saat ini? bolehkan orang Kristen mencari-cari mujizat dan mengharapkannya? Apa saja contoh-contoh faktual penyimpangan dari pelayanan yang menekankan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus (Supranatural ministry)? Jadi semangatnya adalah untuk mencerahkan iman bukan untuk melemahkan iman. Ingat pesan firman Tuhan. ujilah segala sesuatu, apakah sesuai dengan firman Tuhan ,ambil yang baik yang buruk tanggalkan. Ujilah-segala-sesuatu-770x330

Berikut ini sejumlah definisi kata mujizat yang saya ambil dari sejumlah referensi.

Dr. Wayne Grudem (Teolog Continuationist Teologi Sistematika):

A miracle is a less common kind of God’s activity in which he arouses people’s awe and wonde and bears witness to himself.
( Terjemahan bebasnya: Sebuah mujizat adalah sebuah tindakan istimewa yang dilakukan Allah yang membuat orang takjub dan heran dengan tujuan untuk memberikan kesaksian tentang diri Allah)
Definisi ini menurut Grudem, lebih baik, karena untuk bisa membedakan mujizat dengan pemeliharaan Allah yang sifatnya umum.

John Mac Arthur ( Pastor Gembala Teolog Cessationist ):
Mujizat adalah peristiwa supranatural yang melawan hukum alam yang tidak bisa dijelaskan secara manusiawi.
418nz3Oh8bL._AC_UL320_SR214,320_arthur

Catatan penting tentang John Mac Arthur seorang pendeta baptis cessationist mengatakan dalam kotbahnya tentang posisinya teologisnya terhadap mujizat yaitu dia percaya semua mujizat yang terjadi di Alkitab, dia percaya Allah masih bisa melakukan mujizat saat ini, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah kata beliau, namun yang dia tentang adalah keyakinan adanya pemberdayaan Allah kepada gereja saat ini khususnya kalangan karismatik pentakosta untuk melakukan mujizat dan pelayanan karunia-karunia Roh Kudus. Dia mengutip Matius 7: 15-20 dan 21-23 untuk menyerang aliran kharismatik. 516qPnP1q1L._SX288_BO1,204,203,200_chaos
Memang Matius 7 : 21-23 sering dipakai oleh kalangan Cessationist yang doktrinnya mujizat tidak berlaku lagi saat ini di gereja modern dan oleh gereja modern setelah Alkitab dikanonisasikan menjadi 66 kitab PL dan PB.

“Pada tahun 363, Konsili Laodikea menjelaskan bahwa hanya Perjanjian Lama (bersama dengan Apokripha) dan 27 kitab-kitab Perjanjian Baru yang dibaca di gereja-gereja. Konsili Hippo (tahun 393) dan Konsili Kartage (tahun 397) juga meneguhkan ke 27 kitab yang sama sebagai kitab-kitab yang memiliki otoritas”

Matius 7: 21-23 adalah ayat-ayat panas yang biasa dipakai untuk menyerang kalangan karismatik pentakosta yang melayani dengan mempraktekkan dan menekankan karunia-karunia Roh Kudus serta baptisan Roh Kudus seperti gereja mula-mula. Apakah maksud sebenarnya dari  Matius 7 : 21-23 adalah Tuhan Yesus melarang pelayanan kharismatik di gereja oleh orang-orang Kristen ? Kalau kita lebih telti lagi melihat konteks sebelumnya pada ayat 15-20 dari perkataan Yesus, sebenarnya Yesus bukan atau tidak melarang pelayanan kharismatik seperti bernubuat, mengusir setan-setan, melakukan mujizat, buktinya justru Yesus pernah mengutus murid-murid-Nya dengan disertai tanda-tanda heran dan mujizat, tapi konteksnya adalah dari  ayat 15- 20 , Yesus memperingatkan adanya atau akan munculnya nabi-nabi palsu di akhir jaman yang walaupun melakukan pelayanan yang supranatutral dan kharismatik dalam nama-Nya bukanlah jaminan bahwa mereka dikenal secara pribadi oleh Tuhan Yesus, malah ditolak. Jadi pesan dari Matius 7 : 21-23 adalah jangan jadikan pelayanan kharismatis supranatural sebagai modus untuk motivasi dan maksud yang tidak benar, yang dikatakan oleh Yesus, “pembuat kejahatan”, misalnya kalau seseorang bernubuat dan mengaku sebagai nabi, tapi nubutannya tidak terjadi, mengada-ngada, motivasinya untuk mendapatkan uang dan popularitas, mengusir setan dan mendoakan kesembuhan orang-orang untuk memperkaya diri dan cari sensasi, pengkultusan individu, dan lebih tragis dari itu nabi-nabi palsu itu mengandalkan dan membanggakan kesuksesan pelayanan kharismatis di dalam nama Yesus di tengah umat sebagai sesuatu yang bisa membuat mereka diterima masuk ke dalam kerajaan Sorga oleh Yesus. Alih-alih masuk sorga dengan prestasi pelayanan yang hebat melainkan ditolak Yesus dan dikatakan  apa yang mereka lakukan bukanlah melakukan kehendak Bapa bahakan dikatakan sebagai pembuat kejahatan. Apa itu melakukan kehendak Bapa menurut saya adalah bukan semata-mata pengakuan dengan kata-kata saja akan ketuhanan Yesus tapi tanpa penghayatan yang benar akan pengorbanan Yesus, atau melakukan berbagai macam perbuatan baik dan pelayanan yang hebat, memiliki karunia dan karakter yang baik, dan menjadikan itu semua sebagai modal atau dasar alasan agar masuk sorga diterima oleh Tuhan (salvationby works), tapi kehendak Bapa yang sejatinya adalah agar kita percaya kepada Injil Yesus saja, in Christ Alone, yang mencakup pengorbanan-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, pembenaran,imputasi, pengudusan sebagai alasan dan dasar mengapa Allah Bapa mengijinkan kita masuk Sorga.

Percaya sepenuhnya kepada Yesus dan karya keselamatan-Nya adalah suatu tindakan ketaatan kepada Bapa”

Oleh karena itu satu hal yang perlu dikritik dari pernyataan Arthur dalam penentangannya terhadap aliran karismatik (buku “Charismatic Chaos” dan terakhir “Strange Fire) adalah generalisasi membabi buta yang seolah-olah menyamakan oknum-oknum kharismatik tertentu di Amerika Serikat yang mungkin memang berlebih-berlebihan dan terlibat dalam kasus penyimpangan etika moral pelayanan dengan hamba-hamba Tuhan dari gerakan aliran kharismatik pentakosta yang sehat, konservatif alkitabiah dan injili secara umum. Dan saya kira masih banyak hamba-hamba Tuhan dari aliran pentakosta kharismatik yang memiliki intgritas, saleh, jujur, mengajarkan ajaran yang sehat, konservatif alkitabiah, injili di seluruh dunia ini yang katanya 1 dari 4 orang Kristen di seluruh dunia yang sekitar 2 miliar adalah orang Kristen Pentaskosta Kharismatik, berarti kasarnya  sekitar 500 juta orang. Oleh karena itu mari kita menjadi orang Kristen Pentakosta Kharismatik yang cerdas, jangan ekstrim dan overacting apalagi “gila-gilaan”, yang mencintai Yesus, berpusat pada Yesus yang terus berubah untuk menjadi seperti Kristus. Kalangan Cessationist yang skeptic sering menyindir orang kharismatik pentakosta sebagai ajaran sesat berdasarkan Matius 7 : 21-23, memang kalau mau jujur dan rendah hati memang ada oknum-oknum tertentu yang ekstrim, maniak, berlebih-lebihan dan manipulative tapi mereka itu tidak mewakili aliran kharismatik yang benar dan sehat, serta dewasa yang selalu berpedoman pada Alkitab apalagi sekarang semakin banyak sekolah-sekolah teologia aliran karismatik yang didirikan. Jangan ada lagi anggapan orang karismatik pentakosta itu anti teologia dan menganggap teologi itu tidak penting.

(Dua buah buku ini dari Brown dan Viola (Teolog Continuationist, yang menentang buku-buku Arthur)

                                  BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENCARI MUJIZAT?
Sehubungan dengan peringatan Yesus tentang bahaya nabi-nabi palsu pada akhir jaman dalam Matius 7: 21-23, maka ada pertanyaan penting yang harus kita jawab, yaitu bolehkah orang Kristen mencari mujizat saat ini? Saya mengutip jawaban dari Wayne Grudem , yaitu boleh saja tapi dengan beberapa catatan berikut ini:

1. Jangan mencari mujizat untuk kepentingan pribadi , misalnya untuk uang, keuntungan, popularitas, pengkultusan pendeta atau reputasi gereja ( Kis 8: 18-20).
2. Jangan mencari mujizat untuk hiburan seperti “show”, pertunjukan, tontonan ( Lukas 23: 8)
3. Jangan melebih-lebihkan tanda-tanda dan mujizat karena itu tidak essential dan menyelamatkan, Injil Yesus Kristus lah yang menyelamatkan (Roma 1: 16)
4. Jangan mencari mujizat dengan semangat seperti orang-orang tidak percaya yang skeptic untuk mencari kelemahan guna mengkritik orang yang mengkotbahkan Injil              ( Matius 16: 1-4).

Mengutip Grudem, bahwa sering ketika Allah bekerja menjawab doa yang hasilnya menakjubkan bagi yang berdoa untuk itu tetapi bagi orang-orang skeptic mujizat itu masih bisa dijelaskan secara alamiah yang memang menolak untuk mengakui karya tangan Allah yang bekerja. Orang-orang yang liberal atheist dan skeptis mengikuti David Hume menyangkal bahwa kesaksian bisa sebagai bukti dari adanya sebuah mujizat, karena pada dasarnya mereka meyakini mujizat itu tidak mungkin. Kaum Liberal atheistis skeptis pasti berusaha menjelaskan secara rasional alamiah peristiwa-peristiwa mujizat yang tertulis di Alkitab, apalagi kalau terjadi saat ini bisa diduga pasti mereka langsung mengatakan itu palsu, sensasi dan rekayasa manusia.

                                          STUDI KATA SINGKAT KATA MUJIZAT

Kata mujizat dalam bahasa inggris Miracle berasal dari bahasa Latin mīrāculum, dari kata mīrārī yang artinya to wonder at, kagum kepada (http: //dictionary.reference.com/browse/miracle). Kata-kata Yunani yang dipakai untuk mengacu kepada mujizat, tanda, atau sign di Alkitab yaitu semeion, kata teras untuk wonder, ajaib, heran, dan kata dunamis untuk kuasa atau power.

             ” Tanda-tanda membangun iman, tetapi Allah adalah isi dari iman itu bukan      tanda-tanda itu”

Kata Semeion yang diterjemahkan menjadi mujizat, tanda atau miracle (Inggris) memilki makna, sesuatu yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatuya, misalnya tanda (sign) rambu lalulintas. Ketika Lazarus yang sudah mati dibangkitkan oleh Tuhan Yesus itulah tanda yang menunjuk kepada keilahian Yesus yang adalah Anak Allah yang berkuasa dan Jurusselamat. Kata Teras, ajaib, heran, wonder, maknanya adalah sebuah peristiwa yang membuat orang kagum dan heran. Kata Dunamis, kuasa atau power, maknanya kuasa untuk melakukan mujizat. Tiga kata ini, Semeion, Teras, Dunamis digunakan di Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjuk kepada mujizat-mujizat Yesus, Para Rasul, gereja mula-mula,       ( PL/Keluaran 7: 3; PB/ Kis 4: 30; 2 Kor 12: 12, dll.)
Ada juga sejumlah penjelasan yang umum dari definisi mujizat yang saya catat, misalnya, mujizat itu adanya intervensi Allah di dunia, Allah bekerja tanpa alat untuk menghasilkan apa yang dia inginkan (bandingkan Yesus memakai alat 5 roti dan dua ikan), sesuatu yang melawan hukum alam, sebuah peristiwa yang tidak mungkin dijelaskan secara alamaiah dsb.

mzl.vmgukpsb

 

Dari sejumlah definisi diatas bisa kita ambil batasan apa yang bisa dinamakan mujizat yaitu: dilakukan oleh kuasa ilahi (Allah), suatu peristiwa yang tidak umum, istimewa, luar biasa, ekstra ordinary , menentang hukum alam, tidak bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan dan secara manusiawi, membuat orang heran dan kagum, tujuannya untuk menyaksikan kebesaran Allah kepada manusia.
                                                 

                                                       APA TUJUAN MUJIZAT ?
Secara maksud dan tujuan teologis dari kata-kata Yunani ini mujizat yang terjadi di Alkitab adalah untuk tanda autentikasi dari Allah untuk membuktikan keaslian dan kebenaran dari Injil, autentikasi ilahi, (Yoh 3: 2, Ibrani 2: 4). Untuk memberi kesaksian kerajaan Allah sudah datang ( Matius 12: 28). Untuk menolong mereka yang kesusahan (Mat 20: 30,34; Lukas 4: 18). Untuk menghilangkan hambatan tantangan-tantangan terhadap pelayanan penginjilan ( Kis 4: 27-31). Untuk memulikan Allah ( Mat 9: 8).Untuk penyembahan dan pengakuan akan kebesaran Tuhan ( Lukas 17: 11-19).Ketika sepuluh orang kusta disembuhkan oleh Tuhan Yesus hanya satu orang datang berterima kasih dan menyembah Tuhan. Ternyata mujizat dalam kisah sepuluh orang kusta tidak menjamin adanya efek iman yang menyembah, dan kemungkinan besar bukan kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia. Artinya apa gunanya kalau seseorang mengalami mujizat kesembuhan tapi tetap tidak mau menyembah Yesus dan bertobat apalagi kalau orang itu tidak disembuhkan, seperti perkataan Yesus yang mengecam beberapa kota yang walaupun sudah melihat mujizat tapi tetap tidak bertobat dan berkabung ( Lukas 10: 13):

“Celakalah engkau  Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

“Mujizat adalah tanda yang menunjuk kepada Yesus, alat yang tujuannya menyembah Yesus”

Saya kira kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, percaya bahwa Yesus menebus dosa-dosanya di kayu salib, dilahirkan kembali, bertobat dari manusia lama menjadi manusia baru dan mengalami pembenaran dan pengudusan oleh anugerah Tuhan dan tentunya kadang kita lupa bahwa pengalaman kerohanian seperti ini adalah esensi dari mujizat ilahi yang menjawab kebutuhan substantif dari kebutuhan rohani manusia. Orang yang mengalami mujizat sekunder secara fisik dan jasmani belum tentu selamat kalau orang itu belum mengalami mujizat transformastif substantif secara rohani yaitu kelahiran baru dan pertobatan serta penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

 

                  “Having Jesus paid all my sins is the most needed miracle for me”

 

 

liburan panjang, Juli, 2016

JS

In Jesus name, Amen.

Di Dunia Tapi Bukan Dari Dunia, Di Dunia Tapi Tidak Duniawi Gaya Hidup Paradoks Orang Kristen Yang Diabaikan

do-not-love-the-world-1-638

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2 : 15-17 )

Kata dunia dalam sejumlah ayat-ayat di Alkitab khususnya Perjanjian Baru ternyata memiliki makna yang penting yang perlu dicermati lebih serius lagi. Tuhan Yesus beberapa kali memakai kata dunia ketika mengajarkan visi misi, orientasi serta identitas warga Kerajaan Sorga kepada murid-murid-Nya. Hasil dari pemuridan Yesus kepada murid-murid-Nya itu diteruskan oleh murid-murid-Nya khususnya mengenai  dunia  kepada jemaat mula-mula dalam surat-surat penggembalaan.. Seperti Yakobus dan Yohanes. Perlu diketahui kata ‘dunia’ yang beberapa kali dipakai oleh Yesus dan murid-murid-Nya adalah terjemahan dari kata Yunani kosmos, dan  world dalam bahasa Inggris. Dalam tulisan ini saya hanya mengutip ayat-ayat dengan kata dunia yang memiliki makna yang sejajar dengan kata ‘dunia” dalam 1 Yohanes 2: 15-17. Dari penyelidikan “konkordansi”singkat secara awam saja bisa saya simpulkan apa yang Yesus Kristus ajarkan kepada murid-muridNya tentang dunia  mempunyai maksud konfrontasi antara Kerajaan dunia dengan Kerajaan Sorga. Dan ketegangan antara dunia dan sorga itu telah dipahami dan dihayati dengan benar oleh para murid-murid-Nya, khususnya dalam tulisan salah satu murid Yesus yaitu Yohanes yang saya bahas disini dan juga satu ayat saya kutip dari Yakobus.

Yesus Kristus dan dunia :
27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14: 27)

18″Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15: 19)

14 “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (Yohanes 17 : 14-15)

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Markus 8: 36)

Yakobus dan dunia :
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidak tahukah kamu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah ( Yakobus 4 : 4)

Rasul Yohanes yang menuliskan ayat ini “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya” kepada jemaat perdana saat itu sekitar tahun 80 M, atau sudah sekitar lebih 2000 tahun yang lalu pastilah di tengah-tengah situasi ‘dunia” yang sangat berbeda dengan situasi ‘dunia’ di abad ke-21 sekarang ini.

Sejarah gereja menuliskan ‘dunia’ di jaman rasul Yohanes dengan gereja perdana yaitu lingkungan budaya Hellenisme dimana filsafat Gnostis , Marcion, Montanisme dan sinkretisme agama kuno, agama Kristen dan filsafat dan sebagainya menjadi budaya “mainstream” saat itu. Filsafat Gnostis mengajarkan pengetahuan manusia adalah yang utama dan tertinggi bukan wahyu ilahi tentunya dan tidak percaya bahwa Allah telah datang ke dunia sebagai manusia yang memiliki daging yaitu Yesus Kristus.

Dunia gereja perdana juga meliputi adanya penghambatan yang dilakukan negara karena orang Kristen menolak menyembah patung kaisar. Gereja perdana dianggap tidak setia kepada kaisar dan Negara. Gereja mula-mula itu mengalami penganiyaan besar-besaran, antara lain pada masa Kaisar Nero (54-68 M), Kaisar Decius (250 M).

Dunia rasul Yohanes dengan gereja perdana adalah dunia dimana orang-orang Kristen disiksa, dibunuh, dipancung, dibakar, diadu dengan binatang buas, dan ada juga yang dibuang ke pulau terpencil, seperti yang dialami rasul Yohanes sendiri yang dibuang ke pulau Patmos. Sejarah gereja mencatat para rasul dan bapak-bapak gereja rela mati syahid demi imannya kepada Kristus, sehingga muncullah buku “Semakin Dibabat Semakin Merambat”, Darah para Martir adalah Benih Gereja.hqdefault

Melihat kembali sekilas sejarah konteks dunia rasul Yohanes dan gereja perdana yang suram itu wajarlah perintah “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya” menjadi terasa bobot urgensinya untuk disampaikan kepada jemaat perdana. Dunia dengan lingkungan budaya fasik yang anti Allah, anti Kristus, anti gereja, anti kebenaran tapi tidak anti dosa, tidak anti kenikmatan fana, tidak anti penyembahan berhala, tidak anti kesombongan manusia kepada Allah sepertinya masih menjadi dunia dari gereja di abad ke-21 sekarang ini. Pesan Rasul Paulus yang pernah juga memerintahkan jemaat perdana, “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia jaman ini…(Roma 12 : 2) memiliki semangat konfrontasi , semangat perlawanan yang sama dengan perintah Rasul Yohanes bagi orang-orang Kristen, tidak hanya di abad pertama tapi lebih lagi di tengah arus jaman dunia sekarang ini, jaman internet, jaman social media, jaman terorisme dan radikalisme agama, jaman gerakan LGBT, jaman HAM, jaman beragamnya gereja-gereja dengan berbagai macam denominasi, aliran, doktrin, jaman dunia yang teknologinya sudah semakin canggih sehingga bisa menjadi keangkuhan bios yang melecehkan kehidupan zoe yang rohani dan kekal.

pokemon-go-heal

facebooklgbt

Jadi apa sebenarnya arti kata dunia  atau kosmos itu? Para penafsir sepakat bahwa kata dunia  yang dimaksud oleh rasul Yohanes disini adalah sistem moral universal yang telah jatuh dalam dosa, nilai-nilai sekuler yang menentang Allah dan firman-Nya.                             Kata dunia disini bukan dalam arti bumi geografis alam semesta ciptaan Allah mula-mula atau manusia-manusianya yang tinggal di bumi seperti kata ‘dunia’ yang dipakai dalam Yohanes 3 : 16. ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmon) ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Atau kata  dunia dalam lirik lagunya Louis Amstrong, ” What A Wonderful World”, dunia yang indah dengan langit biru dan warna- warni pelangi.
Kosmos dalam bahasanya Rasul Yohanes dalam pemahaman kita sekarang kosmos artinya sistem dunia yang berarti mencakup budaya dan produk budaya jaman yang merupakan hasil kreatifitas akal budi manusia bisa berupa pemerintahan, ideology, filsafat, teknologi, music, seni, pengetahuan, olahraga, hiburan, social media, telekomunikasi, bahasa,fashion dan sebagainya. John Piper menuliskan bahwa sistem dunia itu digerakkan oleh dua dorongan, yaitu “ passion pleasure” dan “pride possession” atau kalau boleh saya maknai  berarti sistem dunia yang telah jatuh dalam dosa itu digerakkan oleh semata-mata dorongan atau gairah untuk bersenang-senang (hedonisme ) yang rasul Yohanes katakan keinginan daging dan kenginan mata dan kebanggaan atau kesombongan atas kepemilikan(materialisme) yang dalam bahasanya Rasul Yohanes disebut dengan istilah                             keangkuhan bios (hidup jasmani yang materialistik)

Pertanyaan etika moral penting yang harus dipikirkan oleh para budayawan Kristen yaitu bagaimana bisa membedakan yang mana produk budaya manusia yang anti Allah dengan yang netral, yang mana produk budaya yang ‘kedagingan” dan bersifat “dosa”, atau sejauh mana produk budaya dunia itu bisa membahayakan bahkan menyesatkan iman orang-orang Kristen. Contoh kongkritnya misalnya seberapa jauh orang Kristen bisa menggemari pertandingan sepakbola seperti Piala Eropa, apakah masih tahap wajar mengidolakan bintang sepakbola, sampai mana batas-batasnya hingga tidak jatuh dalam dosa penyembahan berhala yang menduakan Tuhan dan Injil-Nya, seperti fanatisme dengan klub sepakbola tertentu dan sebagainya begitu juga untuk kesenangan dalam bidang –bidang budaya lain seperti music, hiburan, televisi dan film-film, social media facebook, dll. Kesenangan-kesenenangan dunia itu walaupun sepertinya netral kalau tidak dikontrol bisa menyebabkan kita keluar dari fokus orientasi Kerajaan Sorga. Bukankah orang Kristen yang serius dengan imannya meyakini dirinya sebagai warga kerajaan Sorga dengan nilai-nilai dan orientasi hidup yang berbeda dengan warga kerajaan dunia. Segala sesuatu boleh tapi apakah itu membangun dan bermanfaat.

CR7_Getty_3488850

Tentunya kita tidak mau terjebak ke paham Kristen Fundamentalis, yang katanya menyamaratakan semua budaya sekuler itu dosa sehingga tidak boleh ada tv,hiburan bioskop, anti teknologi modern misalnya harus memakai pakaian yang tertutup dan sopan bagi perempuan, wanita tidak boleh pakai celana jeans atau celana panjang harus pakai rok kalau beribadah di gereja, tidak boleh di sekolah public yang mengajarkan teori evolusi Darwin, tidak boleh ada alcohol, rokok dsb. Tentunya juga kita sudah melewati jaman Kristen legalistik dan fundamentalis atau jaman Puritan, walaupun untuk Puritan dan gerakan Pietisme ada warisan rohani yang masih bisa kita teladani saat ini. Dan kita harus berterima kasih untuk legacy bapak-bapak gereja yang telah memberikan keteladanaan kekudusan yang tidak kompromi bagi gereja di masanya.

$(KGrHqFHJF!FJic!U,l(BSciQdZLyQ~~60_35PURITAN GIRL COSTUME

16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
“Anatomi Dosa”

adam
Seandainya manusia itu diciptakan tanpa keinginan dan kehendak bebas mungkin tidak perlu adanya iklan-iklan produk yang menggoda. Tidak perlu adanya propaganda promosi sensualitas pornografi. Tidak perlu terjadinya perselingkuhan dan perjinahan. Tapi Allah menciptakan manusia dengan tubuh ,jiwa ,akal budi dan roh. Dan di dalam jiwa manusia itu ada keinginan-keinginan yang tersembunyi baik itu keinginan wajar yang manusiawi maupun keingingan yang negatif digerakkan oleh nafsu sesaat. Adam dan Hawa diciptakan segambar dan serupa dengan Allah artinya memiliki sifat-sifat seperti Allah yang menciptakan. Manusia ciptaan Allah yang bisa berpikir dan merasa ternyata telah tergoda oleh Iblis yang memancing panca indera mereka yang ingin tahu apa rasanya buah terlarang di Taman Eden itu. Hawa melihat buah itu menarik baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Hawa mengambil buah itu memakannya dan memberikannya juga kepada suaminya Adam               ( Kejadian 3:1-7). Itulah anatomi dosa, itulah kronologis awal mula manusia jatuh dalam dosa. Dari mata turun ke hati timbul keinginan tapi sayang keinginan itu kepada sesuatu yang dilarang dan kehendak bebas manusia memilih untuk mengikuti keinginan yang sudah tahu dilarang. Itulah anatomi dosa (pertama). Makanya esensi dari dosa itu adanya pelanggaran akan perintah Allah.

Rasul Yohanes sebenarnya mau mengingatkan akan bahayanya keinginan-keinginan tersembunyi yang telah tercemar oleh sifat dosa yang ada dalam jiwa manusia. Sistem dunia yang jahat yang diotaki oleh Iblis mempunyai strategi yang sama seperti di Taman Eden untuk menjatuhkan manusia dalam dosa, pelanggaran akan perintah Allah, dengan menggoda panca indera manusia, dengan menggoda hasrat dan keinginan yang terpendam.

Tidak semua keinginan itu jahat atau dosa. Benar. Keinginan daging dalam ayat ini dalam teks Yunani adalah kata keinginan dari kata epithumia, dalam bahasa Ingris diterjemahkan desire atau lust, yaitu keinginan akan apa yang dilarang, desire for what is forbidden (TDNT). Kata daging dari kata Yunani sarkos, kata Inggrisnya flesh, sifat manusiawi dari manusia yang terpisah dari pengaruh ilahi, dan makanya cenderung untuk berdosa dan melawan Allah , the flesh, denotes mere human nature, the earthly nature of man apart from divine influence, and therefore prone to sin and opposed to God. (TDNT).

Rasul Paulus lebih mendetail lagi mengenai apa saja manifestasi dari keinginan daging itu yaitu, Kolose 3 : 5 ,” Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala , dan juga dalam Galatia 5: 19-21, “perbuatan daging telah nyata yaitu, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir,perseteruan,perselisihan, iri hati,amarah,kepentingan diri sendiri,percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Jadi kalau anda masih bingung apakah keinginan mu itu duniawi atau tidak, apakah keinginanmu itu keinginan daging atau rohani yang memuliakan Allah tentunya ayat-ayat ini bisa sebagai referensi untuk bisa membedakan.

Walaupun begitu keduniawian atau menjadi duniawi tidak hanya melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang jelas-jelas tidak bermoral seperti contoh-contoh diatas, tapi juga ketika orang Kristen menjadikan segala sesuatu apakah itu hobbi, benda-benda, uang dan harta, status, jabatan, reputasi,kesenangan-kesenangan,keluarga, olahraga, media social, teknologi dan sebagainya yang bersifat manusiawi dan netral yang bukan Allah mejadi alllahnya, mejadi fokusnya, menyita waktu,energy, perhatian dan gairah serta hasratnya. “Idolatry and Worldliness is when a gift. becomes god and God becomes a gin.”
Peringatan bagi orang Kristen yang terbiasa berdoa kepada Allah dengan sikap menuntut, memaksa, mengklaim agar Allah memenuhi keinginan mereka sendiri mungkin akan rumah,jodoh,pekerjaan, dan sebagainya yang memang bisa jadi relatif antara keinginan dan kebutuhan, seolah-olah Allah itu seperti jin yang siap memuaskankan keinginan dan kebutuhannya. Doa Bapa kami yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridNya, berikanlah kami makanan kami hari ini yang secukupnya, diawali dengan permohonan agar atribut kekudusan Allah dinyatakan dan pengakuan akan otoritas dan kedaulatan Allah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Saya mengutip John Piper , “What is the deepest root of your joy? What God gives to you? Or what God is to you?

Mengutip John Calvin, “The human heart is an idol factory.” Hati manusia adalah sebuah pabrik berhala. Kita bisa menciptakan berhala-berhala dari apapun juga. Apapun keinginan dari hati kita yang tidak berasal dari Allah untuk kemuliaan Allah bisa menjadi sebuah berhala (1 Corinthians 10:31). Jadi apapun itu yang menduakan Tuhan sebagai pusat ibadah, pusat kepuasan, pusat penyembahan ,pusat prioritas bisa menjadi sebuah berhala.Penyembahan berhala itu tidak melulu dalam arti berhala patung tapi apapun itu yang bukan Allah telah menjadi yang utama dan paling penting di dalam hati dan hidup kita, Ketika kita mencari kepuasan dan pelarian serta kekaguman kepada yang bukan Allah itulah maksudnya menjadi duniawi. Itulah mengapa perintah “Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ditawarkannya berupa keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup’ adalah peringatan keras agar orang Kristen tidak jatuh dalam penyembahan berhala, lebih mencintai yang bukan Tuhan daripada cinta kepadaTuhan yang adalah sumber keselamatan, penebus dosa kita, Bapa yang kekal yang kita adalah anak-anak-Nya oleh Yesus Kristus.

Menyalurkan keinginan boleh-boleh saja tapi jangan keinginan akan apa yang dilarang. Ingat perintah Allah ke-10, Jangan mengingini milik sesamamu ! Apalagi istri tetangga mu. Berita yang paling cepat diklik di media online biasanya berita tentang perselingkuihan, sepertinya makin sering terjadi di jaman ini, dtambah lagi judul beritanya dibuat seperti judul sinetron dan vulgar, “Istri ketahuan selingkuh dengan teman suami di sebuah hotel, bersembunyi di dalam lemari”. Perselingkuhan telah menjadi komoditi berita yang digemari bahkan menjadi inspirasi bagi lagu-lagu cinta yang mewajarkan perselingkuhan dan tidak perlunya kesetiaan.
Orang Kristen yang dewasa akan mempunyai keinginan-keinginan yang memuliakan dan untuk Allah, dari yang paling sederhana sekalipun apakah itu keinginan makan, belajar, menikah, liburan, menabung, perlombaan dll. Jadi bukan semata-mata tidak boleh melakukan dan memiliki keinginan-keinginan dosa tapi juga lebih dalam dari itu apakah kita memiliki keinginan-keinginan yang motivasinya adalah untuk Allah, seperti makan untuk Allah, menikah untuk Allah, menonton untuk Allah, olahraga untuk Allah, bermain untuk Allah, tidur untuk Allah, liburan untuk Allah, menulis untuk Allah, melayani untuk Allah, bekerja untuk Allah dsb. Jika engkau (ingin) makan atau minum lakukanlah itu untuk kemuliaan Allah jika tidak untuk kemuliaan Allah jangan lakukan.

Keinginan mata dari phrasa Yunani ,epithumia ton ophthalmon , the lust of the eyes (Inggris). Mata mempunyai keinginannya sendiri. Mata adalah jendela dari jiwa. Ada mata sebagai panca indera, ada mata pikiran dan mata hati. Secara negatif keinginan mata disini dimaknai sebagai nafsu akibat rangsangan visual (visual stimulus) yang mendorong keinginan daging .
Produk budaya dunia apa yang paling giat merangsang keinginan mata kalau bukan televisi, social media,facebook, film-film, gambar-gambar baik itu berbasis kertas atau digital. Amsal bilang mata tak pernah puas melihat. Ketika televisi sepertinya sudah menjadi wajib ada apalagi dengan maraknya parabola dan tv kabel di setiap rumah, akibatnya keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Ketika internet sudah tersedia di gadget canggih selama 24 jam maka keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Pornoaksi, pornografi, dan sejenisnya baik melalui media televisi maupun internet telah memakan banyak korban tidak terkecuali otang-orang Kristen. Bahkan ada riset di Amerika Serikat yang menemukan ada sejumlah pastor yang mengakui telah kecanduan pornografi, bahkan mendaftar jadi anggota chatting kencan online. Saya menghimbau para pendeta agar lebih sering mengkotbahkan tentang ‘keinginan mata” ini di mimbar. Sudah banyak korban akibat keinginan mata yang terus dirangsang akibatnya memperkosa, mencuri, membunuh, berselingkuh dan sebagainya. Visual stimulus semakin dimanjakan di dunia jaman digital ini sehingga perlunya kotbah-kotbah yang tegas untuk disiplin penguasaan diri dari hawa nafsu sesaat.

Keangkuhan hidup dari phrasa Yunani,alazoneia tou biou, the pride of life (Inggris). Keangkuhan atau alazoneia kesombongan yang tidak bertuhan dan kosong akan yang ada di dunia , kata hidup dari  kata bios, yaitu  hidup yang bertahan dengan mengandalkan sumberdaya , kekayaan, benda-benda. Hidup Bios yang fana selalu dikontraskan dengan hidup Zoe yang kekal dalam ajaran Tuhan Yesus. Bios hidup yang jasmani, materialitis, kebendaan, sementara, dipertentangkan dengan Zoe hidup rohani yang kekal dan abadi yang mengandalkan Tuhan dan anugerah dari Tuhan.
Keangkuhan hidup itu paling baik diilustrasikan oleh Yesus yaitu tentang orang kaya yang bodoh dalam Lukas 12: 16-25. Keangkuhan hidup berarti kesombongan akan kepemilikan benda-benda duniawi yang didapat dengan tanpa mengandalkan Tuhan atau tanpa Tuhan. Ukuran kesuksesan secara materi, jabatan dan kekayaan adalah nilai yang ditawarkan oleh Iblis dengan system dunianya baik itu secara humanis maupun demonic. Sukses karena kepintaranku. Orang-orang Kristen bisa terjebak dengan nilai-nilai kesuksesan duniawi ini yang sepertinya tidak dosa, dan menganggap orang Kristen itu pasti sukses, kaya dan popular di dunia, dan orang Kristen yang miskin itu berarti kena kutukan Tuhan. Saat ini tampaknya dunia telah mempengaruhi gereja dengan ideology kesuksesannya, “American Dream”nya daripada gereja telah mempengaruhi dunia dengan Injil-Nya, yang mengajarkan orang Kristen itu harus siap menderita karena Salib, menyangkal diri, dan memikul salib. Sistem dunia mengajarkan pemuasan diri, self fulfillment, pesan Injil mengajarkan penyangkalan diri, self denial.
Dunia bukan rumah kita, kita hanya numpang lewat. Kita merindukan bertemu Tuhan di kota yang akan datang, Yerusalem baru, langit baru dan bumi baru.

17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Itulah mengapa pesan Yesus kepada murid-murid-Nya di abad pertama masih relevan bagi kita murid-murid-Nya di abad ke-21 ini “ Di dunia tapi tidak dari dunia”, yang saya tafsirkan begini bahwa kita orang-orang Kristen walaupun masih di dunia, keberadaan fisik kita tapi kita telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus sehingga pikiran ,jiwa dan hati kita tidak duniawi dalam arti paradigma, system berpikir kita, selera kita, cita rasa, ambisi, passion, tujuan hidup, etika moral dan orientasi hidup benar-benar berbeda secara hitam putih, tegas dan jelas dengan sistem berpikir ideologi filsafat dunia yang jahat yang sudah jatuh dalam dosa seperti hedonisme, humanisme, atheis, materialism dsb.
Gaya hidup paradoks orang Kristen, sebagai budaya tandingan dalam arti di dunia tapi tidak dari dunia, di dunia tapi tidak duniawi, didalam arus laut dunia diantara ikan-ikan lain yang asin, ikan-ikan orang Kristen tetap tidak asin atau terkontaminasi. Itulah ketegangan dan konfrontasi orang Kristen yang tetap harus dijaga tensinya tetap tinggi, kalau tidak mau dikatakan kita mengasihi duinia ini dan apa yang ditawarkanya, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, sehingga kita menjadi orang-orang Kristen yang munafik dan kerohanian yang berkepribadian ganda. Adalah tidak mungkin mengasihi dunia dan mengasihi Bapa bisa ada bersama-sama (coexist) dalam waktu yang bersamaan, tidak mungkin!. Mungkin bagi orang Kristen budaya, Kristen karena kelahiran, mungkin bagi Kristen nominal yang terdaftar menjadi anggota gereja tapi belum lahir baru, mungkin bagi orang Kristen kompromi , yang tidak dingin tidak panas, suam-suam kuku, luke warm church. Seperti kata Yesus bahwa tidak mungkin seseorang bisa mengabdi kepada dua tuan, kepada Allah dan kepada Mammon. Dia pasti akan mengasihi atau membenci yang satunya.
Cinta akan dunia ini akan mengaburkan cinta akan Bapa sebaliknya cinta akan Bapa akan mengaburkan cinta akan dunia ini. Keduanya tidak mungkin ada bersama-sama, hal yang demikian bisa diartikan spiritualitas yang mendua. Kalau seseorang mengatakan dia mengasihi Bapa sementara mengasihi segala sesuatu yang bukan atau bertentangan dengan kehendak Bapa seperti keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup yang adalah produk budaya dari sistim dunia yang atheis dan dosa berarti orang itu telah menipu dan membohongi hati nuraninya sendiri.

Mengapa orang Kristen yang serius dengan imannya tidak boleh menginvestasikan semua sumberdaya yang diberikan Allah kepadanya ke dalam kapal Titanik dunia? Tentunya kita sudah diperingatkan oleh raul Yohanes bahwa kapal Titanik dunia itu sudah bocor dan pasti akan tenggelam dengan segeala kegemerlapannya. Ini bukan mengajarkan cara berpikir “hall empty glass mentality”, mental gelas setengah kosong, fatalisme, negative thinking, atau pesimis dengan dunia ini. Tapi suatu peringatan dan kejelasan akan identitas serta orientasi orang Kristen mengapa ada di dunia ini yaitu melakukan kehendak Allah Bapa dan memuliakan-Nya.

titanickapal nuh

KAPAL TITANIK                                                             BAHTERA NUH

Selain itu rasul Yohanes juga bermaksud memberikan argumentasi yang jelas mengapa orang Kristen dilarang mencintai dunia ini dan menjadi duniawi. Siapa yang mau tenggelam bersama kapal Titanik dunia ini yang sudah bocor silahkan saja tapi siapa yang menolak untuk ikut tenggelam dan lebih memilih mengikuti naik kapal Nuh sorgawi pasti tetap akan hidup selama-lamanya dalam arti tempat di sorga, keadaan yang aman dan sejahtera di sorga dan dalam waktu yang tetap kekal selama-lamanay bersama Bapa di sorga. Bukankah itu ” half full glass faith mentality” yang optimis dan berpengharapan sorgawi?

0326_BRLO_goodfriday_1

I have deciced to follow Jesus. The world behind me, the cross before me
The world is not my home, I’m just passing through. In Jesus name, Amen.

Liburan panjang, Juli 2016

Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

CATATAN MURID KRISTUS

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan James Baker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina…

Lihat pos aslinya 1.253 kata lagi

Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan Jim Bakker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan ( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu/ Sumber Wikpedia),  tapi dari segi metodelogi hermeneutic yang dia terapkan dalam kotbah-kotbahnya  guna membangun suatu teologi yang kemudian populer disebut teologi kemakmuran.  Setelah saya menyimak pengakuannya yang dia buat setelah dia keluar dari penjara, saya simpulkan kesalahan hermeneutik dan homiletic dari James Baker yaitu :

1.  1.Menafsirkan ayat-ayat Firman Tuhan menurut selera sendiri tanpa melihat konteks dan langsung menafsirkannya dari bahasa Inggris tidak meneliti dahulu arti dari bahasa aslinya ( Perjanjian Lama : Ibrani; Perjanjian Baru :Yunani)

Contohnya  seperti yang dia katakan tentang  bagaimana dia memakai ayat-ayat  dalam 3 Yohanes 1: 2 yang berbunyi  ,  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (TB)

Dalam Alkitab teks Inggris (NKJV) .”  Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers.

 Teks AV , “Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth.”

Jim Bakker : “ Saya selalu mengutip 3 Yohanes 2: 1 berbunyi “”Above all things God wants you to prosper.”. ( Diatas segalanya Allah menginginkan kamu untuk makmur). Saya suka ayat itu. Kelihatanya hebat kalau ditampilkan di layar televisi ketika kamu sedang mencari dana dan saya menafsirkan ayat itu artinya  Allah ingin kamu jadi kaya.

Namun ketika saya memahami kata-kata Yohanes (pen: setelah dia betobat) sekarang penafsiran itu tidak masuk akal. Saya mencomot kata “prosper (makmur) begitu saja terpisah dari kata Yunaninya dan ternyata kata itu (prosper) terdiri dari dua kata yaitu “good or well (baik) dan kata yang keduanya yaitu “journey”(perjalanan). Itu adalah sebuah kata progresif, jadi itu seperti sebuah perjalanan. Jadi beginalah maksud Yohanes yang sebenarnya “, ”Beloved, I want you to have a good journey through life as your soul has a good journey to heaven.”  ( Saya terjemahkan bebas, “Saudara terkasih, Saya ingn kamu baik-baik dalam perjalanan melewati hidup sama juga jiwamu baik-baik dalam perjalanan menuju sorga”. Ini adalah sebuah salam sapaan! ( a greeting)). Membangun teologi diatas itu (pen: sebuah salam sapaan maksudnya) adalah seperti membangun gereja diatas  salam sapaan , “Have a nice day” (pen: Semoga harimu  menyenangkan).

“Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya – bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya – secara harfiah!(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Berikutnya Jim Bakker menceritakan bahwa waktu dia bertobat dia mulai melihat semua ayat-ayat yang dia gunakan dalam ajaran kemakmuran, seperti , ”Give and it shall be given unto you” ( terj: Berilah maka itu akan diberikanya kepadamu). Ketika saya meletakkan ayat itu kembali kepada konteksnya, saya menemukan bahwa Yesus mengajarkan ayat itu tentang pengampunan bukan tentang uang (pen: dulu dia mengajarkan ayat itu tentang uang). Yesus mengajarkan bahwa dengan ukuran yang sama kita  mengampuni begitu juga kita akan diampuni.

Jim Bakker menemukan arti  yang sebenarnya dari phrasa “hidup yang kelimpahan” dalam Yohanes 10: 10b di penjara

10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Berikut ini kesaksian Jim Bakker yang menemukan arti perkataaan Yesus “hidup yang kelimpahan”  (Yoh 10: 10b) dan mengajarkannya kepada temannya di penjara.

. “Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?” tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah” . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari  kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk “hidup” digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan “hidup dalam roh  dan jiwa” bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, “Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda.”

“Hei, ayat yang ini  tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi,” kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. “Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya…(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Saya  sendiri pernah menemukan renungan dari guru injil kemakmuran yang menghubungkan kata  “kelimpahan” dari Maleaki 3: 10 tentang perpuluhan dengan kata “kelimpahan” di Yohanes 10:10b, pastinya guru injil kemakmuran itu mau menekankan “kelimpahan” dalam arti materi yang melimpah kalau memberi perpuluhan. Ini namanya model penafsiran “konkordasi”. Bayangkan saja berapa banyak jiwa-jiwa yang awam akan Alkitab telah dimanipulasi sengaja ataupun tidak sengaja gara-gara malpraktek hermeneutik dan homiletik ayat-ayat Alkitab di buku-buku renungan ataupun  di mimbar.

Berikutnya kesalahan Jim Bakker  yang kedua yaitu:

2.   2. Mengambil bahan kotbah dari orang lain yang langsung dikotbahkan

Saat  ini dengan banyaknya sumber-sumber bahan-bahan kotbah yang bisa diambil dari internet secara gratis, kebiasaan “copy paste” dan plagiat tanpa mempelajari ayat-ayat itu secara langsung di Alkitab, tanpa menganalisa dan menafsirkan dengan mandiri sesuai prinsip-prinsip hermeneutik yang benar sudah menjadi kebiasaan dikalangan pengkotbah injil modern. Apalagi kalau buku-buku dan kotbah-kotbah itu dari pengkotbah-pengkotbah yang terkenal dan “trendy” “megachurch pastors” para pengkotbah pemula biasanya langsung jiplak saja tanpa menganalisa baik-baik. Kesannya sekarang ini berkotbah itu gampang dan tidak perlu susah-susah belajar, “yang penting merasa terpanggil, “dipenuhi Roh Kudus,” asal comot ayat, langsung berkotbah”.  Ini menjadi peringatan bagi setiap kita yang aktif dalam kotbah untuk tidak mengulangi kesalahan sama yang telah dilakukan James Baker, seperti pengakuannya berikut ini.

Jim Bakker : “Saya telah mengambil kotbah-kotbah dari orang lain. Alkitab telah memperingatkan tentang gembala-gembala yang mendapatkan kotbah dari orang lain. Saya kira mengapa saat ini kita mendapatkan injil yang lain dan Yesus yang lain yang dikotbahkan karena orang-orang telah mengambil kotbah-kotbah dari orang-orang lain dan ajaran-ajaran motivasi. Banyak ajaran-ajaran yang ada saat ini adalah ajaran motivasi semata dengan ditaruh sedikit ayat-ayat Alkitab. – Source: The Re-education of Jim Bakker http://www.apologeticsindex.org/graphics/offsite.jpg, ChristianityToday.com, Dec. 7, 1998

Kita semua yang terlibat dalam pelayanan pengajaran Alkitab, apakah itu kotbah di mimbar, komsel, kebaktian-kebaktian rumahtangga dsb, tidaklah terlepas dari kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat  Firman Tuhan. Ketika kita tahu apa yang kita ajar itu ternyata salah dan tidak alkitabiah cepat-cepatlah bertobat sebelum fatal akibatnya bagi jemaat dan kita sendiri. Kuncinya kita harus mau rendah hati terus belajar dan belajar, tidak meremehkan doa ketika mempersiapkan kotbah, jangan menganggap kotbah kita sudah paling benar, jangan malas menggali isi Alkitab, sumber-sumber referensi Alkitab yang bisa dipercaya dan berwibawa. Bertekunlah dalam semuanya itu. Kotbahkan Yesus Kristus yang menebus dosa manusia, kotbah-kotbah yang berpusat pada Yesus, sebagai tema besarnya,  tema-tema tentang menyangkal diri, pikul salib, pertobatan dari dosa-dosa, misi dan penginjilan bukan melulu pengalaman pribadi, cerita-cerita motivasi semata, mengiming-imingi jemaat “berkat melimpah” apalagi kotbah tentang politik, “kampanye terselubung” di mimbar.

Ingatlah pesan Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius,

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

( 1 Tim 4: 16)

 

Keep  On Discerning!

05 Juli 2015

JS

 

 

 

Perhatian bagi Para Pengkotbah Injil akan Penafsiran Dangkal dari Injil Kemakmuran

CATATAN MURID KRISTUS

PROSPERITY 2

Rasul Paulus menasehatkan Timotius, anak rohaninya, seorang penginjil muda untuk berhati-hati dalam mengajarkan Injil kepada jemaat. Ada beberapa ajaran sesat pada masa itu yang harus diwaspadai oleh Timotius sebagai seorang penginjil, pengkotbah dan pemimpin jemaat yang masih muda. Jangan sampai Timotius membiarkan ajaran-ajaran sesat itu meracuni jemaat apalagi ikut mengajarkannya. Paulus berpesan,  ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

Beberapa ajaran sesat yang bertentangan dengan injil yang benar dan sehat dalam surat Rasul Paulus itu antara lain ajaran dongeng dan silsilah, takhyul, hukum Taurat menggantikan injil anugerah  untuk mendapatkan keselamatan, melarang orang kawin, ajaran kebangkitan orang Kristen sudah berlangsung ( Himeneus dan Filetus). Paulus juga memperingatkan,

‘ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-keinginannya, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng( 2 Tim 4: 3-4).

 

Bagaimana dengan konteks gereja saat ini? Ajaran-ajaran…

Lihat pos aslinya 3.735 kata lagi

Perhatian bagi Para Pengkotbah Injil akan Penafsiran Dangkal dari Injil Kemakmuran

PROSPERITY 2

Rasul Paulus menasehatkan Timotius, anak rohaninya, seorang penginjil muda untuk berhati-hati dalam mengajarkan Injil kepada jemaat. Ada beberapa ajaran sesat pada masa itu yang harus diwaspadai oleh Timotius sebagai seorang penginjil, pengkotbah dan pemimpin jemaat yang masih muda. Jangan sampai Timotius membiarkan ajaran-ajaran sesat itu meracuni jemaat apalagi ikut mengajarkannya. Paulus berpesan,  ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

Beberapa ajaran sesat yang bertentangan dengan injil yang benar dan sehat dalam surat Rasul Paulus itu antara lain ajaran dongeng dan silsilah, takhyul, hukum Taurat menggantikan injil anugerah  untuk mendapatkan keselamatan, melarang orang kawin, ajaran kebangkitan orang Kristen sudah berlangsung ( Himeneus dan Filetus). Paulus juga memperingatkan,

‘ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-keinginannya, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng ( 2 Tim 4: 3-4).

 

Bagaimana dengan konteks gereja saat ini? Ajaran-ajaran sesat seperti apa yang harus diwaspadai oleh pengkotbah-pengkotbah Injil di abad ke-21 ini? Siapakah yang berwenang untuk memfatwakan ajaran A sesat, ajaran B benar? Buku-buku sejarah gereja dengan aliran-aliran gereja mungkin bisa menjawab pertanyaan luas  ini, misalnya adanya ajaran yang menentang  doktrin-doktrin ortodoks gereja secara universal, seperti Tri Tunggal, Keilahian Yesus Kristus, Alkitab wahyu Allah dll. Ajaran-ajaran yang menentang doktrin-doktirn utama gereja universal bisa kita deteksi dengan segera, apalagi sudah banyak para teolog yang membahasnya.

 

INTERPRETASI ITU PENTING !

Yang menjadi sulit adalah ketika ajaran itu tidak menentang doktrin-doktrin utama Kristen, memakai Alkitab, berdoa dalam nama Tuhan Yesus, percaya Tri Tunggal, menyanyikan lagu-lagu rohani yang memuliakan Yesus bahkan aktif dalam pemberitaan Injil dan menolong yatim piatu dan orang miskin, tetapi tidak benar  dalam menafsirkan dan mengaplikasikan ayat-ayat tertentu dalam Alkitab, menafsirkan ayat-ayat tanpa melihat konteks dan latar belakang, tata bahasa, metode hermeneutic yang benar, “memperkosa ayat agar menurut agenda sendiri”, alegoris,spritualisasi, mistik, pengalaman pribadi dijadikan doktrin universal, mencomot ayat-ayat sesuai selera untuk membuktikan tanpa memperhatikakan konteks (proof texted) ,menekankan bahkan melebih-lebihkan hal-hal yang tidak essensial bukannya Injil Keselamatan Yesus Kristus  yang menekankan tranformasi rohani,dosa dan pertobatan, penderitaan memikul salib, menyangkal diri dan kekekalan.

 

Salah satunya ajaran yang “sepertinya tidak ada “masalah teologis” dan  menghasilkan gereja-gereja besar dengan ribuan jemaat yang dipimpin pendeta-pendeta kesohor dan kaya,

yaiitu Injil Kemakmuran atau “Prosperity Gospel”. Kita tidak mempermasalahkan besarnya gedung gereja, semaraknya music mereka, atau apapun itu yang sifatnya fisik, semua itu tidak essensial tapi ajaran dari Alkitab yang dikotbahkan di  mimbar yang jadi makanan pokok warga gereja itu yang sangat penting untuk diperhatikan. Makanan rohani apa yang diberikan bagi jemaat itulah yang harus kita cermati dengan hati-hati. Bagaiamana ayat-ayat Firman Tuhan ditafsirkan dan dikotbahkan di mimbar itulah yang harus diperhatikan baik-baik.

 

Berikut ini  saya kutip pendapat beberapa teolog senior tentang definisi  dari apa yang dimaksud dengan Injil Kemakmuran.

Ir. Herlianto, M.Th. mendefinisikan apa itu teologi sukses: “teologi yang menekankan bahwa Allah kita adalah Allah yang maha besar, kaya dan penuh berkat dan manusia yang beriman pasti akan mengalami hidup yang penuh berkat pula, kaya, sukses dan berkelimpahan materi” Ajaran demikian memang menarik karena menawarkan kepada manusia ajakan untuk menyembah ALLAH dan tetap mencintai MAMON, suatu bentuk pandangan hidup yang mendua yang praktis dan populer pada masa kini.

David W Jones ( Professor Etika Kristen) :

 “Injil Kemakmuran mengajarkan bahwa Allah menginginkan orang-orang percaya sehat jasmaninya, kaya materinya, dan berbahagia. Guru-guru Injil Kemakmuran mendorong para pengikut mereka untuk mendoakan bahkan menuntut berkat materi dari Allah.”

John Piper ( Pastor dan Teolog):

What I mean by the prosperity gospel is a teaching that emphasizes

Gods aim to make believers healthy and wealthy in this life, while it overlooks

or minimizes the dangers of wealth, the biblical call to a wartime

mindset, and the necessity and purposes of suffering.

Terjemahan bebasnya:  Apa yang saya maksud dengan “injil kemakmuran” adalah sebuah ajaran yang menekankan tujuan Allah adalah untuk membuat orang-orang percaya sehat dan kaya dalam hidup ini, sementara itu mengabaikan atau meminimalisir bahaya-bahaya dari kekayaan, panggilan alkitabiah untuk pola pikir waktu perang, dan pentingnya dan tujuan dari penderitaan.

 

Kesalahan Khas dari Injil Kemakmuran :

“Yang minor jadi major, yang major jadi minor.

Yang sekunder jadi primer, jang primer jadi sekunder.

Yang non-essensial jadi essensial, yang essensial jadi non-essensial”

Maksudnya adalah inti  dari pengajaran Injil yang benar adalah kekekalan, kerohanian, itulah yang menjadi penekanan utama dari Yesus, begitu juga kita sebagai guru-guru Injil, sementara soal makanan, minuman dan pakaian keuangan, kesehatan adalah “tambahan”  yang sifatnya “duniawi” jangan dijadikan focus kotbah-kotbah di mimbar bukan berarti itu semua yang sifatnya duniawi atau sementara tidak kita butuhkan. Dalam bahasanya Yesus begini,  “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranya maka semuanya itu(makanan,minuman,pakaian = kebutuhan dasar manusia) akan ditambahkan kepadamu (Matius 6: 33). Maksud Yesus dalam ayat ini adalah kalau mau menjadi murid Yesus yang paling penting atau primer (first) adalah kerohanian yang sifatnya kekal yang terkandung dalam Injil Kerajaan Allah tetapi yang sifatnya jasmani (makanan,munuman,pakaian) adalah sekunder  tidak perlu dikhawatirkan berlarut-larut,bukan berarti kebutuhan jasmni itu tidak penting.

 

Beberapa ayat Alkitab yang ditafsirkan menyimpang untuk memenuhi agenda Injil Kemakmuran: ( Diterjemahkan bebas  dari tulisan David W Jones dan saya tambahkan beberapa kalimat dan ayat untuk memperjelas.)

 

1.      Perjanjian Abraham dalam Kejadian 12, 15, 17,22 adalah satu dari dasar-dasar teologis Injil Kemakmuran.

 

           Kejadian 12:2-3 

2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

3  Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Kejadian 15:5 

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

 

Menurut  David W Jones, seorang professor etika Kristen, kesalahan-kesalahan dari pengajar-pengajar IK adalah mengajarkan tujuan utama dari perjanjian Allah dengan Abraham adalah agar Allah memberkati Abraham secara materi. Karena orang-orang percaya sekarang adalah anak-anak rohani Abraham maka kita telah mewarisi berkat-berkat finansial  ini.Masih menurut David W Jones, contohnya Kenneth Copeland dalam bukunya “The Laws Of Prosperity” (1974)” Karena Perjanjian Allah telah ada dan kemakmuran itu adalah penyedeiaan dari perjanjian ini, sadarilah kemakmuran adalah milikmu sekarang.” Untuk mendukung klaim ini, guru- guru IK suka mengutip Galatia 3: 14 yang mengacu kepada :berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain dalam Yesus Kristus”, ditafsirkan sebagai berkat-berkat materi, tapi mengabaikan bagian setengahnya yang kedua  bahwa” oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (berkat keselamatan rohani oleh Roh Kudus). Itulah yang dimaksudkan Paulus bukan berkat kekayaan materi.

 

2.      Penebusan Yesus meluas sampai ke “ dosa” kemiskinan materi (2 Korintus 8:9)

Injil Kemakmuran mengklaim bahwa “ kesembuhan jasmani dan kemakmuran financial telah disediakan dalam penebusan, contohnya pernyataan dari Copeland

 “ prinsip dasar kehidupan Kristen adalah menegetahui bahwa Allah meletakkan dosa kita, penyakit, sakit, kesusahan. duka, dan kemiskinan kepada Yesus di Kalvari”

Ayat-ayat tentang penebusan yang salah ditafsirkan misalnya 2 Korintus 8:9 yang berbunyi , 9  Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Ayat-ayat ini ditafsirkan secara dangkal seolah-olah Paulus mengajarkan tentang peningkatan kekayaan materi bagi orang-orang percaya sebagai bagian dari Penebusan Yesus.

3.      Orang Kristen me\\[\\\\\]mberi agar mendapatkan kompensasi materi dari Allah 

( Markus 10: 30)\b

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Satu dari ciri-ciri yang paling menonjol dari guru-guru injil kemakmuran adalah perasaan yang mendalam dalam memberi. ‘Kemakmuran sejati adalah kemampuan menggunakan kuasa Allah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia.Kita dipanggil untuk memberitakan Injil ke dunia”. Pernyataan-pernyataan demikian sepertinya mulia dan tulus tetapi yang menjadi motivasi pendorongnyan adalah “hukum kompensasi” berdasarkan Markus 10: 30. Orang Kristen haruslah memberi dengan murah hati kepada sesama karena ketika mereka melalukannya Allah mengembalikannya lebih banyak. Ini menjadi sebuah siklus kemakmuran yang selalu meningkat. Beri 10 $ dan terima 1000 $ dan terima 100.000 $ seperti yang diajarkan seorang pengkotbah injil kemakmuran. 

Yesus mengajarkan kalau memberi jangan harap kembali ( Lukas 10: 35), …  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Tapi pengkotbah injil kemakmuran mengajarkan  alasan memberi karena akan mendapatkan ganti yang banyak. Menabur sedikit menuai sedikit, menabur banyak (konteks uang) , menuai banyak. 

 

4.      Iman adalah kuasa rohani yang lahir dari diri sendiri, yang membawa kepada kemakmuran.

 

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” ( Matius 9: 29)

 

…”  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.’ ( Roma 3: 22)

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” ( Ibrani 11: 1)

Iman menurut doktrin Kristen ortodoks adalah menjadi percaya kepada pribadi Yesus Kristus. Guru-guru injil kemakmuran mengajarkan sangat berbeda yaitu “ iman adalah sebuah kekuatan roh, sebuah energy roh, sebuah kuasa roh. Kuasa imanlah yang membuat hukum-hukum dunia roh itu berfungsi”. Jadi menurut teologi kemakmuran iman bukanlah kehendak yang berpusat pada Allah, pembenaran Allah, tetapi kuasa roh tindakan manusia yang ditujukan pada Allah. Apalagi mengajarkan iman yang terutama untuk mendapatkan materi bukannya pembenaran dihadapan Allah.

5.      Doa adalah alat untuk memaksa Allah untuk mendapatkan kemakmuran

( Yakobus 4: 2)

Para pengkotbah injil kemakmuran sering mengajarkan ‘ kita tidak memperoleh apa-apa karena kita tidak berdoa ( Yak 4: 2). Mereka mendorong kita berdoa untuk mendapatkan kesuksesan pribadi dalam semua area kehidupan.

Apakah salah untuk mendoakan berkat-berkat pribadi? Tentunya tidak. Kesalahannya adalah terlalu menekankan, melebih-lebihkan peran manusia, menjadikan doa sebagai alat yang bisa digunakan untuk memaksa Allah untuk memberikan keinginan hawa nafsu semata. Padahal di ayat berikutnya ditegaskan

(Yakobus 4: 3) bahwa  Allah tidak menjawab doa-doa egois yang tidak menghormati nama-Nya

 

       Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

 

Injil kemakmuran menjadikan hubungan Allah dan manusia sebagai “a quid pro quo transaction”. Allah direduksi menjadi sejenis “cosmic bellshop” yang hadir untuk kebutuhan dan keinginan ciptaan-Nya ( James Goffs).

 

Berikutnya saya tambahkan beberapa lagi ayat yang ditafsirkan menurut agenda injil kemakmuran. Kesalahan yang paling mendasar dari injil kemakmuran yaitu digerakkan oleh hermeneutic yang cacat.

KISAH AYUB  dalam AYUB  1: 8-10.

 

“Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.” ( Ayub 1: 10)

 

Pengkotbah injil kemakmuran bisa menginterpretasikan kisah Ayub seperti ini  yaitu  Ayub adalah seorang yang saleh setiap hari memberikan persembahan korban kepada Allah. Iblis tahu bahwa ketika Ayub memberi itu Allah menaruh pagar perlindungan disekelilingnya dan hartanya. Makanya, kita harus juga memberi supaya kita diberkati dan harta kita biisa dilindungi dari Iblis dengan pagar perlindungan dari Allah.Dan kalau kita tekun berdoa seperti Ayub maka Tuhan akan memberikan dua kali lipat dari segala kepunyaan kita yang hilang. Model interpretasi seperti ini ciri khas dari pengkotbah-pengkotbah injil kemakmuran yaitu membaca aya-ayat sekilas dan langsung bergerak dari teks ke aplikasi individual.

 

Padahal sebenarnya pesan penting dari kisah Ayub adalah sekalipun kita menderita, semua harta kita hilang, terkena sakit penyakit, anggota keluarga meninggal karena musibah, kita tetap setia kepada Tuhan dan tidak menghujat Tuhan. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan. Mengutip Steven Morales yang menjelaskan bahwa Kitab Ayub bukanlah sebuah kisah tentang bagaimana Setan menyerang Ayub untuk merampas kekayaannya hanya agar Allah membalikkan serangan Setan dan mengubahnya jadi berkat. Itu adalah tentang seorang laki-laki yang setia kepada Allah diuji dan meskipun dia tidak mengerti alasan-alasan kehlangan-kehilangannya, dia tidak pernah ragu akan kebaikan Tuhan ( Ayub 13:5). Itu adalah tentang seorang laki-laki yang mengasihi Allah meskipub dia kehilangan semua hartanya di bumi dan anak-anaknya. Itu tentang penderitaan ( Ayub 1: 13-22) dan tentang Allah yang tetap kita percayai sekalipun mengalami kehilangan segalanya.

DOA YABEZ  dalam 1 Tawarikh 4: 9-10    

9  Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”

10  Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

 

Bruce Wilkinson seorang pendeta protestan menulis buku tentang doa Yabez pada tahun 2000 yang kemudian menjadi buku yang sangat laris sampai lebih dari 4 juta kopi di Amerika Serikat saja. Saya perkirakan buku Doa Yabez lebih laris dari pada buku-buku tentang doa Bapa kami, doa yang secara jelas  harus orang percaya doakan seperti  yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

 

Doa Yabez itu sendiri tidaklah salah dan merupakan firman Allah yang harus kita hormati, yang menjadi masalah ialah bagaimana kita mendoakan doa Yabez dan dalam konteks tulisan ini yaitu bagaimana kita menafsirkan dan mengkotbahkan doa Yabez di mimbar.

 

Saya mengutip tulisan David Schrock Phd  tentang kesalahan dalam menafsirkan doa Yabez di kalangan pengkotbah injil kemakmuran: Alih-alih dari pada melihat Yabez dalam narasi 1-2 Tawarikh yang berhubungan dengan janj-janji perjanjian Allah kepada Israel yang digenapi dalam Kristus, buku Doa Yabez dan banyak lagi buku-buku dan kotbah-kotbah yang seperti  itu langsung bergerak dari tekt ke aplikasi individu. Dnegan mengklaim sebuah janji dari ayat-ayat sebagai milik mereka sendiri, orang-orang itu secara tidak sengaja mengabaikan Kristsus dan salib-Nya- sumber sejati dari semua berkat.

 

Perlu kita ingat kembali apa itu doa dalam Kristen,yaitu komunikasi dua arah antara Allah dengan manusia yang didalam doa itu ada permohonan ( bukan tuntutan,klaim), ucapan syukur, penyembahan,penyerahan kehendak kepada Bapa. Doa sejati bukanlah seperangkat mantra dan jampi-jampi yang digunakan untuk mendapatkan jawaban tertentu dari Alllah. Allah bukanlah sebuah jin dalam sebuah botol, menunggu untuk dibujuk keluar agar Dia bisa mengabulkan permintaan. Doa adalah tentang meluruskan pikiran dan hatimu dengan kehendak Allah yang berdaulat.

 

Sebelum mengkotbahkan doa Yabez di mimbar perlu diingat latarbelakang dari siapa itu Yabez. Yabez yang artinya sakit, kesakitan adalah seorang laki-laki yang tidak jelas siapa ayahnya, apakah mati terbunuh waktu perang atau ibunya diperkosa sehingga lahirllah dia. Yabez yang adalah ketururunan bangsawan dari suku Yehuda, tidak mempunyai ayah,sehingga dia tidak mempunyai warisan tanah dan sebagai seorang pengungsi di tanah itu dia memohon kepada Allah dan Allah memuliakannya dan mengabulkan permohonannya. Kesalahan penafsiran dan aplikasi dari doa Yabez jika jemaat diajarkan untuk menghafalkan dan mendoakan doa Yabez berulang-ulang seperti mantera, dua kali atau tiga kali sehari, ditempelkan di tempat tidur atau kamar mandi, ditaruh di dompet dsb supaya Allah mengabulkan doa mereka. Ingatkan jemaat bahwa Yesus mengajarkan murid-murid-Nya doa “ jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

 

Jadi kalau kita mau mengkotbahkan doa Yabez janganlah kita mengajarkan jemaat bahwa doa Yabez itu seperti atau sebagai sebuah mantera atau jampi-jampi magis untuk berkat-berkat materi. Ajarkanlah bahwa seperti Yabez yang menderita di tanah itu Allah berjanji untuk menghibur mereka yang beriman kepada-Nya dan janji penghiburan Allah itu digenapi dalam Yesus Kristus. 

PERPULUHAN DALAM MALEAKHI 3: 8-11

8 “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!”. 9 “Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!”.

10  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

11  Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

 

 Berikut ini saya mengutip dari GHA Bible Institute (Givingi2God.com):

Pemerintah di Nigeria sangat marah kepada gereja yang sangat kaya raya sedangkan jemaat masih dalam 60% kemiskinan. Majalah Forbes menulis pada Maret 2010-Maret 2011 beberapa pendeta di Nigeria membeli pesawat jet pribadi senilai 240 juta US$ dalam waktu satu tahun. Ada satu pendeta mempunyai lebih dari satu pesawat pribadi. Tetapi di beberapa kilometer dari gereja begitu banyak manusia yang tidur di jalanan dan gereja tidak berbuat sesuatu sehingga pemerintah sedang merencanakan undang-undang supaya gereja membayar pajak untuk kesejahteraan.

 

 Mengapa saya mengutip berita ini? Apa hubungannya dengan pengajaran perpuluhan dalam Kitab Maleakhi? Hubungannya adalah para pendeta-pendeta itu  bisa membeli pesawat pribadi dan kaya raya salah satunya hasil dari mengajarkan Maleakhi 3 : 8-11 yang dikotbahkan menurut agenda injil kemakmuran di mimbar. Saya hanya mengangkat bagaimana mereka menafsirkan dan mengaplikasikan Maleakhi 3: 8-11, apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip hermenutik dan homiletic yang benar dan bisa dipertanggungjwaban. Ini bukan soal menggugat tradisi perpuluhan di sejumlah gereja tertentu atau menjelek-jelekkan pribadi-pribadi tertentu atau sinode-sinode tertentu, memang saya akui sadar tidak sadar sepertinya selama ini doktrin perpuluhan adalah doktrin yang tabu diperdebatkan. Tapi mari kita melihat secara jernih dari sudut pandang hermenutik dan homiletic yang benar dan apakah itu mencerminkan dan memuliakan Injil Yesus Kristus secara gambaran besarnya.

 

.Saya  melakukan browsing di Google tulisan-tulisan devotional dari kubu pro perpuluhan, contohnya ini:

 

Apakah persepuluhan itu?  Secara matematika, persepuluhan adalah sepersepuluh.  Persepuluhan adalah sepuluh persen dari hasil pendapatan bersih seseorang.  Pendapatan yang dimaksud tidak harus berupa uang tetapi bisa juga berupa barang, dan itu harus dikembalikan kepada Tuhan.  Mungkin ada di antara kita yang memberikan persepuluhan lebih dari seharusnya dibayar, dengan harapan Tuhan juga akan menambah berkat untuk kita;  semisal gaji saya sebulan Rp. 2.000.000, seharusnya persepuluhan yang harus saya kembalikan kepada Tuhan adalah Rp. 200.000, tapi saya memberinya lebih yaitu Rp. 250.000.  Bagaimana?  Persepuluhan itu hanya sepuluh persen dari total pendapatan, dan pemberian yang melebihi sepuluh persen dianggap sebagai persembahan.”                                     Penulis ini mengutip Maleaki 3: 10 sebagai referensi. Kesalahannya mengutip ayat tapi tidak dibahas secara konteks langsung menerapkan aplikasi individual, dan terjadi “eisegese” yang sekilas kelihatannya rohani. 

 

Ada lagi yang ini:

Perbedaannya, persembahan persepuluhan adalah bentuk persembahan yang secara langsung telah Tuhan tentukan jumlah prosentasenya, sedangkan persembahan biasa tidak ditentukan jumlahnya.

Penulis  ini mengutip Ulangan 14: 22: “Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun”. Kesalahannya tipikal dari guru-guru injil kemakmuran, mengutip ayat-ayat pendukung tapi tidak dibahas secara konteks, lansung  bergerak ke aplikasi individual.

 

Dari hasil riset singkat sederhana di Google yang saya lakukan ternyata untuk doktrin perpuluhan tidak mutlak dikotbahkan oleh kubu guru-guru injil kemakmuran yang identik dengan kubu karismatik pentakosta walaupun tidak mutlak juga buktinya Pdt DR Erastus Sabdono Mth dari GBI Rehobot pesan-pesan dari kotbah-kotbah beliau justru mengkoreksi ajaran-ajaran injil kemakmuran bahkan terakhir mengadakan seminar tentang perpuluhan yang membahasnya secara lengkap dari segi hermeneutik, historis teologis dan etika teologis dari doktirn perpuluhan. Tapi yang agak “mengagetkan” saya ternyata ada juga sejumlah teolog-teolog  dengan banyak gelar-gelar akademis bahkan doktor sampai phd  dalam bidang teologia mendukung doktrin perpuluhan dengan alasan tidak ada satu ayat pun di Alkitab bahwa Yesus melarang atau menghentikan perpuluhan di Perjanjian Baru dan membayar perpuluhan ke gereja Perjanjian Baru bukan berarti kembali kepada hukum Taurat tapi hanya menjalankan “prinsipnya”, perpuluhan sudah ada sebelum Taurat (perpuluhan Abraham) dan persembahan perpuluhan itu penting untuk misi penginjian,program gereja,operasioanal gereja dsb.Dari argumentasi para pro perpuluhan itu tidak ada yang beragumentasi dari  pendekatan ilmu hermeneutic terhadap Maleakhi 3: 10, hanya “devotionalize” dan “normative” serta “preachy”.  Seharusnya para pendeta yang memiliki latarbelakang teologia akademis yang cukup tinggi bahkan sampai Phd bisa membahas  Kitab Maleaki secara akademis dengan prinsip-prinsip hermenutik yang benar yang pastinya mereka sudah pelajari dan berani berpikir secara jernih “sebagai cendekiawan teologia” untuk mempertanggungjawabkan gelar-gelar akademis teologia yang mereka miliki tanpa ada kepentingan tertentu baik secara organisasi maupun pribadi. Jemaat yang awam membutuhkan pencerahan bukan “pengaburan”.

 

Seperti kesaksian  Russ Kelly Phd yang aktif membahas tentang  doktrin persembahan perpuluhan secara ilmu teologia yang murni dan akademis sesuai dengan gelar Phdnya berkata:

 

 “Almost every person I contact on the Internet, they tell me the same story, where they go to their pastor—no matter what kind of church it is, Baptist, charismatic, Methodist, you name it—and start asking questions about tithing, they are told to shut up, to be quiet, to leave the church,” he told CBS.

 

Saya terjemahkan secara bebas: “Hampir setiap orang yang saya kontak di internet, mereka menceritakan cerita yang sama ketika mereka bertanya kepada pastor mereka-tidak peduli jenis gereja apa, Baptis, karismatik,Methodis, dsb -dan ketika mereka  mulai bertanya tentang perpuluhan kepada pastor mereka, mereka disuruh tutup mulut, diam, keluar dari gereja.

 

Saya langsung saja memaparkan hasil penelitian teologis dari Russ Kelly Phd (www.tithing-russkelly.com) tentang Kitab Maleaki khususnya dalam konteks kesalahan penafsiran dan aplikasi Kitab Maleaki yang dipakai sebagai rujukan Alkitab untuk memberikan persembahan perpuluhan ke gereja  oleh para pengkotbah-pengkotbah tertentu. Russ Kelly Phd mengurutkan hermenutik yang cacat dari pengkotbah tithing berikut ini:

 

1. Maleaki adalah dalam konteks  Israel Perjanjian Lama  ( Maleaki 1: 1;4:4; Neh 10: 28-29). Maleaki bukan ditujukan untuk Gereja Perjanjian Baru.

 

2. Maleaki ditujukan kepada imam-imam yang tidak jujur (pelayan-pelayan dialtar) yang telah tidak taat, tidak menghormati, mencuri dari Allah dan telah dikutuk (1:6-14: 2:1-10, 13-17; 3 ; 4 : mengikuti kata ganti  “kamu ” mulai pasal 1:6).

 

3. Perpuluhan dari  Mal 3: 10 adalah hanya berupa “makanan” dari dalam tanah suci Israel  lebih dari 1000 tahun sejak pertama kali dijelaskan dalam Imamat 27: 30-34

 

4. Gereja tidak pernah dinamakan sebuah “rumah perbendaharaan” (a storehouse). Menurut fakta sejarah, tidak ada bangunan gedung gereja resmi hingga 313 M ketika Kristen diresmikan

 

5. Guru-guru perpuluhan modern pastilah mengabaikan sebuah interpretasi harfiah (literal interpretation) dari Maleaki 3: 10-12. Terjemahan harfiah yang masuk akal mengajarkan bahwa deskripsi dan berkat-berkat itu hanya mengacu kepada makanan ( bukan uang, saya tambahkan)

 

Cara menafsirkan Maleakhi 3: 10 yang tidak secara literal tapi alegoris dan devotional, keluar dari konteks historis, grammar (pemakaian kata ganti orang “kamu” ditujukan kepada jemaat padahal konteks kata ganti “kamu” adalah para imam yang tidak jujur, lihat Maleaki 1:6), tidak konsisten (disatu sisi mengajarkan orang Kristen sudah bebas dari kutuk oleh penbusan Yesus tapi mengintimidasi jemaat akan dikutuk oleh Tuhan jika tidak bayar perpuluhan) bahkan hyper alegoris (belalang pelahap diartikan pencuri,perampok,penipu, kerugian bisnis dsb, penafsiran literal yang benar belalang artinya ya tetap belalang,  tingkap-tingkap langit diartikan pintu rejeki akan dibukakan, keuntungan usaha akan turun dsb. yang benar adalah tingkap-tingkap langit dibukakan artinya harfiahnya Tuhan akan mencurahkan hujan yang dibutuhkan untuk usaha pertanian di Israel). Itulah adalah contoh-contoh kesalahan dalam menafsirkan Kitab Maleaki yang perlu diperhatikan para pengkotbah Injil yang serius menjaga ajarannya.

 

Bagi para teman-teman yang sudah melayani dalam pengajaran  Alkitab. aktif di mimbar , penginjil-penginjil muda dan juga yang masih belajar di seminari Alkitab, sekolah-sekolah teologia hati-hatillah dalam membaca buku-buku kotbah yang mengandung agenda injil kemakmuran biasanya dari Amerika Serikat, jangan asal copy paste dan langsung dikotbahkan di mimbar tanpa menerapkan hermeneutik yang benar dan etika homiletik yang benar.Saya jadi ingat waktu kuliah di seminari dulu buku-buku yang banyak menjadi “handbook’ dari sejumlah teman-teman adalah yang ditulis oleh guru-guru injil kemakmuran dan pastilah kelak akan mempengaruhi kotbah-kotbah mereka di mimbar.Saya hanya mengingatkan apa yang  Rasul Paulus pesankan kepada anak rohaninya Timotius : ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

 

Liburan panjang, Juli 2015

JS

 

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.587 pengikut lainnya