Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

Originally posted on CATATAN MURID KRISTUS:

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan James Baker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina…

Lihat yang asli 1.253 kata lagi

Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan Jim Bakker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan ( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu/ Sumber Wikpedia),  tapi dari segi metodelogi hermeneutic yang dia terapkan dalam kotbah-kotbahnya  guna membangun suatu teologi yang kemudian populer disebut teologi kemakmuran.  Setelah saya menyimak pengakuannya yang dia buat setelah dia keluar dari penjara, saya simpulkan kesalahan hermeneutik dan homiletic dari James Baker yaitu :

1.  1.Menafsirkan ayat-ayat Firman Tuhan menurut selera sendiri tanpa melihat konteks dan langsung menafsirkannya dari bahasa Inggris tidak meneliti dahulu arti dari bahasa aslinya ( Perjanjian Lama : Ibrani; Perjanjian Baru :Yunani)

Contohnya  seperti yang dia katakan tentang  bagaimana dia memakai ayat-ayat  dalam 3 Yohanes 1: 2 yang berbunyi  ,  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (TB)

Dalam Alkitab teks Inggris (NKJV) .”  Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers.

 Teks AV , “Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth.”

Jim Bakker : “ Saya selalu mengutip 3 Yohanes 2: 1 berbunyi “”Above all things God wants you to prosper.”. ( Diatas segalanya Allah menginginkan kamu untuk makmur). Saya suka ayat itu. Kelihatanya hebat kalau ditampilkan di layar televisi ketika kamu sedang mencari dana dan saya menafsirkan ayat itu artinya  Allah ingin kamu jadi kaya.

Namun ketika saya memahami kata-kata Yohanes (pen: setelah dia betobat) sekarang penafsiran itu tidak masuk akal. Saya mencomot kata “prosper (makmur) begitu saja terpisah dari kata Yunaninya dan ternyata kata itu (prosper) terdiri dari dua kata yaitu “good or well (baik) dan kata yang keduanya yaitu “journey”(perjalanan). Itu adalah sebuah kata progresif, jadi itu seperti sebuah perjalanan. Jadi beginalah maksud Yohanes yang sebenarnya “, ”Beloved, I want you to have a good journey through life as your soul has a good journey to heaven.”  ( Saya terjemahkan bebas, “Saudara terkasih, Saya ingn kamu baik-baik dalam perjalanan melewati hidup sama juga jiwamu baik-baik dalam perjalanan menuju sorga”. Ini adalah sebuah salam sapaan! ( a greeting)). Membangun teologi diatas itu (pen: sebuah salam sapaan maksudnya) adalah seperti membangun gereja diatas  salam sapaan , “Have a nice day” (pen: Semoga harimu  menyenangkan).

“Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya – bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya – secara harfiah!(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Berikutnya Jim Bakker menceritakan bahwa waktu dia bertobat dia mulai melihat semua ayat-ayat yang dia gunakan dalam ajaran kemakmuran, seperti , ”Give and it shall be given unto you” ( terj: Berilah maka itu akan diberikanya kepadamu). Ketika saya meletakkan ayat itu kembali kepada konteksnya, saya menemukan bahwa Yesus mengajarkan ayat itu tentang pengampunan bukan tentang uang (pen: dulu dia mengajarkan ayat itu tentang uang). Yesus mengajarkan bahwa dengan ukuran yang sama kita  mengampuni begitu juga kita akan diampuni.

Jim Bakker menemukan arti  yang sebenarnya dari phrasa “hidup yang kelimpahan” dalam Yohanes 10: 10b di penjara

10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Berikut ini kesaksian Jim Bakker yang menemukan arti perkataaan Yesus “hidup yang kelimpahan”  (Yoh 10: 10b) dan mengajarkannya kepada temannya di penjara.

. “Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?” tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah” . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari  kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk “hidup” digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan “hidup dalam roh  dan jiwa” bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, “Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda.”

“Hei, ayat yang ini  tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi,” kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. “Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya…(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Saya  sendiri pernah menemukan renungan dari guru injil kemakmuran yang menghubungkan kata  “kelimpahan” dari Maleaki 3: 10 tentang perpuluhan dengan kata “kelimpahan” di Yohanes 10:10b, pastinya guru injil kemakmuran itu mau menekankan “kelimpahan” dalam arti materi yang melimpah kalau memberi perpuluhan. Ini namanya model penafsiran “konkordasi”. Bayangkan saja berapa banyak jiwa-jiwa yang awam akan Alkitab telah dimanipulasi sengaja ataupun tidak sengaja gara-gara malpraktek hermeneutik dan homiletik ayat-ayat Alkitab di buku-buku renungan ataupun  di mimbar.

Berikutnya kesalahan Jim Bakker  yang kedua yaitu:

2.   2. Mengambil bahan kotbah dari orang lain yang langsung dikotbahkan

Saat  ini dengan banyaknya sumber-sumber bahan-bahan kotbah yang bisa diambil dari internet secara gratis, kebiasaan “copy paste” dan plagiat tanpa mempelajari ayat-ayat itu secara langsung di Alkitab, tanpa menganalisa dan menafsirkan dengan mandiri sesuai prinsip-prinsip hermeneutik yang benar sudah menjadi kebiasaan dikalangan pengkotbah injil modern. Apalagi kalau buku-buku dan kotbah-kotbah itu dari pengkotbah-pengkotbah yang terkenal dan “trendy” “megachurch pastors” para pengkotbah pemula biasanya langsung jiplak saja tanpa menganalisa baik-baik. Kesannya sekarang ini berkotbah itu gampang dan tidak perlu susah-susah belajar, “yang penting merasa terpanggil, “dipenuhi Roh Kudus,” asal comot ayat, langsung berkotbah”.  Ini menjadi peringatan bagi setiap kita yang aktif dalam kotbah untuk tidak mengulangi kesalahan sama yang telah dilakukan James Baker, seperti pengakuannya berikut ini.

Jim Bakker : “Saya telah mengambil kotbah-kotbah dari orang lain. Alkitab telah memperingatkan tentang gembala-gembala yang mendapatkan kotbah dari orang lain. Saya kira mengapa saat ini kita mendapatkan injil yang lain dan Yesus yang lain yang dikotbahkan karena orang-orang telah mengambil kotbah-kotbah dari orang-orang lain dan ajaran-ajaran motivasi. Banyak ajaran-ajaran yang ada saat ini adalah ajaran motivasi semata dengan ditaruh sedikit ayat-ayat Alkitab. – Source: The Re-education of Jim Bakker http://www.apologeticsindex.org/graphics/offsite.jpg, ChristianityToday.com, Dec. 7, 1998

Kita semua yang terlibat dalam pelayanan pengajaran Alkitab, apakah itu kotbah di mimbar, komsel, kebaktian-kebaktian rumahtangga dsb, tidaklah terlepas dari kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat  Firman Tuhan. Ketika kita tahu apa yang kita ajar itu ternyata salah dan tidak alkitabiah cepat-cepatlah bertobat sebelum fatal akibatnya bagi jemaat dan kita sendiri. Kuncinya kita harus mau rendah hati terus belajar dan belajar, tidak meremehkan doa ketika mempersiapkan kotbah, jangan menganggap kotbah kita sudah paling benar, jangan malas menggali isi Alkitab, sumber-sumber referensi Alkitab yang bisa dipercaya dan berwibawa. Bertekunlah dalam semuanya itu. Kotbahkan Yesus Kristus yang menebus dosa manusia, kotbah-kotbah yang berpusat pada Yesus, sebagai tema besarnya,  tema-tema tentang menyangkal diri, pikul salib, pertobatan dari dosa-dosa, misi dan penginjilan bukan melulu pengalaman pribadi, cerita-cerita motivasi semata, mengiming-imingi jemaat “berkat melimpah” apalagi kotbah tentang politik, “kampanye terselubung” di mimbar.

Ingatlah pesan Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius,

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

( 1 Tim 4: 16)

 

Keep  On Discerning!

05 Juli 2015

JS

 

 

 

Perhatian bagi Para Pengkotbah Injil akan Penafsiran Dangkal dari Injil Kemakmuran

Originally posted on CATATAN MURID KRISTUS:

PROSPERITY 2

Rasul Paulus menasehatkan Timotius, anak rohaninya, seorang penginjil muda untuk berhati-hati dalam mengajarkan Injil kepada jemaat. Ada beberapa ajaran sesat pada masa itu yang harus diwaspadai oleh Timotius sebagai seorang penginjil, pengkotbah dan pemimpin jemaat yang masih muda. Jangan sampai Timotius membiarkan ajaran-ajaran sesat itu meracuni jemaat apalagi ikut mengajarkannya. Paulus berpesan,  ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

Beberapa ajaran sesat yang bertentangan dengan injil yang benar dan sehat dalam surat Rasul Paulus itu antara lain ajaran dongeng dan silsilah, takhyul, hukum Taurat menggantikan injil anugerah  untuk mendapatkan keselamatan, melarang orang kawin, ajaran kebangkitan orang Kristen sudah berlangsung ( Himeneus dan Filetus). Paulus juga memperingatkan,

‘ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-keinginannya, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng( 2 Tim 4: 3-4).

 

Bagaimana dengan konteks gereja saat ini? Ajaran-ajaran…

Lihat yang asli 3.735 kata lagi

Perhatian bagi Para Pengkotbah Injil akan Penafsiran Dangkal dari Injil Kemakmuran

PROSPERITY 2

Rasul Paulus menasehatkan Timotius, anak rohaninya, seorang penginjil muda untuk berhati-hati dalam mengajarkan Injil kepada jemaat. Ada beberapa ajaran sesat pada masa itu yang harus diwaspadai oleh Timotius sebagai seorang penginjil, pengkotbah dan pemimpin jemaat yang masih muda. Jangan sampai Timotius membiarkan ajaran-ajaran sesat itu meracuni jemaat apalagi ikut mengajarkannya. Paulus berpesan,  ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

Beberapa ajaran sesat yang bertentangan dengan injil yang benar dan sehat dalam surat Rasul Paulus itu antara lain ajaran dongeng dan silsilah, takhyul, hukum Taurat menggantikan injil anugerah  untuk mendapatkan keselamatan, melarang orang kawin, ajaran kebangkitan orang Kristen sudah berlangsung ( Himeneus dan Filetus). Paulus juga memperingatkan,

‘ Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan-keinginannya, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng ( 2 Tim 4: 3-4).

 

Bagaimana dengan konteks gereja saat ini? Ajaran-ajaran sesat seperti apa yang harus diwaspadai oleh pengkotbah-pengkotbah Injil di abad ke-21 ini? Siapakah yang berwenang untuk memfatwakan ajaran A sesat, ajaran B benar? Buku-buku sejarah gereja dengan aliran-aliran gereja mungkin bisa menjawab pertanyaan luas  ini, misalnya adanya ajaran yang menentang  doktrin-doktrin ortodoks gereja secara universal, seperti Tri Tunggal, Keilahian Yesus Kristus, Alkitab wahyu Allah dll. Ajaran-ajaran yang menentang doktrin-doktirn utama gereja universal bisa kita deteksi dengan segera, apalagi sudah banyak para teolog yang membahasnya.

 

INTERPRETASI ITU PENTING !

Yang menjadi sulit adalah ketika ajaran itu tidak menentang doktrin-doktrin utama Kristen, memakai Alkitab, berdoa dalam nama Tuhan Yesus, percaya Tri Tunggal, menyanyikan lagu-lagu rohani yang memuliakan Yesus bahkan aktif dalam pemberitaan Injil dan menolong yatim piatu dan orang miskin, tetapi tidak benar  dalam menafsirkan dan mengaplikasikan ayat-ayat tertentu dalam Alkitab, menafsirkan ayat-ayat tanpa melihat konteks dan latar belakang, tata bahasa, metode hermeneutic yang benar, “memperkosa ayat agar menurut agenda sendiri”, alegoris,spritualisasi, mistik, pengalaman pribadi dijadikan doktrin universal, mencomot ayat-ayat sesuai selera untuk membuktikan tanpa memperhatikakan konteks (proof texted) ,menekankan bahkan melebih-lebihkan hal-hal yang tidak essensial bukannya Injil Keselamatan Yesus Kristus  yang menekankan tranformasi rohani,dosa dan pertobatan, penderitaan memikul salib, menyangkal diri dan kekekalan.

 

Salah satunya ajaran yang “sepertinya tidak ada “masalah teologis” dan  menghasilkan gereja-gereja besar dengan ribuan jemaat yang dipimpin pendeta-pendeta kesohor dan kaya,

yaiitu Injil Kemakmuran atau “Prosperity Gospel”. Kita tidak mempermasalahkan besarnya gedung gereja, semaraknya music mereka, atau apapun itu yang sifatnya fisik, semua itu tidak essensial tapi ajaran dari Alkitab yang dikotbahkan di  mimbar yang jadi makanan pokok warga gereja itu yang sangat penting untuk diperhatikan. Makanan rohani apa yang diberikan bagi jemaat itulah yang harus kita cermati dengan hati-hati. Bagaiamana ayat-ayat Firman Tuhan ditafsirkan dan dikotbahkan di mimbar itulah yang harus diperhatikan baik-baik.

 

Berikut ini  saya kutip pendapat beberapa teolog senior tentang definisi  dari apa yang dimaksud dengan Injil Kemakmuran.

Ir. Herlianto, M.Th. mendefinisikan apa itu teologi sukses: “teologi yang menekankan bahwa Allah kita adalah Allah yang maha besar, kaya dan penuh berkat dan manusia yang beriman pasti akan mengalami hidup yang penuh berkat pula, kaya, sukses dan berkelimpahan materi” Ajaran demikian memang menarik karena menawarkan kepada manusia ajakan untuk menyembah ALLAH dan tetap mencintai MAMON, suatu bentuk pandangan hidup yang mendua yang praktis dan populer pada masa kini.

David W Jones ( Professor Etika Kristen) :

 “Injil Kemakmuran mengajarkan bahwa Allah menginginkan orang-orang percaya sehat jasmaninya, kaya materinya, dan berbahagia. Guru-guru Injil Kemakmuran mendorong para pengikut mereka untuk mendoakan bahkan menuntut berkat materi dari Allah.”

John Piper ( Pastor dan Teolog):

What I mean by the prosperity gospel is a teaching that emphasizes

Gods aim to make believers healthy and wealthy in this life, while it overlooks

or minimizes the dangers of wealth, the biblical call to a wartime

mindset, and the necessity and purposes of suffering.

Terjemahan bebasnya:  Apa yang saya maksud dengan “injil kemakmuran” adalah sebuah ajaran yang menekankan tujuan Allah adalah untuk membuat orang-orang percaya sehat dan kaya dalam hidup ini, sementara itu mengabaikan atau meminimalisir bahaya-bahaya dari kekayaan, panggilan alkitabiah untuk pola pikir waktu perang, dan pentingnya dan tujuan dari penderitaan.

 

Kesalahan Khas dari Injil Kemakmuran :

“Yang minor jadi major, yang major jadi minor.

Yang sekunder jadi primer, jang primer jadi sekunder.

Yang non-essensial jadi essensial, yang essensial jadi non-essensial”

Maksudnya adalah inti  dari pengajaran Injil yang benar adalah kekekalan, kerohanian, itulah yang menjadi penekanan utama dari Yesus, begitu juga kita sebagai guru-guru Injil, sementara soal makanan, minuman dan pakaian keuangan, kesehatan adalah “tambahan”  yang sifatnya “duniawi” jangan dijadikan focus kotbah-kotbah di mimbar bukan berarti itu semua yang sifatnya duniawi atau sementara tidak kita butuhkan. Dalam bahasanya Yesus begini,  “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranya maka semuanya itu(makanan,minuman,pakaian = kebutuhan dasar manusia) akan ditambahkan kepadamu (Matius 6: 33). Maksud Yesus dalam ayat ini adalah kalau mau menjadi murid Yesus yang paling penting atau primer (first) adalah kerohanian yang sifatnya kekal yang terkandung dalam Injil Kerajaan Allah tetapi yang sifatnya jasmani (makanan,munuman,pakaian) adalah sekunder  tidak perlu dikhawatirkan berlarut-larut,bukan berarti kebutuhan jasmni itu tidak penting.

 

Beberapa ayat Alkitab yang ditafsirkan menyimpang untuk memenuhi agenda Injil Kemakmuran: ( Diterjemahkan bebas  dari tulisan David W Jones dan saya tambahkan beberapa kalimat dan ayat untuk memperjelas.)

 

1.      Perjanjian Abraham dalam Kejadian 12, 15, 17,22 adalah satu dari dasar-dasar teologis Injil Kemakmuran.

 

           Kejadian 12:2-3 

2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

3  Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Kejadian 15:5 

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

 

Menurut  David W Jones, seorang professor etika Kristen, kesalahan-kesalahan dari pengajar-pengajar IK adalah mengajarkan tujuan utama dari perjanjian Allah dengan Abraham adalah agar Allah memberkati Abraham secara materi. Karena orang-orang percaya sekarang adalah anak-anak rohani Abraham maka kita telah mewarisi berkat-berkat finansial  ini.Masih menurut David W Jones, contohnya Kenneth Copeland dalam bukunya “The Laws Of Prosperity” (1974)” Karena Perjanjian Allah telah ada dan kemakmuran itu adalah penyedeiaan dari perjanjian ini, sadarilah kemakmuran adalah milikmu sekarang.” Untuk mendukung klaim ini, guru- guru IK suka mengutip Galatia 3: 14 yang mengacu kepada :berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain dalam Yesus Kristus”, ditafsirkan sebagai berkat-berkat materi, tapi mengabaikan bagian setengahnya yang kedua  bahwa” oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (berkat keselamatan rohani oleh Roh Kudus). Itulah yang dimaksudkan Paulus bukan berkat kekayaan materi.

 

2.      Penebusan Yesus meluas sampai ke “ dosa” kemiskinan materi (2 Korintus 8:9)

Injil Kemakmuran mengklaim bahwa “ kesembuhan jasmani dan kemakmuran financial telah disediakan dalam penebusan, contohnya pernyataan dari Copeland

 “ prinsip dasar kehidupan Kristen adalah menegetahui bahwa Allah meletakkan dosa kita, penyakit, sakit, kesusahan. duka, dan kemiskinan kepada Yesus di Kalvari”

Ayat-ayat tentang penebusan yang salah ditafsirkan misalnya 2 Korintus 8:9 yang berbunyi , 9  Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Ayat-ayat ini ditafsirkan secara dangkal seolah-olah Paulus mengajarkan tentang peningkatan kekayaan materi bagi orang-orang percaya sebagai bagian dari Penebusan Yesus.

3.      Orang Kristen me\\[\\\\\]mberi agar mendapatkan kompensasi materi dari Allah 

( Markus 10: 30)\b

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Satu dari ciri-ciri yang paling menonjol dari guru-guru injil kemakmuran adalah perasaan yang mendalam dalam memberi. ‘Kemakmuran sejati adalah kemampuan menggunakan kuasa Allah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia.Kita dipanggil untuk memberitakan Injil ke dunia”. Pernyataan-pernyataan demikian sepertinya mulia dan tulus tetapi yang menjadi motivasi pendorongnyan adalah “hukum kompensasi” berdasarkan Markus 10: 30. Orang Kristen haruslah memberi dengan murah hati kepada sesama karena ketika mereka melalukannya Allah mengembalikannya lebih banyak. Ini menjadi sebuah siklus kemakmuran yang selalu meningkat. Beri 10 $ dan terima 1000 $ dan terima 100.000 $ seperti yang diajarkan seorang pengkotbah injil kemakmuran. 

Yesus mengajarkan kalau memberi jangan harap kembali ( Lukas 10: 35), …  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Tapi pengkotbah injil kemakmuran mengajarkan  alasan memberi karena akan mendapatkan ganti yang banyak. Menabur sedikit menuai sedikit, menabur banyak (konteks uang) , menuai banyak. 

 

4.      Iman adalah kuasa rohani yang lahir dari diri sendiri, yang membawa kepada kemakmuran.

 

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” ( Matius 9: 29)

 

…”  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.’ ( Roma 3: 22)

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” ( Ibrani 11: 1)

Iman menurut doktrin Kristen ortodoks adalah menjadi percaya kepada pribadi Yesus Kristus. Guru-guru injil kemakmuran mengajarkan sangat berbeda yaitu “ iman adalah sebuah kekuatan roh, sebuah energy roh, sebuah kuasa roh. Kuasa imanlah yang membuat hukum-hukum dunia roh itu berfungsi”. Jadi menurut teologi kemakmuran iman bukanlah kehendak yang berpusat pada Allah, pembenaran Allah, tetapi kuasa roh tindakan manusia yang ditujukan pada Allah. Apalagi mengajarkan iman yang terutama untuk mendapatkan materi bukannya pembenaran dihadapan Allah.

5.      Doa adalah alat untuk memaksa Allah untuk mendapatkan kemakmuran

( Yakobus 4: 2)

Para pengkotbah injil kemakmuran sering mengajarkan ‘ kita tidak memperoleh apa-apa karena kita tidak berdoa ( Yak 4: 2). Mereka mendorong kita berdoa untuk mendapatkan kesuksesan pribadi dalam semua area kehidupan.

Apakah salah untuk mendoakan berkat-berkat pribadi? Tentunya tidak. Kesalahannya adalah terlalu menekankan, melebih-lebihkan peran manusia, menjadikan doa sebagai alat yang bisa digunakan untuk memaksa Allah untuk memberikan keinginan hawa nafsu semata. Padahal di ayat berikutnya ditegaskan

(Yakobus 4: 3) bahwa  Allah tidak menjawab doa-doa egois yang tidak menghormati nama-Nya

 

       Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

 

Injil kemakmuran menjadikan hubungan Allah dan manusia sebagai “a quid pro quo transaction”. Allah direduksi menjadi sejenis “cosmic bellshop” yang hadir untuk kebutuhan dan keinginan ciptaan-Nya ( James Goffs).

 

Berikutnya saya tambahkan beberapa lagi ayat yang ditafsirkan menurut agenda injil kemakmuran. Kesalahan yang paling mendasar dari injil kemakmuran yaitu digerakkan oleh hermeneutic yang cacat.

KISAH AYUB  dalam AYUB  1: 8-10.

 

“Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.” ( Ayub 1: 10)

 

Pengkotbah injil kemakmuran bisa menginterpretasikan kisah Ayub seperti ini  yaitu  Ayub adalah seorang yang saleh setiap hari memberikan persembahan korban kepada Allah. Iblis tahu bahwa ketika Ayub memberi itu Allah menaruh pagar perlindungan disekelilingnya dan hartanya. Makanya, kita harus juga memberi supaya kita diberkati dan harta kita biisa dilindungi dari Iblis dengan pagar perlindungan dari Allah.Dan kalau kita tekun berdoa seperti Ayub maka Tuhan akan memberikan dua kali lipat dari segala kepunyaan kita yang hilang. Model interpretasi seperti ini ciri khas dari pengkotbah-pengkotbah injil kemakmuran yaitu membaca aya-ayat sekilas dan langsung bergerak dari teks ke aplikasi individual.

 

Padahal sebenarnya pesan penting dari kisah Ayub adalah sekalipun kita menderita, semua harta kita hilang, terkena sakit penyakit, anggota keluarga meninggal karena musibah, kita tetap setia kepada Tuhan dan tidak menghujat Tuhan. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan. Mengutip Steven Morales yang menjelaskan bahwa Kitab Ayub bukanlah sebuah kisah tentang bagaimana Setan menyerang Ayub untuk merampas kekayaannya hanya agar Allah membalikkan serangan Setan dan mengubahnya jadi berkat. Itu adalah tentang seorang laki-laki yang setia kepada Allah diuji dan meskipun dia tidak mengerti alasan-alasan kehlangan-kehilangannya, dia tidak pernah ragu akan kebaikan Tuhan ( Ayub 13:5). Itu adalah tentang seorang laki-laki yang mengasihi Allah meskipub dia kehilangan semua hartanya di bumi dan anak-anaknya. Itu tentang penderitaan ( Ayub 1: 13-22) dan tentang Allah yang tetap kita percayai sekalipun mengalami kehilangan segalanya.

DOA YABEZ  dalam 1 Tawarikh 4: 9-10    

9  Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”

10  Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

 

Bruce Wilkinson seorang pendeta protestan menulis buku tentang doa Yabez pada tahun 2000 yang kemudian menjadi buku yang sangat laris sampai lebih dari 4 juta kopi di Amerika Serikat saja. Saya perkirakan buku Doa Yabez lebih laris dari pada buku-buku tentang doa Bapa kami, doa yang secara jelas  harus orang percaya doakan seperti  yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

 

Doa Yabez itu sendiri tidaklah salah dan merupakan firman Allah yang harus kita hormati, yang menjadi masalah ialah bagaimana kita mendoakan doa Yabez dan dalam konteks tulisan ini yaitu bagaimana kita menafsirkan dan mengkotbahkan doa Yabez di mimbar.

 

Saya mengutip tulisan David Schrock Phd  tentang kesalahan dalam menafsirkan doa Yabez di kalangan pengkotbah injil kemakmuran: Alih-alih dari pada melihat Yabez dalam narasi 1-2 Tawarikh yang berhubungan dengan janj-janji perjanjian Allah kepada Israel yang digenapi dalam Kristus, buku Doa Yabez dan banyak lagi buku-buku dan kotbah-kotbah yang seperti  itu langsung bergerak dari tekt ke aplikasi individu. Dnegan mengklaim sebuah janji dari ayat-ayat sebagai milik mereka sendiri, orang-orang itu secara tidak sengaja mengabaikan Kristsus dan salib-Nya- sumber sejati dari semua berkat.

 

Perlu kita ingat kembali apa itu doa dalam Kristen,yaitu komunikasi dua arah antara Allah dengan manusia yang didalam doa itu ada permohonan ( bukan tuntutan,klaim), ucapan syukur, penyembahan,penyerahan kehendak kepada Bapa. Doa sejati bukanlah seperangkat mantra dan jampi-jampi yang digunakan untuk mendapatkan jawaban tertentu dari Alllah. Allah bukanlah sebuah jin dalam sebuah botol, menunggu untuk dibujuk keluar agar Dia bisa mengabulkan permintaan. Doa adalah tentang meluruskan pikiran dan hatimu dengan kehendak Allah yang berdaulat.

 

Sebelum mengkotbahkan doa Yabez di mimbar perlu diingat latarbelakang dari siapa itu Yabez. Yabez yang artinya sakit, kesakitan adalah seorang laki-laki yang tidak jelas siapa ayahnya, apakah mati terbunuh waktu perang atau ibunya diperkosa sehingga lahirllah dia. Yabez yang adalah ketururunan bangsawan dari suku Yehuda, tidak mempunyai ayah,sehingga dia tidak mempunyai warisan tanah dan sebagai seorang pengungsi di tanah itu dia memohon kepada Allah dan Allah memuliakannya dan mengabulkan permohonannya. Kesalahan penafsiran dan aplikasi dari doa Yabez jika jemaat diajarkan untuk menghafalkan dan mendoakan doa Yabez berulang-ulang seperti mantera, dua kali atau tiga kali sehari, ditempelkan di tempat tidur atau kamar mandi, ditaruh di dompet dsb supaya Allah mengabulkan doa mereka. Ingatkan jemaat bahwa Yesus mengajarkan murid-murid-Nya doa “ jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

 

Jadi kalau kita mau mengkotbahkan doa Yabez janganlah kita mengajarkan jemaat bahwa doa Yabez itu seperti atau sebagai sebuah mantera atau jampi-jampi magis untuk berkat-berkat materi. Ajarkanlah bahwa seperti Yabez yang menderita di tanah itu Allah berjanji untuk menghibur mereka yang beriman kepada-Nya dan janji penghiburan Allah itu digenapi dalam Yesus Kristus. 

PERPULUHAN DALAM MALEAKHI 3: 8-11

8 “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!”. 9 “Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!”.

10  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

11  Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

 

 Berikut ini saya mengutip dari GHA Bible Institute (Givingi2God.com):

Pemerintah di Nigeria sangat marah kepada gereja yang sangat kaya raya sedangkan jemaat masih dalam 60% kemiskinan. Majalah Forbes menulis pada Maret 2010-Maret 2011 beberapa pendeta di Nigeria membeli pesawat jet pribadi senilai 240 juta US$ dalam waktu satu tahun. Ada satu pendeta mempunyai lebih dari satu pesawat pribadi. Tetapi di beberapa kilometer dari gereja begitu banyak manusia yang tidur di jalanan dan gereja tidak berbuat sesuatu sehingga pemerintah sedang merencanakan undang-undang supaya gereja membayar pajak untuk kesejahteraan.

 

 Mengapa saya mengutip berita ini? Apa hubungannya dengan pengajaran perpuluhan dalam Kitab Maleakhi? Hubungannya adalah para pendeta-pendeta itu  bisa membeli pesawat pribadi dan kaya raya salah satunya hasil dari mengajarkan Maleakhi 3 : 8-11 yang dikotbahkan menurut agenda injil kemakmuran di mimbar. Saya hanya mengangkat bagaimana mereka menafsirkan dan mengaplikasikan Maleakhi 3: 8-11, apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip hermenutik dan homiletic yang benar dan bisa dipertanggungjwaban. Ini bukan soal menggugat tradisi perpuluhan di sejumlah gereja tertentu atau menjelek-jelekkan pribadi-pribadi tertentu atau sinode-sinode tertentu, memang saya akui sadar tidak sadar sepertinya selama ini doktrin perpuluhan adalah doktrin yang tabu diperdebatkan. Tapi mari kita melihat secara jernih dari sudut pandang hermenutik dan homiletic yang benar dan apakah itu mencerminkan dan memuliakan Injil Yesus Kristus secara gambaran besarnya.

 

.Saya  melakukan browsing di Google tulisan-tulisan devotional dari kubu pro perpuluhan, contohnya ini:

 

Apakah persepuluhan itu?  Secara matematika, persepuluhan adalah sepersepuluh.  Persepuluhan adalah sepuluh persen dari hasil pendapatan bersih seseorang.  Pendapatan yang dimaksud tidak harus berupa uang tetapi bisa juga berupa barang, dan itu harus dikembalikan kepada Tuhan.  Mungkin ada di antara kita yang memberikan persepuluhan lebih dari seharusnya dibayar, dengan harapan Tuhan juga akan menambah berkat untuk kita;  semisal gaji saya sebulan Rp. 2.000.000, seharusnya persepuluhan yang harus saya kembalikan kepada Tuhan adalah Rp. 200.000, tapi saya memberinya lebih yaitu Rp. 250.000.  Bagaimana?  Persepuluhan itu hanya sepuluh persen dari total pendapatan, dan pemberian yang melebihi sepuluh persen dianggap sebagai persembahan.”                                     Penulis ini mengutip Maleaki 3: 10 sebagai referensi. Kesalahannya mengutip ayat tapi tidak dibahas secara konteks langsung menerapkan aplikasi individual, dan terjadi “eisegese” yang sekilas kelihatannya rohani. 

 

Ada lagi yang ini:

Perbedaannya, persembahan persepuluhan adalah bentuk persembahan yang secara langsung telah Tuhan tentukan jumlah prosentasenya, sedangkan persembahan biasa tidak ditentukan jumlahnya.

Penulis  ini mengutip Ulangan 14: 22: “Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun”. Kesalahannya tipikal dari guru-guru injil kemakmuran, mengutip ayat-ayat pendukung tapi tidak dibahas secara konteks, lansung  bergerak ke aplikasi individual.

 

Dari hasil riset singkat sederhana di Google yang saya lakukan ternyata untuk doktrin perpuluhan tidak mutlak dikotbahkan oleh kubu guru-guru injil kemakmuran yang identik dengan kubu karismatik pentakosta walaupun tidak mutlak juga buktinya Pdt DR Erastus Sabdono Mth dari GBI Rehobot pesan-pesan dari kotbah-kotbah beliau justru mengkoreksi ajaran-ajaran injil kemakmuran bahkan terakhir mengadakan seminar tentang perpuluhan yang membahasnya secara lengkap dari segi hermeneutik, historis teologis dan etika teologis dari doktirn perpuluhan. Tapi yang agak “mengagetkan” saya ternyata ada juga sejumlah teolog-teolog  dengan banyak gelar-gelar akademis bahkan doktor sampai phd  dalam bidang teologia mendukung doktrin perpuluhan dengan alasan tidak ada satu ayat pun di Alkitab bahwa Yesus melarang atau menghentikan perpuluhan di Perjanjian Baru dan membayar perpuluhan ke gereja Perjanjian Baru bukan berarti kembali kepada hukum Taurat tapi hanya menjalankan “prinsipnya”, perpuluhan sudah ada sebelum Taurat (perpuluhan Abraham) dan persembahan perpuluhan itu penting untuk misi penginjian,program gereja,operasioanal gereja dsb.Dari argumentasi para pro perpuluhan itu tidak ada yang beragumentasi dari  pendekatan ilmu hermeneutic terhadap Maleakhi 3: 10, hanya “devotionalize” dan “normative” serta “preachy”.  Seharusnya para pendeta yang memiliki latarbelakang teologia akademis yang cukup tinggi bahkan sampai Phd bisa membahas  Kitab Maleaki secara akademis dengan prinsip-prinsip hermenutik yang benar yang pastinya mereka sudah pelajari dan berani berpikir secara jernih “sebagai cendekiawan teologia” untuk mempertanggungjawabkan gelar-gelar akademis teologia yang mereka miliki tanpa ada kepentingan tertentu baik secara organisasi maupun pribadi. Jemaat yang awam membutuhkan pencerahan bukan “pengaburan”.

 

Seperti kesaksian  Russ Kelly Phd yang aktif membahas tentang  doktrin persembahan perpuluhan secara ilmu teologia yang murni dan akademis sesuai dengan gelar Phdnya berkata:

 

 “Almost every person I contact on the Internet, they tell me the same story, where they go to their pastor—no matter what kind of church it is, Baptist, charismatic, Methodist, you name it—and start asking questions about tithing, they are told to shut up, to be quiet, to leave the church,” he told CBS.

 

Saya terjemahkan secara bebas: “Hampir setiap orang yang saya kontak di internet, mereka menceritakan cerita yang sama ketika mereka bertanya kepada pastor mereka-tidak peduli jenis gereja apa, Baptis, karismatik,Methodis, dsb -dan ketika mereka  mulai bertanya tentang perpuluhan kepada pastor mereka, mereka disuruh tutup mulut, diam, keluar dari gereja.

 

Saya langsung saja memaparkan hasil penelitian teologis dari Russ Kelly Phd (www.tithing-russkelly.com) tentang Kitab Maleaki khususnya dalam konteks kesalahan penafsiran dan aplikasi Kitab Maleaki yang dipakai sebagai rujukan Alkitab untuk memberikan persembahan perpuluhan ke gereja  oleh para pengkotbah-pengkotbah tertentu. Russ Kelly Phd mengurutkan hermenutik yang cacat dari pengkotbah tithing berikut ini:

 

1. Maleaki adalah dalam konteks  Israel Perjanjian Lama  ( Maleaki 1: 1;4:4; Neh 10: 28-29). Maleaki bukan ditujukan untuk Gereja Perjanjian Baru.

 

2. Maleaki ditujukan kepada imam-imam yang tidak jujur (pelayan-pelayan dialtar) yang telah tidak taat, tidak menghormati, mencuri dari Allah dan telah dikutuk (1:6-14: 2:1-10, 13-17; 3 ; 4 : mengikuti kata ganti  “kamu ” mulai pasal 1:6).

 

3. Perpuluhan dari  Mal 3: 10 adalah hanya berupa “makanan” dari dalam tanah suci Israel  lebih dari 1000 tahun sejak pertama kali dijelaskan dalam Imamat 27: 30-34

 

4. Gereja tidak pernah dinamakan sebuah “rumah perbendaharaan” (a storehouse). Menurut fakta sejarah, tidak ada bangunan gedung gereja resmi hingga 313 M ketika Kristen diresmikan

 

5. Guru-guru perpuluhan modern pastilah mengabaikan sebuah interpretasi harfiah (literal interpretation) dari Maleaki 3: 10-12. Terjemahan harfiah yang masuk akal mengajarkan bahwa deskripsi dan berkat-berkat itu hanya mengacu kepada makanan ( bukan uang, saya tambahkan)

 

Cara menafsirkan Maleakhi 3: 10 yang tidak secara literal tapi alegoris dan devotional, keluar dari konteks historis, grammar (pemakaian kata ganti orang “kamu” ditujukan kepada jemaat padahal konteks kata ganti “kamu” adalah para imam yang tidak jujur, lihat Maleaki 1:6), tidak konsisten (disatu sisi mengajarkan orang Kristen sudah bebas dari kutuk oleh penbusan Yesus tapi mengintimidasi jemaat akan dikutuk oleh Tuhan jika tidak bayar perpuluhan) bahkan hyper alegoris (belalang pelahap diartikan pencuri,perampok,penipu, kerugian bisnis dsb, penafsiran literal yang benar belalang artinya ya tetap belalang,  tingkap-tingkap langit diartikan pintu rejeki akan dibukakan, keuntungan usaha akan turun dsb. yang benar adalah tingkap-tingkap langit dibukakan artinya harfiahnya Tuhan akan mencurahkan hujan yang dibutuhkan untuk usaha pertanian di Israel). Itulah adalah contoh-contoh kesalahan dalam menafsirkan Kitab Maleaki yang perlu diperhatikan para pengkotbah Injil yang serius menjaga ajarannya.

 

Bagi para teman-teman yang sudah melayani dalam pengajaran  Alkitab. aktif di mimbar , penginjil-penginjil muda dan juga yang masih belajar di seminari Alkitab, sekolah-sekolah teologia hati-hatillah dalam membaca buku-buku kotbah yang mengandung agenda injil kemakmuran biasanya dari Amerika Serikat, jangan asal copy paste dan langsung dikotbahkan di mimbar tanpa menerapkan hermeneutik yang benar dan etika homiletik yang benar.Saya jadi ingat waktu kuliah di seminari dulu buku-buku yang banyak menjadi “handbook’ dari sejumlah teman-teman adalah yang ditulis oleh guru-guru injil kemakmuran dan pastilah kelak akan mempengaruhi kotbah-kotbah mereka di mimbar.Saya hanya mengingatkan apa yang  Rasul Paulus pesankan kepada anak rohaninya Timotius : ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu”.

 

Liburan panjang, Juli 2015

JS

 

 

TIDAK MALU DENGAN INJIL ( NOT ASHAMED OF THE GOSPEL) Eksposisi Roma 1: 16-17

 

     Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, (For I am not ashamed of the gospel, nkjv) karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata (diwahyukan, revealed) kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” 

Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Roma dalam ayat 16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, (For I am not ashamed of the gospel, nkjv , dalam teks Yunani dan diterjemahkan ke dalam Inggris menjadi For I am not ashamed of the gospel, Artinya “Aku tidak merasa malu dengan Injil” Paulus mungkin mengutip kata-kata Yesus dalam Mar 8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” . Paulus tidak malu terhadap isi dari injil maupun penganiayaan yang diakibatkannya (II Tim 1:12,16,18). Paulus pernah dilempari batu, diludahi,dihina, diusir, dipenjara,bahkan mati karena Injil. Orang Yahudi malu terhadap Injil karena peneguhannya tentang Mesias yang menderita, juga terhadap orang Yunani karena Injil mengajarkan kebangkitan tubuh. 

Kita tahu Paulus adalah dulunya sebelum bertobat adalah penganut agama Yahudi yang fanatic bahkan sudah menjadi ahli agama dari golongan farisi yang yakin dengan hokum Taurat dan adat istiadat Yahudi sebagai jalan keselamatan. Bahkan dulunya Paulus dengan nama Saulus adalah penganiaya orang Kristen. Tentunya perlu suatu kekuatan yang khusus bagi Paulus untuk mengatakan bahwa ia tidak merasa malu dengan Injil dilihat dari latar belakangnya yg dulunya benci akan Injil. 

Sebagai orang Kristen saat ini, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita merasa malu dengan Injil dan akibatnya malu untuk memberitakan injil? Atau kita sudah malu dengan injil, malu dengan Yesus, lebih parah lagi kita malu-maluin Injil dan Tuhan Yesus dengan perbuatan dosa yg kita lakukan di tengah masyarakat. 

Mengapa Paulus tidak merasa malu dengan Injil dan rindu untuk memberitakan Injil ke Roma? Paulus berkata dia tidak merasa malu dengan Injil karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, 

Kata “kekuatan” dari kata yunani DUNAMIS, ing: POWER YANG artinya kuasa SUPRANATURAL UNTUK MELAKUKAN MUJIZAT) . KEKUATAN ALLAH YANG MENYELAMATKAN, MAKNA TEOLOGISNYA: TIDAK SEMATA MUJIZAT FISIK SEPERTI MEMBANGKITKAN ORANG MATI,MENYEMBUKAN ORANG BUTA,KUSTA,LUMPUH,GILA,MENGUBAH 5 POTONG ROTI DAN 2 IKAN DLL, TAPI YANG PALING SUBSTANTIF IALAH MUJIZAT INKARNASI ALLAH MENJADI MANUSIA YESUS KRISTUS UNTUK DATANG KEDUNIA MENEBUS DOSA MANUSIA DAN MUJIZAT INJIL YANG MEMUNGKINKAN KELAHIRAN BARU BAGI MANUSIA BERDOSA YANG PERCAYA AKAN INJIL. 
Seperti ft Yoh 1: 12 : Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Baik orang Yahudi yang adalah umat piulihan Allah yang sudah punya hokum Taurat, maupun orang Yunani, penyembah berhala yang tidak mengenal Taurat sama-sama membutuhkan injil yang menyelamatkan , sama-sama perlu dilahirkan baru menjadi anak Allah dengan menerima Injil, Yesus Kristus percaya kepada-Nya. 

Ada apa dengan Injil ini? Apa bedanya dengan agama Yahudi atau filsafat Yunani? Mengapa Paulus yakin Injil adalah kekuartan Allah bukan yang lain? Paulus menjelaskan bahwa didalam Injil lah nyata kebenaran Allah, kata nyata lebih baik diartikan diwahyukan, revealed dari teks aslinya, artinya kebenaran Allah itu hanya diwahyukan didalam Injil, Injil Yesus Kristus, bukan kitab yang lain, bukan filsafat, bukan adat dan tradisi manusia. Ini adalah keunikan dan finalitas injil. Injil adalah wahyu terakhir dari Allah yang menproklamasikan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia turun kedunia, disalibkan, mati, dan bangkit untuk menebus dosa manusia, untuk membebaskan manusia dari hukuman kekal di neraka, untuk membebaskan manusia dari kuasa dan kutuk dosa dan cengkeraman Iblis, untuk membebaskan manusia dari maut. Seperti pada ayat 17 dikatakan Sebab di dalamnya nyata (diwahyukan, revealed) kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” DIDALAM Injil nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman adalah metodenya Allah dalam menyelamatkan orang berdosa. ( Adam Clark: …Is the righteousness of God is God’s method of saving sinners). 

Jadi injil adalah keuatan Allah yang menyelamatkan, didalamnya kebenaran Allah sudah diwahyukan, kebenaran Allah yang bertitik tolak dari iman, diresponi dengan iman dari setiap orang yang mendengan Injil kabar baik Yesus Kristus. Ditegaskan oleh Paulus dalam Roma 3: 22-24: Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Garis bawahi ayat 22. kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. 

Siapakah setiap orang yang percaya ini? SETIAP ORANG YANG PERCAYA BERARTI SETIAP ORANG YANG MENERIMA PESAN TENTANG YESUS YANG MATI DISALIBKAN DAN BANGKIT UNTUK MENEBUS DOSA MANUSIA ; MENGAKU DENGAN MULUT BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DAN PERCAYA DALAM HATINYA Yesus bangkit dari kubur seperti FT dalam Rom 10: -11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” 
ITULAH CARA KERJA ALLAH UNTUK MEMBENARKANDAN MENYELAMATKAN ORANG YANG BERDOSA. ITULAH AWAL DARI PERTOBATAN YANG SEJATI. BERIMAN KEPADA YESUS DAN KARYA-NYA. Iman sebagai starting point dan juga goal 

Apakah saudara mengerti esensi atau inti kekristenan yang membedakan dengan kepercayaan lainnya apapun itu? Mari kembali kepada injil yang murni dan asli! Injil yang murni adalah Injil Yesus Kristus yang disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa! Bukan injil kemakmuran, Yesus sebagai juruselamat ekonomi dan keuangan dll. Seperti Apakah iman Kristen yang kita tidak boleh malu itu : yaitu IMAN YANG BERPUSAT PADA YESUS DAN KARYA-NYA, DARI AWAL SAMPAI AKHIR, ITULAH IMAN KRISTEN YANG MENYELAMATKAN.IMAN YANG MENYELAMATKAN ITU DIBUKTIKAN DENGAN BUAH-BUAH KETAATAN dan pertobatan. 

Harapan saya kita semua adalah orang yang benar yang hidup oleh iman. Orang benar akan hidup oleh iman .Dari iman ke iman : iman sebagai starting point, titik awal dan tujuan akhir iman yang bergerak terus menerus, dinamis, iman yang menerima Yesus, terus menerus memeluk Yesus, iman yang hidup bukan iman yang mati. Orang benar yang dibenarkan oleh anugerahTuhan memiliki Yesus dalam hidupnya, dalam jiwanya, dalam hatinya, dan hidup itu adalah hidup yang kekal, hidup kerohanian yang bermutu karena memiliki hubungan yg peribadi dengan Bapa dalam Yesus. 

Penutup: 

Keunikan iman Kristen dibandingkan dengan kepercayaan lain adalah iman Kristen bergantung sepenuhnya kepada karya Yesus yang mengimani firman bahwa Yesus disalibkan,mati,bangkit untuk menbus dosa manusia, yg adalah jalan keselamatan ke surga, bukan beriman kepada kesalehan agamawi pribadi, konsep pahala, konsep menyiksa diri,pantang ini dan itu untuk masuk surge. Dengan keunikan iman Kristen ini ditengah-tengah pluralism agama dan kepercayaan lain yang berbasis kepada kesalehan pibadi janganlah kita merasa malu dan minder dengan Injil. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” (Rom 10: 11) 

Seperti Paulus katakan juga dalam 1 Korintus 19-25 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allahberkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 

Justru itulah kekuatan,keunikan,finalitas dan kejayaan Injil yang berpusat pada karya Yesus sebagai pribadi yang menyelamatkan bukan melakukan aturan dan syarat agama legalistik yang tentunya tidak seorangpun sanggup melakukannya dengan sempurna dan sesuai dengan standar Allah. 

HANYA ANUGERAH, HANYA IMAN, HANYA ALKITAB, HANYA KRISTUS. HANYA INJIL. AMIN. 

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu 21 Oktober 2012 di GBI JL.MARTADINATA SUNGAILIAT BANGKA

KEMERDEKAAN ORANG KRISTEN ADALAH KEMERDEKAAN YANG TERKENDALI GALATIA 5 : 1-15

GALATIA 5 : 1-15  Ayat kunci: ay. 13 ¶  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kubur telah memerdekakan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari perbudakan kutuk dosa. Dosa sebagai tuan tidak memiliki kuasa lagi atas kita manusia yang mewarisi dosa Adam. Kristus dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib telah membersihkan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari penjajahan dosa. Kita tahu “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaaan Allah” dan upah dosa adalah maut. Yesus melalui kebangkitan-Nya setelah mati telah mengalahkan  kuasa maut, dan maut tidak berkuasa lagi bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, kita pasti bangkit , karena Yesus sudah bangkit. Yesus juga telah mengalahkan kuasa Iblis dan kita yang percaya kepada-Nya telah menerima Roh yang lebih besar dari roh dunia ini. Kita juga dibenarkan oleh Yesus Kristus karena anugerah kasih karunia melalui iman bukan karena melakukan hukum Taurat. Orang Kristen adalah orang yang bebas merdeka secara rohani, dalam arti merdeka dari kutuk dosa, dari maut, dari iblis dan dari  melakukan hukum Taurat sebagai syarat keselamatan. Masalahnya kemerdekan rohani yang diberikan Allah kepada  kita yang percaya bisa diselewengkan menjadi kemerdekaan yang tanpa disiplin rohani, kebebasan yang tanpa kebenaran dan keadilan, kemerdekaan rohani yang dilecehkan oleh orang Kristen sendiri.

Bagaimanapun  kemerdekaan orang Kristen itu adalah kemerdekaan yang terkendali bukan kemerdekaan yang semaunya tanpa control disiplin rohani.. Maka Paulus menjelaskan apa yang bukan dimaksud dengan kemerdekaan orang Kristen :

  1. 1.         Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekaan untuk menuruti keinginan daging

Merdeka dalam Kristus bukan berarti bebas merdeka melakukan dosa, Gal 5: 24: Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Gal 5: 13 ¶  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Apa itu keinginan daging? Kata daging dari kata Sarkos: Flesh artinya: human weakness because of the fall of mankind in Genesis 3 (cf. Rom. 6:19; 7:18) Kelemahan manusia karena kejatuhan manusia Adam yg tergoda oleh Iblis di taman Eden ( Kej 3). Keinginan daging yang ada pada manusia yg adalah kelemahan manusiawi jika tidak dikendalikan oleh Roh Kudus, itu akan muncul menjadi perbuatan daging seperti yang Paulus daftarkan dalam Gal 5: 19-21 :                                                                                                                                                 

  Gal 5: 19-21:  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (dosa seksual,pornografi,free sex)

20      penyembahan berhala, sihir, (okkultisme) perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21  kedengkian,(egoisme) kemabukan, pesta pora (hedonisme) dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (diulang) .

 2.  Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekan untuk merugikan sesama

melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. ( Gal 5: 13) . ay. 14-16  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” 15  Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan. Ay.26.    dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.   …janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. ( Fil 1: 12)

3.Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekaan untuk mengabaikan hukum Allah (antinomianisme)

Kalau pada ayat 2- dst Paulus menegur orang Kristen yang mau kembali kepada hukum sunat sebagai syarat keselamatan (legalisme) bukan melalui anugerah dengan iman kepada Kristus maka sebaliknya Paulus pada ayat 13 menegur orang Kristen yang justru ingin bebas dari disiplin rohani, dari menjaga kekudusan dengan pertolongan Roh Kudus dan firman Tuhan. Sehingga kemerdekaan orang Kristen sepertinya bebas semaunya tanpa mentaati hokum moral Allah.   …some people think that being free from the law means that we’re no longer responsible to obey the moral commandments of God.  Ada orang yang berpikir kalau kita bebas dari hukum berarti tidak lagi bertanggung jawab mentaati perintah-perintah moral dari Allah. Kalau begitu apakah arti merdeka dari hukum Taurat? Artinya merdeka atau bebas dari berusaha untuk mendapatkan keselamatan melalui melakukan hukum Taurat. Artinya merdeka dari berusaha  untuk berusaha mempertahankan standar kekudusan Allah tanpa kesanggupan ilahi. ( John Arthur) baca: Gal 5: 55  Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

 

Keimpulan point 1-3 diulang lagi. Semoga kita semua oleh pertolongan Tuhan benar-benar mengalami kemerdekaan rohani yang sejati di dalam Kristus, Percaya kepada Kristus atau mati? Merdeka atau mati?   Merdeka! Tuhan Yesus memberkati

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu 19-8-12 di GBI JL. MARTADINATA SUNGAILIAT BANGKA.

ref: Pastor John Arthur, Bob Utley Commentary, Sabda on line Commentary, dll.

KUALIFIKASI MORAL SEORANG PENYEMBAH Epiphonema/Moralreflection) Kotbah ekspository dari MAZMUR15:1-5

 “KESALEHAN AGAMA (vertical/individual) YANG BENAR MENGHASILKAN KESALEHAN SOSIAL(horizontal/komunal) YANG BENAR”
Dalam Mazmur 15 : 1-15 ini Daud bertanya kepada Tuhan (Yahweh) :TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
Kata tanya siapa? Berarti menunjuk tentang orang,manusia, pribadi,person. Pribadi seperti apa yang boleh “diijinkan” menumpang dalam kemah Tuhan. Kemah Tuhan adalah tabernakel Daud yaitu kemah yang dipasang di gunung ( Sion) sebagai tempat beribadah bagi bangsa Israel. Karena Allah itu kudus maka kemah yang dipercaya Allah hadir adalah kudus juga, begitu juga gunung dimana kemah itu dipasang juga kudus. Dengan hadir-Nya Allah yang kudus di kemah yang jadi kudus, di gunung yang jadi kudus, maka diharapkan orang-orang yang masuk ke kemah Tuhan, yang naik kegunung Tuhan juga harus kudus. Sehingga Daud bertanya kepada Tuhan, TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Jadi tidak sembarang orang bisa menjadi penyembah Tuhan di kemah-Nya yang kudus. Menurut jawaban Tuhan (ay.2-5) sendiri atas pertanyaan Daud itu, seorang penyembah Tuhan harus memiliki kualifikasi moral, integritas, syarat-syarat moral etika baik dihadapan Tuhan yang maha tahu maupun ditengah masyarakatsekitar.                                                                                                                                                               
Apa saja kualifikasi moral bagi seorang penyembah Tuhan yang kudus ?                                                        
*Ay. 2.Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya                                                                                                                                   Berlaku tidak bercela (Tuhan melihat hati) walks  uprightly,walks blamelessly) dari kata  Ibrani KUALIFIKASI%20MORAL%20SEORANG%20PENYEMBAH.yang artinya komplete/perfect/integrity). Komplit, sempurna,tidak ada cacat sedikitpun, integritas penuh . Pada jaman PL, orang Yahudi kalau mau beribadah kepada Tuhan, harus membawa binatang yang tidak ada cacatnya, harus sehat, berkualitas, baru bisa diterima oleh imam. Begitu juga standar Allah bagi seorang penyembah-Nya harus memiliki moral yang sempurna, integritas yang lengkap, sikap hati yang benar dihadapan Tuhan, baru bisa diterima ibadahnya. Jadi ketika orang bisa datang beribadah kepada Tuhan adalah suatu keistimewaan dari Tuhan, Tuhan sebagai “tuan rumah”, Dia yang tahu dan menentukan siapa yang boleh jadi tamunya, siapa yang boleh masuk ke rumah-Nya.

Jadi kita orang Kristen saat ini, jangan “sombong” kalau sudah bisa beribadah ke gereja. Bukan kita yang menjadi tuan rumah di gereja tapi Tuhan Yang Maha Kudus. Bukan pendeta yang jadi tuan rumah tapi Allah yang maha kudus.

 Kita boleh datang menyembah Allah yang maha kudus di gereja adalah semata-mata karena anugerah, kasih karunia, seijin-Nya Allah.

Siapa disini yang sudah sempurna, tidak berdosa sama sekali, tidak ada cacat dalam hidupnya? Memiliki jejak rekam moral yang sempurna? Ada?  Ketahuilah kita semua disini boleh menyembah Tuhan hanya karena kita beriman kepada Anak domba Allah yang telah dikorbankan untuk menebus doa kita. 1 Pet 1: 19 berbunyi Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19  melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.                                                                                                                                                                                     
Kesempurnan  orang Kristen adalah kesempurnaan yang bergantung sepenuhnya kepada kesempurnaan Yesus Kristus, Anak Domba Allah Yang tidak bercacat cela. Ini disebut kesalehan pasif (divine passive). “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. .(Ibr 4: 15- 16)   

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus ,   karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,  dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.   Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni
( Ibrani 10: 19-21).  
[1]( tamam/tamim : Complete. Refers to animals which are without blemish; also translated as such related adjectives as full, whole, upright, perfect. it represents the divine standard for man’s attainment. tamim delimits Israel’s sacrifices, which were to be without blemish, perfect in that respect, so as to be accepted (#Le 22:21-22*) as types of Christ, the spotless Lamb of God (#1Pe 1:19*).

Sebagai orang Kristen yang dibenarkan karena  imannya bersandar kepada kekudusan dan kesempurnaan Yesus Kristus, IMAM BESAR AGUNG, SATU-SATUNYA PERANTARA KITA KEPADA ALLAH, maka kita memiliki tanggung jawab moral etika yang berat di tengah dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini, “semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Rom 3: 23), jadi sepatutnyalah kita yang “katanya” adalah “orang-orang kudus”, “orang-orang benar” menunjukkan gaya hidup sehari-hari yang sesuai dengan sifat dan karakter penebus kita Yesus Kristus, menjadi terang dan garam di ditengah dunia yang standar moralnya semakin rusak dan merosot. Pembenaran Cuma-Cuma oleh Tuhan terhadap kita, orang percaya, juga harus memperhatikan keadilan. Apakah kita sebagai bagian dari masyarakat social sudah adil dan berlaku benar di tengah masyarakat “KESALEHAN AGAMA YANG BENAR MENGHASILKAN KESALEHAN SOSIAL Yang BENAR”                                                                                                                                                                                                    
Apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat? (Ini adalah pengudusan aktif oleh pertolongan Roh Kudus, “kuduslah, kamu bait Roh Kudus”).                                                                                                                           
 Yaitu  : Ay. 3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidah tidak berbuat jahatterhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetanggany                                                                                                                                                                                                   
Yakobus 1: 26 berkata “ Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Orang Kristen yang ibadahnya berkenan kepada Allah, ternyata bukan orang Kristen yang suka nyanyi di gereja, atau suaranya merdu ketika memuji Tuhan di gereja, tapi lidahnya merdu ketika ada di tengah masyarakat, di tengah lingkungannya, diantara teman-temannya, ditengah-tengah tetangganya. Lidah yang merdu di tengah tetangganya artinya, tidak suka memfitnah orang, tidak suka mengosip orang, ngomong dibelakang, menjelek-jelekkan, membunuh karakter orang dengan fitnah dan gossip. Firman Tuhan jelas berkata” Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Berikutnya lagi Apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat?                                                                                                                                                        *AY. 4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;                                                                                                                                                                                                                 Memandang hina orang yang tersingkir ( vile man/ orang sifatnya jahat dimata Tuhan) artinya  orang itu harus memiliki prinsip dalam bergaul, jangan karena seseorang itu kaya walaupun dari hasil korupsi misalnya ikut-ikut minta bagian, jatah. Tetapi mendukung orang-orang yang takut akan Tuhan, orang-orang yang idealis, yang mau hidup saleh walau menderita sekalipun, orang-orang yang rela pikul salib, sangkal diri. Berikutnya “ Dan berpegang pada sumpah, walaupun rugi; artinya jika ya katakan ya jika tidak katakana tidak. Mulutmu harimaumu, Apa yang kita terlanjur katakana kepada orang mungkin janji, mungkin komitmen waktu,uang yang resikonya kita akan mengalami kerugian, tetap pegang janji, tetap pegang perktaan walau rugi. Ingat “nama baik lebih berharga daripada kekayaan emas perak dan permata. Reputasi mu  ditengah masyrakat tergantung dari bukti dari perkataanmu.                                                                                                                                            
Berikutnya  lagi apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat?
Ay. 5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah 
Dalam istilah sehari-hari  saat ini, orang yang meminjamkan uangnya dengan bunga yang lebih tinggi dari bank disebut rentenir, lintah darat. Baru kemarin  ada kejadian di Bogor seorang bapak yang meminjamkan uangnya kepada orang-orang, dibunuh secara sadis oleh orang-orang yang meminjam uang darinya. Salah satu pelaku masih berumur 14 tahun. Orang Kristen yang sejati jangan jadi rentenir, lintah darat, tapi rela membantu orang yang susah, miskin,agar jadi maju karena kasih Yesus Kristus, tanpa pamrih atau motif kepentingan pribadi.
Tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah,                                                                                                                                            
Saat ini perbuatan sogok dan suap sepertinya sudah membudaya dan sepertinya “bisa diterima” demi kepentingan sesaat, menghalalkan segala cara yang penting urusan beres, lancar,untung. Antara yang menerima suap atau sogokan dengan yang member sama-sama saling membutuhkan. Dikalangan profesi pengacara ada sindiran : Maju tak gentar, Membela yang bayar!

 KPK Indonesia tiap hari lembur menangkapi oknum-oknum yang menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dengan menerima suap dan sogokan. Ingat firman Tuhan berkata tentang larangan untuk suap:

Ul. 16:19

Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar

Kel. 23:8

Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.

1Sa. 8:3

Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.

2Taw. 19:7

Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita.”

             
    “ AKAR SEGALA KEJAHATAN ADALAH CINTA AKAN UANG”

Penutup:                                                                                                                                                                            Pada ayat 5 b pemazmur  menyimpulkan Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.Ini adalah janji Tuhan bagi yang melakukan kesalehan tadi tidak akan goyah selama-lamanya, artinya diterima Tuhan di bumi dan di sorga.                                                                                                                                                                                                  
Pertanyaannya bagi kita saat ini siapa yang sudah sempurna secara moral etika seperti yang disyaratkan pada ay. 2-5 tadi? Ada yang sudah sempurna secara moral disini? Tak bercacat cela? Suci seutuhnya dengan kekuatan sendirI? Seperti doa seorang pemungut cukai di bait Allah dalam perumpamaan Yesus, begitulah seharusnya sikap hati kita ketika beribadah di rumah Tuhan:

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18: 9-14).

 Firman Tuhan berjanji : Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10  Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. ( 1 Yoh 1: 9-10).

Kita tidak sempurna secara moral dan etika , kita berdosa kepada Tuhan Allah , kita harus bertobat, dan terus bertobat setiap hari agar kita layak masuk ke kemah-Nya Tuhan, layak naik ke gunung Tuhan yang kudus                                                                                                                                                                                        Mari mohon ampun atas segala dosa dan kelalaian kita kepada Tuhan Allah yang maha kudus dan sempurna, datang kepada Yesus Kristus Satu-satunya Pribadi yang sempurna, dan tak bercacat cel,a percayalah kepada-Nya dan bertobatlah, darah-Nya yang suci dan mulia bersihkan dari segala cela dan dosa. Mohon kekuataan dan anugerah-Nya oleh Roh Kudus  agar kita bisa memiliki gaya hidup seorang penyembah Allah yang kudus, bermoral, dan berkenan kepada-Nya ditengah-tengah di dunia yang gelap ini. Janji Tuhan “Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya”.Kemuliaan bagi Tuhan saja. Amin

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth di GBI MARTADINATA Sungailiat Bangka Minggu 22-7-2012″

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.