APAKAH MUJIZAT MASIH ADA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Matius 7: 21-23

miracles

Kata mujizat sudah menjadi kata yang biasa diucapkan, dinyanyikan, didoakan bahkan dikotbahkan di kalangan Kristen karismatik pentakosta. Karena begitu gampangnya menyebut kata mujizat akibatnya ibarat makanan “mujizat” sudah seperti nasi yang ada dimakan setiap hari. Seperti lagu rohani ‘Selama ku menyembah-Mu. Ku percaya, ada mujizat setiap hari’. Implikasinya segala sesuatu pengalaman yang mungkin tidak biasa disebut mujizat. Misalnya, seseorang lagi kesulitan keuangan, dan sangat membutuhkan uang, tahu-tahu bertemu dengan teman lamanya itu dan memberikan dia sejumlah uang yang dia butuhkan, ‘MUJIZAT!’.
Ada lagi cerita seseorang yang mau liburan ke Singapore, dan sudah pesan tiket siap berangkat besoknya. Besoknya paginya dia bangun terlambat dan tidak jadi berangkat. Dia begitu kesal dan memarahi istrinya yang tidak membangunkannya. Tahu-tahunya di siang hari ada berita kecelakaan pesawat terbang yang menuju Singapore di tv. Dan dia kaget ternyata pesawat itu yang akan dia naik tadi pagi, dia langsung bilang, “MUJIZAT!”. Ada juga yang bilang, bangun pagi dalam keadaan sehat dan masih bernafas itu juga “MUJIZAT!” Ada lagi yang bilang, bisa makan dua kali sehari saja, itu “MUJIZAT!” Oleh karena itu penting untuk kita bisa membedakan pemeliharaan Allah kepada manusia yang adalah common grace atau anugerah umum yang natural dengan intervensi Allah kepada manusia yang “melawan” hukum alam atau supranatural.
Memang kita bisa bernafas, bekerja, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan jodoh, semua yang berhubungan dengan kebutuhan hidup sehari-hari Tuhan janjikan semuanya itu akan ditambahkan kepada kita, artinya semuanya itu termasuk dalam rangka pemeliharaan Allah kepada ciptaan-Nya dan sifatnya umum atau common grace dan alami, masih ingat kan mandat Allah kepada Adam dan Hawa agar mereka menguasai bumi dan mengelolanya serta bertambah banyak dan beranak cucu.  Mandat Allah kepada manusia itu karena manusia sudah diberi akal budi untuk melanjutkan kehidupan mereka di bumi.
Dibandingkan dikalangan orang-orang gereja Protestan. Lutheran, Reformed atau Baptis atau Katolik secara umum, mungkin (hanya perkiraan saya berdasarkan pengamatan) sepertinya kata mujizat lebih intens dan sering diucapkan di kalangan gereja karismatik pentakosta. Mengapa? Karena di kalangan gereja mainstream tersebut kan umumnya tidak menerima akan ajaran bahwa mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus itu masih berlangsung saat ini di tengah gereja modern.

Continuationist

Paham Cessationist (dari kata cease =berhenti) meyakini semenjak Alkitab sudah dikanonisasikan tidak perlu lagi ada mujizat,tidak perlu lagi ada lagi pewahyuan, “Bible is closed!.”, hanya berlaku sampai kepada para rasul pada masa gereja mula-mula. Kalangan Cessationist percaya semua mujizat yang ada di Alkitab tapi tidak untuk mujizat yang katanya bisa terjadi di gereja modern seperti keyakinan dari kalangan Continuationist (dari kata continue= berlanjut), yang umumnya diyakini oleh aliran karismatik pentakosta, walaupun realitanya ada juga pastor dan jemaat dari kalangan Reformed, Baptist, atau Katolik Kharismatik yang posisinya juga Continuationist . Khusus di kalangan Continuationist baik dari karismatik pentakosta maupun Reformed, Baptist, Katolik Kharismatik, pertanyaan discernment yang penting adalah bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu. .

$T2eC16ZHJGkFFmJb+eneBRb-m!vEGg~~_35

(Perdebatan autentikasi bahasa roh antara yang percaya dengan yang skeptis sudah menjadi isu klasik)

Pertanyaan sulit yang penting yaitu bagaimana membedakan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu yang diklaim masih terjadi saat ini? Misalnya di acara KKR maupun di tv, seperti Ibadah Pelayanan Mujizat Kesembuhan,Mujizat Keuangan dan sejenisnya. Apa tolak ukurnya? Kesaksian orang-orang yang mengaku telah mengalami mujizat seperti yang saya tonton di acara channel tv Kristen, apakah kesaksian itu jujur atau sudah diatur dan direkayasa?. Rasul Paulus meyakinkan bahwa Allah meneguhkan wibawa kerasulannya dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa (2 Korintus 12: 12). Kredibilitas dari mujizat-mujizat didasarkan oleh saksi dan yang kompetent dan bisa dipercaya dalam hal ini Paulus bermaksud mengatakan bahwa Allah menjadi saksinya dengan memberikan tanda-tanda heran sebagai autentikasi kerasulannya.. Kalau di acara mujizat di tv yang saya tonton yang menjadi saksi yang menguatkan atas kesaksiaan tersebut adalah dokter dan jemaat atau penonton hanya bisa percaya atau skeptis, skeptic dalam arti bukan ragu akan kuasa Tuhan melakukan mujizat tapi skeptic dengan kesaksian orang yang bersaksi yang mempromosikan kehebatan dari pendeta dengan gerejanya.

hinn002
Oleh karena itu tentunya referensi utama yang berwibawa dan competent dan layak dipercaya untuk discernment kesaksian-kesaksian dan pelayanan-pelayanan supranatural pertama-tama adalah Alkitab. Dan juga kita membutuhkan pandangan teolog-teolog yang obyektif, kredibel dan berwibawa dalam bidang teologia sistematika baik dari golongan cessationist maupun continuationist yang bisa sebagai bahan pembandingan dan pembelajaran.
Saya sendiri tidak mempertanyakan keaslian mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus yang terjadi di Alkitab tapi yang diklaim banyak terjadi di lingkungan pelayanan kharismatik pentakosta saat ini. Bukan dari sudut pandang cessationist tapi posisi teologis saya sebagai orang kharismatik continuationist itu sendiri. Untuk menjawab pertanyaan discernment ini, pertama kita harus mencari tahu apa definisi dari kata mujizat. Supaya kita setidak-tidaknya bisa membatasi kriteria batasan dari mujizat agar tidak melebar kemana-mana dan tersesat.Saya istilahkan sikap ini adalah holy skeptic, keraguan yang kudus.

Diakhir jaman ini seperti yang Yesus peringatan dalam Matius  7 : 15-20 akan muncul nabi-nabi palsu dan dilanjutkan pada ayat 21-23  nabi-nabi palsu itu dicirikan dengan pelayanan mujizat dan kharismatis, maka tidaklah berlebih-lebihan untuk mempertanyakan kredibilitas dan kualitas serta autentikasi dari mujizat yang diklaim dan didengung-dengungkan di kalangan aktivis kharismatik pentakosta itu dari sudut pandang kharismatik pentakosta Continuationist sendiri, artinya bukan dalam rangka mempertanyakan apakah mujizat masih ada tetapi lebih menekankan bagaimana membedakan mujzat dan karunia-karunia Roh Kudus yang asli dengan yang palsu, atau apakah tujuan yang sebenarnya dari mujizat, seberapa penting mujizat saat ini? bolehkan orang Kristen mencari-cari mujizat dan mengharapkannya? Apa saja contoh-contoh faktual penyimpangan dari pelayanan yang menekankan mujizat dan karunia-karunia Roh Kudus (Supranatural ministry)? Jadi semangatnya adalah untuk mencerahkan iman bukan untuk melemahkan iman. Ingat pesan firman Tuhan. ujilah segala sesuatu, apakah sesuai dengan firman Tuhan ,ambil yang baik yang buruk tanggalkan. Ujilah-segala-sesuatu-770x330

Berikut ini sejumlah definisi kata mujizat yang saya ambil dari sejumlah referensi.

Dr. Wayne Grudem (Teolog Continuationist Teologi Sistematika):

A miracle is a less common kind of God’s activity in which he arouses people’s awe and wonde and bears witness to himself.
( Terjemahan bebasnya: Sebuah mujizat adalah sebuah tindakan istimewa yang dilakukan Allah yang membuat orang takjub dan heran dengan tujuan untuk memberikan kesaksian tentang diri Allah)
Definisi ini menurut Grudem, lebih baik, karena untuk bisa membedakan mujizat dengan pemeliharaan Allah yang sifatnya umum.

John Mac Arthur ( Pastor Gembala Teolog Cessationist ):
Mujizat adalah peristiwa supranatural yang melawan hukum alam yang tidak bisa dijelaskan secara manusiawi.
418nz3Oh8bL._AC_UL320_SR214,320_arthur

Catatan penting tentang John Mac Arthur seorang pendeta baptis cessationist mengatakan dalam kotbahnya tentang posisinya teologisnya terhadap mujizat yaitu dia percaya semua mujizat yang terjadi di Alkitab, dia percaya Allah masih bisa melakukan mujizat saat ini, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah kata beliau, namun yang dia tentang adalah keyakinan adanya pemberdayaan Allah kepada gereja saat ini khususnya kalangan karismatik pentakosta untuk melakukan mujizat dan pelayanan karunia-karunia Roh Kudus. Dia mengutip Matius 7: 15-20 dan 21-23 untuk menyerang aliran kharismatik. 516qPnP1q1L._SX288_BO1,204,203,200_chaos
Memang Matius 7 : 21-23 sering dipakai oleh kalangan Cessationist yang doktrinnya mujizat tidak berlaku lagi saat ini di gereja modern dan oleh gereja modern setelah Alkitab dikanonisasikan menjadi 66 kitab PL dan PB.

“Pada tahun 363, Konsili Laodikea menjelaskan bahwa hanya Perjanjian Lama (bersama dengan Apokripha) dan 27 kitab-kitab Perjanjian Baru yang dibaca di gereja-gereja. Konsili Hippo (tahun 393) dan Konsili Kartage (tahun 397) juga meneguhkan ke 27 kitab yang sama sebagai kitab-kitab yang memiliki otoritas”

Matius 7: 21-23 adalah ayat-ayat panas yang biasa dipakai untuk menyerang kalangan karismatik pentakosta yang melayani dengan mempraktekkan dan menekankan karunia-karunia Roh Kudus serta baptisan Roh Kudus seperti gereja mula-mula. Apakah maksud sebenarnya dari  Matius 7 : 21-23 adalah Tuhan Yesus melarang pelayanan kharismatik di gereja oleh orang-orang Kristen ? Kalau kita lebih telti lagi melihat konteks sebelumnya pada ayat 15-20 dari perkataan Yesus, sebenarnya Yesus bukan atau tidak melarang pelayanan kharismatik seperti bernubuat, mengusir setan-setan, melakukan mujizat, buktinya justru Yesus pernah mengutus murid-murid-Nya dengan disertai tanda-tanda heran dan mujizat, tapi konteksnya adalah dari  ayat 15- 20 , Yesus memperingatkan adanya atau akan munculnya nabi-nabi palsu di akhir jaman yang walaupun melakukan pelayanan yang supranatutral dan kharismatik dalam nama-Nya bukanlah jaminan bahwa mereka dikenal secara pribadi oleh Tuhan Yesus, malah ditolak. Jadi pesan dari Matius 7 : 21-23 adalah jangan jadikan pelayanan kharismatis supranatural sebagai modus untuk motivasi dan maksud yang tidak benar, yang dikatakan oleh Yesus, “pembuat kejahatan”, misalnya kalau seseorang bernubuat dan mengaku sebagai nabi, tapi nubutannya tidak terjadi, mengada-ngada, motivasinya untuk mendapatkan uang dan popularitas, mengusir setan dan mendoakan kesembuhan orang-orang untuk memperkaya diri dan cari sensasi, pengkultusan individu, dan lebih tragis dari itu nabi-nabi palsu itu mengandalkan dan membanggakan kesuksesan pelayanan kharismatis di dalam nama Yesus di tengah umat sebagai sesuatu yang bisa membuat mereka diterima masuk ke dalam kerajaan Sorga oleh Yesus. Alih-alih masuk sorga dengan prestasi pelayanan yang hebat melainkan ditolak Yesus dan dikatakan  apa yang mereka lakukan bukanlah melakukan kehendak Bapa bahakan dikatakan sebagai pembuat kejahatan. Apa itu melakukan kehendak Bapa menurut saya adalah bukan semata-mata pengakuan dengan kata-kata saja akan ketuhanan Yesus tapi tanpa penghayatan yang benar akan pengorbanan Yesus, atau melakukan berbagai macam perbuatan baik dan pelayanan yang hebat, memiliki karunia dan karakter yang baik, dan menjadikan itu semua sebagai modal atau dasar alasan agar masuk sorga diterima oleh Tuhan (salvationby works), tapi kehendak Bapa yang sejatinya adalah agar kita percaya kepada Injil Yesus saja, in Christ Alone, yang mencakup pengorbanan-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, pembenaran,imputasi, pengudusan sebagai alasan dan dasar mengapa Allah Bapa mengijinkan kita masuk Sorga.

Percaya sepenuhnya kepada Yesus dan karya keselamatan-Nya adalah suatu tindakan ketaatan kepada Bapa”

Oleh karena itu satu hal yang perlu dikritik dari pernyataan Arthur dalam penentangannya terhadap aliran karismatik (buku “Charismatic Chaos” dan terakhir “Strange Fire) adalah generalisasi membabi buta yang seolah-olah menyamakan oknum-oknum kharismatik tertentu di Amerika Serikat yang mungkin memang berlebih-berlebihan dan terlibat dalam kasus penyimpangan etika moral pelayanan dengan hamba-hamba Tuhan dari gerakan aliran kharismatik pentakosta yang sehat, konservatif alkitabiah dan injili secara umum. Dan saya kira masih banyak hamba-hamba Tuhan dari aliran pentakosta kharismatik yang memiliki intgritas, saleh, jujur, mengajarkan ajaran yang sehat, konservatif alkitabiah, injili di seluruh dunia ini yang katanya 1 dari 4 orang Kristen di seluruh dunia yang sekitar 2 miliar adalah orang Kristen Pentaskosta Kharismatik, berarti kasarnya  sekitar 500 juta orang. Oleh karena itu mari kita menjadi orang Kristen Pentakosta Kharismatik yang cerdas, jangan ekstrim dan overacting apalagi “gila-gilaan”, yang mencintai Yesus, berpusat pada Yesus yang terus berubah untuk menjadi seperti Kristus. Kalangan Cessationist yang skeptic sering menyindir orang kharismatik pentakosta sebagai ajaran sesat berdasarkan Matius 7 : 21-23, memang kalau mau jujur dan rendah hati memang ada oknum-oknum tertentu yang ekstrim, maniak, berlebih-lebihan dan manipulative tapi mereka itu tidak mewakili aliran kharismatik yang benar dan sehat, serta dewasa yang selalu berpedoman pada Alkitab apalagi sekarang semakin banyak sekolah-sekolah teologia aliran karismatik yang didirikan. Jangan ada lagi anggapan orang karismatik pentakosta itu anti teologia dan menganggap teologi itu tidak penting.

(Dua buah buku ini dari Brown dan Viola (Teolog Continuationist, yang menentang buku-buku Arthur)

                                  BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENCARI MUJIZAT?
Sehubungan dengan peringatan Yesus tentang bahaya nabi-nabi palsu pada akhir jaman dalam Matius 7: 21-23, maka ada pertanyaan penting yang harus kita jawab, yaitu bolehkah orang Kristen mencari mujizat saat ini? Saya mengutip jawaban dari Wayne Grudem , yaitu boleh saja tapi dengan beberapa catatan berikut ini:

1. Jangan mencari mujizat untuk kepentingan pribadi , misalnya untuk uang, keuntungan, popularitas, pengkultusan pendeta atau reputasi gereja ( Kis 8: 18-20).
2. Jangan mencari mujizat untuk hiburan seperti “show”, pertunjukan, tontonan ( Lukas 23: 8)
3. Jangan melebih-lebihkan tanda-tanda dan mujizat karena itu tidak essential dan menyelamatkan, Injil Yesus Kristus lah yang menyelamatkan (Roma 1: 16)
4. Jangan mencari mujizat dengan semangat seperti orang-orang tidak percaya yang skeptic untuk mencari kelemahan guna mengkritik orang yang mengkotbahkan Injil              ( Matius 16: 1-4).

Mengutip Grudem, bahwa sering ketika Allah bekerja menjawab doa yang hasilnya menakjubkan bagi yang berdoa untuk itu tetapi bagi orang-orang skeptic mujizat itu masih bisa dijelaskan secara alamiah yang memang menolak untuk mengakui karya tangan Allah yang bekerja. Orang-orang yang liberal atheist dan skeptis mengikuti David Hume menyangkal bahwa kesaksian bisa sebagai bukti dari adanya sebuah mujizat, karena pada dasarnya mereka meyakini mujizat itu tidak mungkin. Kaum Liberal atheistis skeptis pasti berusaha menjelaskan secara rasional alamiah peristiwa-peristiwa mujizat yang tertulis di Alkitab, apalagi kalau terjadi saat ini bisa diduga pasti mereka langsung mengatakan itu palsu, sensasi dan rekayasa manusia.

                                          STUDI KATA SINGKAT KATA MUJIZAT

Kata mujizat dalam bahasa inggris Miracle berasal dari bahasa Latin mīrāculum, dari kata mīrārī yang artinya to wonder at, kagum kepada (http: //dictionary.reference.com/browse/miracle). Kata-kata Yunani yang dipakai untuk mengacu kepada mujizat, tanda, atau sign di Alkitab yaitu semeion, kata teras untuk wonder, ajaib, heran, dan kata dunamis untuk kuasa atau power.

             ” Tanda-tanda membangun iman, tetapi Allah adalah isi dari iman itu bukan      tanda-tanda itu”

Kata Semeion yang diterjemahkan menjadi mujizat, tanda atau miracle (Inggris) memilki makna, sesuatu yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatuya, misalnya tanda (sign) rambu lalulintas. Ketika Lazarus yang sudah mati dibangkitkan oleh Tuhan Yesus itulah tanda yang menunjuk kepada keilahian Yesus yang adalah Anak Allah yang berkuasa dan Jurusselamat. Kata Teras, ajaib, heran, wonder, maknanya adalah sebuah peristiwa yang membuat orang kagum dan heran. Kata Dunamis, kuasa atau power, maknanya kuasa untuk melakukan mujizat. Tiga kata ini, Semeion, Teras, Dunamis digunakan di Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjuk kepada mujizat-mujizat Yesus, Para Rasul, gereja mula-mula,       ( PL/Keluaran 7: 3; PB/ Kis 4: 30; 2 Kor 12: 12, dll.)
Ada juga sejumlah penjelasan yang umum dari definisi mujizat yang saya catat, misalnya, mujizat itu adanya intervensi Allah di dunia, Allah bekerja tanpa alat untuk menghasilkan apa yang dia inginkan (bandingkan Yesus memakai alat 5 roti dan dua ikan), sesuatu yang melawan hukum alam, sebuah peristiwa yang tidak mungkin dijelaskan secara alamaiah dsb.

mzl.vmgukpsb

 

Dari sejumlah definisi diatas bisa kita ambil batasan apa yang bisa dinamakan mujizat yaitu: dilakukan oleh kuasa ilahi (Allah), suatu peristiwa yang tidak umum, istimewa, luar biasa, ekstra ordinary , menentang hukum alam, tidak bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan dan secara manusiawi, membuat orang heran dan kagum, tujuannya untuk menyaksikan kebesaran Allah kepada manusia.
                                                 

                                                       APA TUJUAN MUJIZAT ?
Secara maksud dan tujuan teologis dari kata-kata Yunani ini mujizat yang terjadi di Alkitab adalah untuk tanda autentikasi dari Allah untuk membuktikan keaslian dan kebenaran dari Injil, autentikasi ilahi, (Yoh 3: 2, Ibrani 2: 4). Untuk memberi kesaksian kerajaan Allah sudah datang ( Matius 12: 28). Untuk menolong mereka yang kesusahan (Mat 20: 30,34; Lukas 4: 18). Untuk menghilangkan hambatan tantangan-tantangan terhadap pelayanan penginjilan ( Kis 4: 27-31). Untuk memulikan Allah ( Mat 9: 8).Untuk penyembahan dan pengakuan akan kebesaran Tuhan ( Lukas 17: 11-19).Ketika sepuluh orang kusta disembuhkan oleh Tuhan Yesus hanya satu orang datang berterima kasih dan menyembah Tuhan. Ternyata mujizat dalam kisah sepuluh orang kusta tidak menjamin adanya efek iman yang menyembah, dan kemungkinan besar bukan kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia. Artinya apa gunanya kalau seseorang mengalami mujizat kesembuhan tapi tetap tidak mau menyembah Yesus dan bertobat apalagi kalau orang itu tidak disembuhkan, seperti perkataan Yesus yang mengecam beberapa kota yang walaupun sudah melihat mujizat tapi tetap tidak bertobat dan berkabung ( Lukas 10: 13):

“Celakalah engkau  Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

“Mujizat adalah tanda yang menunjuk kepada Yesus, alat yang tujuannya menyembah Yesus”

Saya kira kebutuhan hakiki dari kerohanian manusia adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, percaya bahwa Yesus menebus dosa-dosanya di kayu salib, dilahirkan kembali, bertobat dari manusia lama menjadi manusia baru dan mengalami pembenaran dan pengudusan oleh anugerah Tuhan dan tentunya kadang kita lupa bahwa pengalaman kerohanian seperti ini adalah esensi dari mujizat ilahi yang menjawab kebutuhan substantif dari kebutuhan rohani manusia. Orang yang mengalami mujizat sekunder secara fisik dan jasmani belum tentu selamat kalau orang itu belum mengalami mujizat transformastif substantif secara rohani yaitu kelahiran baru dan pertobatan serta penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

 

                  “Having Jesus paid all my sins is the most needed miracle for me”

 

 

liburan panjang, Juli, 2016

JS

In Jesus name, Amen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: