Di Dunia Tapi Bukan Dari Dunia, Di Dunia Tapi Tidak Duniawi Gaya Hidup Paradoks Orang Kristen Yang Diabaikan

do-not-love-the-world-1-638

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2 : 15-17 )

Kata dunia dalam sejumlah ayat-ayat di Alkitab khususnya Perjanjian Baru ternyata memiliki makna yang penting yang perlu dicermati lebih serius lagi. Tuhan Yesus beberapa kali memakai kata dunia ketika mengajarkan visi misi, orientasi serta identitas warga Kerajaan Sorga kepada murid-murid-Nya. Hasil dari pemuridan Yesus kepada murid-murid-Nya itu diteruskan oleh murid-murid-Nya khususnya mengenai  dunia  kepada jemaat mula-mula dalam surat-surat penggembalaan.. Seperti Yakobus dan Yohanes. Perlu diketahui kata ‘dunia’ yang beberapa kali dipakai oleh Yesus dan murid-murid-Nya adalah terjemahan dari kata Yunani kosmos, dan  world dalam bahasa Inggris. Dalam tulisan ini saya hanya mengutip ayat-ayat dengan kata dunia yang memiliki makna yang sejajar dengan kata ‘dunia” dalam 1 Yohanes 2: 15-17. Dari penyelidikan “konkordansi”singkat secara awam saja bisa saya simpulkan apa yang Yesus Kristus ajarkan kepada murid-muridNya tentang dunia  mempunyai maksud konfrontasi antara Kerajaan dunia dengan Kerajaan Sorga. Dan ketegangan antara dunia dan sorga itu telah dipahami dan dihayati dengan benar oleh para murid-murid-Nya, khususnya dalam tulisan salah satu murid Yesus yaitu Yohanes yang saya bahas disini dan juga satu ayat saya kutip dari Yakobus.

Yesus Kristus dan dunia :
27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14: 27)

18″Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15: 19)

14 “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (Yohanes 17 : 14-15)

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Markus 8: 36)

Yakobus dan dunia :
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidak tahukah kamu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah ( Yakobus 4 : 4)

Rasul Yohanes yang menuliskan ayat ini “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya” kepada jemaat perdana saat itu sekitar tahun 80 M, atau sudah sekitar lebih 2000 tahun yang lalu pastilah di tengah-tengah situasi ‘dunia” yang sangat berbeda dengan situasi ‘dunia’ di abad ke-21 sekarang ini.

Sejarah gereja menuliskan ‘dunia’ di jaman rasul Yohanes dengan gereja perdana yaitu lingkungan budaya Hellenisme dimana filsafat Gnostis , Marcion, Montanisme dan sinkretisme agama kuno, agama Kristen dan filsafat dan sebagainya menjadi budaya “mainstream” saat itu. Filsafat Gnostis mengajarkan pengetahuan manusia adalah yang utama dan tertinggi bukan wahyu ilahi tentunya dan tidak percaya bahwa Allah telah datang ke dunia sebagai manusia yang memiliki daging yaitu Yesus Kristus.

Dunia gereja perdana juga meliputi adanya penghambatan yang dilakukan negara karena orang Kristen menolak menyembah patung kaisar. Gereja perdana dianggap tidak setia kepada kaisar dan Negara. Gereja mula-mula itu mengalami penganiyaan besar-besaran, antara lain pada masa Kaisar Nero (54-68 M), Kaisar Decius (250 M).

Dunia rasul Yohanes dengan gereja perdana adalah dunia dimana orang-orang Kristen disiksa, dibunuh, dipancung, dibakar, diadu dengan binatang buas, dan ada juga yang dibuang ke pulau terpencil, seperti yang dialami rasul Yohanes sendiri yang dibuang ke pulau Patmos. Sejarah gereja mencatat para rasul dan bapak-bapak gereja rela mati syahid demi imannya kepada Kristus, sehingga muncullah buku “Semakin Dibabat Semakin Merambat”, Darah para Martir adalah Benih Gereja.hqdefault

Melihat kembali sekilas sejarah konteks dunia rasul Yohanes dan gereja perdana yang suram itu wajarlah perintah “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya” menjadi terasa bobot urgensinya untuk disampaikan kepada jemaat perdana. Dunia dengan lingkungan budaya fasik yang anti Allah, anti Kristus, anti gereja, anti kebenaran tapi tidak anti dosa, tidak anti kenikmatan fana, tidak anti penyembahan berhala, tidak anti kesombongan manusia kepada Allah sepertinya masih menjadi dunia dari gereja di abad ke-21 sekarang ini. Pesan Rasul Paulus yang pernah juga memerintahkan jemaat perdana, “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia jaman ini…(Roma 12 : 2) memiliki semangat konfrontasi , semangat perlawanan yang sama dengan perintah Rasul Yohanes bagi orang-orang Kristen, tidak hanya di abad pertama tapi lebih lagi di tengah arus jaman dunia sekarang ini, jaman internet, jaman social media, jaman terorisme dan radikalisme agama, jaman gerakan LGBT, jaman HAM, jaman beragamnya gereja-gereja dengan berbagai macam denominasi, aliran, doktrin, jaman dunia yang teknologinya sudah semakin canggih sehingga bisa menjadi keangkuhan bios yang melecehkan kehidupan zoe yang rohani dan kekal.

pokemon-go-heal

facebooklgbt

Jadi apa sebenarnya arti kata dunia  atau kosmos itu? Para penafsir sepakat bahwa kata dunia  yang dimaksud oleh rasul Yohanes disini adalah sistem moral universal yang telah jatuh dalam dosa, nilai-nilai sekuler yang menentang Allah dan firman-Nya.                             Kata dunia disini bukan dalam arti bumi geografis alam semesta ciptaan Allah mula-mula atau manusia-manusianya yang tinggal di bumi seperti kata ‘dunia’ yang dipakai dalam Yohanes 3 : 16. ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmon) ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal. Atau kata  dunia dalam lirik lagunya Louis Amstrong, ” What A Wonderful World”, dunia yang indah dengan langit biru dan warna- warni pelangi.
Kosmos dalam bahasanya Rasul Yohanes dalam pemahaman kita sekarang kosmos artinya sistem dunia yang berarti mencakup budaya dan produk budaya jaman yang merupakan hasil kreatifitas akal budi manusia bisa berupa pemerintahan, ideology, filsafat, teknologi, music, seni, pengetahuan, olahraga, hiburan, social media, telekomunikasi, bahasa,fashion dan sebagainya. John Piper menuliskan bahwa sistem dunia itu digerakkan oleh dua dorongan, yaitu “ passion pleasure” dan “pride possession” atau kalau boleh saya maknai  berarti sistem dunia yang telah jatuh dalam dosa itu digerakkan oleh semata-mata dorongan atau gairah untuk bersenang-senang (hedonisme ) yang rasul Yohanes katakan keinginan daging dan kenginan mata dan kebanggaan atau kesombongan atas kepemilikan(materialisme) yang dalam bahasanya Rasul Yohanes disebut dengan istilah                             keangkuhan bios (hidup jasmani yang materialistik)

Pertanyaan etika moral penting yang harus dipikirkan oleh para budayawan Kristen yaitu bagaimana bisa membedakan yang mana produk budaya manusia yang anti Allah dengan yang netral, yang mana produk budaya yang ‘kedagingan” dan bersifat “dosa”, atau sejauh mana produk budaya dunia itu bisa membahayakan bahkan menyesatkan iman orang-orang Kristen. Contoh kongkritnya misalnya seberapa jauh orang Kristen bisa menggemari pertandingan sepakbola seperti Piala Eropa, apakah masih tahap wajar mengidolakan bintang sepakbola, sampai mana batas-batasnya hingga tidak jatuh dalam dosa penyembahan berhala yang menduakan Tuhan dan Injil-Nya, seperti fanatisme dengan klub sepakbola tertentu dan sebagainya begitu juga untuk kesenangan dalam bidang –bidang budaya lain seperti music, hiburan, televisi dan film-film, social media facebook, dll. Kesenangan-kesenenangan dunia itu walaupun sepertinya netral kalau tidak dikontrol bisa menyebabkan kita keluar dari fokus orientasi Kerajaan Sorga. Bukankah orang Kristen yang serius dengan imannya meyakini dirinya sebagai warga kerajaan Sorga dengan nilai-nilai dan orientasi hidup yang berbeda dengan warga kerajaan dunia. Segala sesuatu boleh tapi apakah itu membangun dan bermanfaat.

CR7_Getty_3488850

Tentunya kita tidak mau terjebak ke paham Kristen Fundamentalis, yang katanya menyamaratakan semua budaya sekuler itu dosa sehingga tidak boleh ada tv,hiburan bioskop, anti teknologi modern misalnya harus memakai pakaian yang tertutup dan sopan bagi perempuan, wanita tidak boleh pakai celana jeans atau celana panjang harus pakai rok kalau beribadah di gereja, tidak boleh di sekolah public yang mengajarkan teori evolusi Darwin, tidak boleh ada alcohol, rokok dsb. Tentunya juga kita sudah melewati jaman Kristen legalistik dan fundamentalis atau jaman Puritan, walaupun untuk Puritan dan gerakan Pietisme ada warisan rohani yang masih bisa kita teladani saat ini. Dan kita harus berterima kasih untuk legacy bapak-bapak gereja yang telah memberikan keteladanaan kekudusan yang tidak kompromi bagi gereja di masanya.

$(KGrHqFHJF!FJic!U,l(BSciQdZLyQ~~60_35PURITAN GIRL COSTUME

16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
“Anatomi Dosa”

adam
Seandainya manusia itu diciptakan tanpa keinginan dan kehendak bebas mungkin tidak perlu adanya iklan-iklan produk yang menggoda. Tidak perlu adanya propaganda promosi sensualitas pornografi. Tidak perlu terjadinya perselingkuhan dan perjinahan. Tapi Allah menciptakan manusia dengan tubuh ,jiwa ,akal budi dan roh. Dan di dalam jiwa manusia itu ada keinginan-keinginan yang tersembunyi baik itu keinginan wajar yang manusiawi maupun keingingan yang negatif digerakkan oleh nafsu sesaat. Adam dan Hawa diciptakan segambar dan serupa dengan Allah artinya memiliki sifat-sifat seperti Allah yang menciptakan. Manusia ciptaan Allah yang bisa berpikir dan merasa ternyata telah tergoda oleh Iblis yang memancing panca indera mereka yang ingin tahu apa rasanya buah terlarang di Taman Eden itu. Hawa melihat buah itu menarik baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Hawa mengambil buah itu memakannya dan memberikannya juga kepada suaminya Adam               ( Kejadian 3:1-7). Itulah anatomi dosa, itulah kronologis awal mula manusia jatuh dalam dosa. Dari mata turun ke hati timbul keinginan tapi sayang keinginan itu kepada sesuatu yang dilarang dan kehendak bebas manusia memilih untuk mengikuti keinginan yang sudah tahu dilarang. Itulah anatomi dosa (pertama). Makanya esensi dari dosa itu adanya pelanggaran akan perintah Allah.

Rasul Yohanes sebenarnya mau mengingatkan akan bahayanya keinginan-keinginan tersembunyi yang telah tercemar oleh sifat dosa yang ada dalam jiwa manusia. Sistem dunia yang jahat yang diotaki oleh Iblis mempunyai strategi yang sama seperti di Taman Eden untuk menjatuhkan manusia dalam dosa, pelanggaran akan perintah Allah, dengan menggoda panca indera manusia, dengan menggoda hasrat dan keinginan yang terpendam.

Tidak semua keinginan itu jahat atau dosa. Benar. Keinginan daging dalam ayat ini dalam teks Yunani adalah kata keinginan dari kata epithumia, dalam bahasa Ingris diterjemahkan desire atau lust, yaitu keinginan akan apa yang dilarang, desire for what is forbidden (TDNT). Kata daging dari kata Yunani sarkos, kata Inggrisnya flesh, sifat manusiawi dari manusia yang terpisah dari pengaruh ilahi, dan makanya cenderung untuk berdosa dan melawan Allah , the flesh, denotes mere human nature, the earthly nature of man apart from divine influence, and therefore prone to sin and opposed to God. (TDNT).

Rasul Paulus lebih mendetail lagi mengenai apa saja manifestasi dari keinginan daging itu yaitu, Kolose 3 : 5 ,” Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala , dan juga dalam Galatia 5: 19-21, “perbuatan daging telah nyata yaitu, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir,perseteruan,perselisihan, iri hati,amarah,kepentingan diri sendiri,percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Jadi kalau anda masih bingung apakah keinginan mu itu duniawi atau tidak, apakah keinginanmu itu keinginan daging atau rohani yang memuliakan Allah tentunya ayat-ayat ini bisa sebagai referensi untuk bisa membedakan.

Walaupun begitu keduniawian atau menjadi duniawi tidak hanya melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang jelas-jelas tidak bermoral seperti contoh-contoh diatas, tapi juga ketika orang Kristen menjadikan segala sesuatu apakah itu hobbi, benda-benda, uang dan harta, status, jabatan, reputasi,kesenangan-kesenangan,keluarga, olahraga, media social, teknologi dan sebagainya yang bersifat manusiawi dan netral yang bukan Allah mejadi alllahnya, mejadi fokusnya, menyita waktu,energy, perhatian dan gairah serta hasratnya. “Idolatry and Worldliness is when a gift. becomes god and God becomes a gin.”
Peringatan bagi orang Kristen yang terbiasa berdoa kepada Allah dengan sikap menuntut, memaksa, mengklaim agar Allah memenuhi keinginan mereka sendiri mungkin akan rumah,jodoh,pekerjaan, dan sebagainya yang memang bisa jadi relatif antara keinginan dan kebutuhan, seolah-olah Allah itu seperti jin yang siap memuaskankan keinginan dan kebutuhannya. Doa Bapa kami yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridNya, berikanlah kami makanan kami hari ini yang secukupnya, diawali dengan permohonan agar atribut kekudusan Allah dinyatakan dan pengakuan akan otoritas dan kedaulatan Allah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Saya mengutip John Piper , “What is the deepest root of your joy? What God gives to you? Or what God is to you?

Mengutip John Calvin, “The human heart is an idol factory.” Hati manusia adalah sebuah pabrik berhala. Kita bisa menciptakan berhala-berhala dari apapun juga. Apapun keinginan dari hati kita yang tidak berasal dari Allah untuk kemuliaan Allah bisa menjadi sebuah berhala (1 Corinthians 10:31). Jadi apapun itu yang menduakan Tuhan sebagai pusat ibadah, pusat kepuasan, pusat penyembahan ,pusat prioritas bisa menjadi sebuah berhala.Penyembahan berhala itu tidak melulu dalam arti berhala patung tapi apapun itu yang bukan Allah telah menjadi yang utama dan paling penting di dalam hati dan hidup kita, Ketika kita mencari kepuasan dan pelarian serta kekaguman kepada yang bukan Allah itulah maksudnya menjadi duniawi. Itulah mengapa perintah “Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ditawarkannya berupa keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup’ adalah peringatan keras agar orang Kristen tidak jatuh dalam penyembahan berhala, lebih mencintai yang bukan Tuhan daripada cinta kepadaTuhan yang adalah sumber keselamatan, penebus dosa kita, Bapa yang kekal yang kita adalah anak-anak-Nya oleh Yesus Kristus.

Menyalurkan keinginan boleh-boleh saja tapi jangan keinginan akan apa yang dilarang. Ingat perintah Allah ke-10, Jangan mengingini milik sesamamu ! Apalagi istri tetangga mu. Berita yang paling cepat diklik di media online biasanya berita tentang perselingkuihan, sepertinya makin sering terjadi di jaman ini, dtambah lagi judul beritanya dibuat seperti judul sinetron dan vulgar, “Istri ketahuan selingkuh dengan teman suami di sebuah hotel, bersembunyi di dalam lemari”. Perselingkuhan telah menjadi komoditi berita yang digemari bahkan menjadi inspirasi bagi lagu-lagu cinta yang mewajarkan perselingkuhan dan tidak perlunya kesetiaan.
Orang Kristen yang dewasa akan mempunyai keinginan-keinginan yang memuliakan dan untuk Allah, dari yang paling sederhana sekalipun apakah itu keinginan makan, belajar, menikah, liburan, menabung, perlombaan dll. Jadi bukan semata-mata tidak boleh melakukan dan memiliki keinginan-keinginan dosa tapi juga lebih dalam dari itu apakah kita memiliki keinginan-keinginan yang motivasinya adalah untuk Allah, seperti makan untuk Allah, menikah untuk Allah, menonton untuk Allah, olahraga untuk Allah, bermain untuk Allah, tidur untuk Allah, liburan untuk Allah, menulis untuk Allah, melayani untuk Allah, bekerja untuk Allah dsb. Jika engkau (ingin) makan atau minum lakukanlah itu untuk kemuliaan Allah jika tidak untuk kemuliaan Allah jangan lakukan.

Keinginan mata dari phrasa Yunani ,epithumia ton ophthalmon , the lust of the eyes (Inggris). Mata mempunyai keinginannya sendiri. Mata adalah jendela dari jiwa. Ada mata sebagai panca indera, ada mata pikiran dan mata hati. Secara negatif keinginan mata disini dimaknai sebagai nafsu akibat rangsangan visual (visual stimulus) yang mendorong keinginan daging .
Produk budaya dunia apa yang paling giat merangsang keinginan mata kalau bukan televisi, social media,facebook, film-film, gambar-gambar baik itu berbasis kertas atau digital. Amsal bilang mata tak pernah puas melihat. Ketika televisi sepertinya sudah menjadi wajib ada apalagi dengan maraknya parabola dan tv kabel di setiap rumah, akibatnya keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Ketika internet sudah tersedia di gadget canggih selama 24 jam maka keinginan mata terus dirangsang untuk dipuaskan. Pornoaksi, pornografi, dan sejenisnya baik melalui media televisi maupun internet telah memakan banyak korban tidak terkecuali otang-orang Kristen. Bahkan ada riset di Amerika Serikat yang menemukan ada sejumlah pastor yang mengakui telah kecanduan pornografi, bahkan mendaftar jadi anggota chatting kencan online. Saya menghimbau para pendeta agar lebih sering mengkotbahkan tentang ‘keinginan mata” ini di mimbar. Sudah banyak korban akibat keinginan mata yang terus dirangsang akibatnya memperkosa, mencuri, membunuh, berselingkuh dan sebagainya. Visual stimulus semakin dimanjakan di dunia jaman digital ini sehingga perlunya kotbah-kotbah yang tegas untuk disiplin penguasaan diri dari hawa nafsu sesaat.

Keangkuhan hidup dari phrasa Yunani,alazoneia tou biou, the pride of life (Inggris). Keangkuhan atau alazoneia kesombongan yang tidak bertuhan dan kosong akan yang ada di dunia , kata hidup dari  kata bios, yaitu  hidup yang bertahan dengan mengandalkan sumberdaya , kekayaan, benda-benda. Hidup Bios yang fana selalu dikontraskan dengan hidup Zoe yang kekal dalam ajaran Tuhan Yesus. Bios hidup yang jasmani, materialitis, kebendaan, sementara, dipertentangkan dengan Zoe hidup rohani yang kekal dan abadi yang mengandalkan Tuhan dan anugerah dari Tuhan.
Keangkuhan hidup itu paling baik diilustrasikan oleh Yesus yaitu tentang orang kaya yang bodoh dalam Lukas 12: 16-25. Keangkuhan hidup berarti kesombongan akan kepemilikan benda-benda duniawi yang didapat dengan tanpa mengandalkan Tuhan atau tanpa Tuhan. Ukuran kesuksesan secara materi, jabatan dan kekayaan adalah nilai yang ditawarkan oleh Iblis dengan system dunianya baik itu secara humanis maupun demonic. Sukses karena kepintaranku. Orang-orang Kristen bisa terjebak dengan nilai-nilai kesuksesan duniawi ini yang sepertinya tidak dosa, dan menganggap orang Kristen itu pasti sukses, kaya dan popular di dunia, dan orang Kristen yang miskin itu berarti kena kutukan Tuhan. Saat ini tampaknya dunia telah mempengaruhi gereja dengan ideology kesuksesannya, “American Dream”nya daripada gereja telah mempengaruhi dunia dengan Injil-Nya, yang mengajarkan orang Kristen itu harus siap menderita karena Salib, menyangkal diri, dan memikul salib. Sistem dunia mengajarkan pemuasan diri, self fulfillment, pesan Injil mengajarkan penyangkalan diri, self denial.
Dunia bukan rumah kita, kita hanya numpang lewat. Kita merindukan bertemu Tuhan di kota yang akan datang, Yerusalem baru, langit baru dan bumi baru.

17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Itulah mengapa pesan Yesus kepada murid-murid-Nya di abad pertama masih relevan bagi kita murid-murid-Nya di abad ke-21 ini “ Di dunia tapi tidak dari dunia”, yang saya tafsirkan begini bahwa kita orang-orang Kristen walaupun masih di dunia, keberadaan fisik kita tapi kita telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus sehingga pikiran ,jiwa dan hati kita tidak duniawi dalam arti paradigma, system berpikir kita, selera kita, cita rasa, ambisi, passion, tujuan hidup, etika moral dan orientasi hidup benar-benar berbeda secara hitam putih, tegas dan jelas dengan sistem berpikir ideologi filsafat dunia yang jahat yang sudah jatuh dalam dosa seperti hedonisme, humanisme, atheis, materialism dsb.
Gaya hidup paradoks orang Kristen, sebagai budaya tandingan dalam arti di dunia tapi tidak dari dunia, di dunia tapi tidak duniawi, didalam arus laut dunia diantara ikan-ikan lain yang asin, ikan-ikan orang Kristen tetap tidak asin atau terkontaminasi. Itulah ketegangan dan konfrontasi orang Kristen yang tetap harus dijaga tensinya tetap tinggi, kalau tidak mau dikatakan kita mengasihi duinia ini dan apa yang ditawarkanya, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, sehingga kita menjadi orang-orang Kristen yang munafik dan kerohanian yang berkepribadian ganda. Adalah tidak mungkin mengasihi dunia dan mengasihi Bapa bisa ada bersama-sama (coexist) dalam waktu yang bersamaan, tidak mungkin!. Mungkin bagi orang Kristen budaya, Kristen karena kelahiran, mungkin bagi Kristen nominal yang terdaftar menjadi anggota gereja tapi belum lahir baru, mungkin bagi orang Kristen kompromi , yang tidak dingin tidak panas, suam-suam kuku, luke warm church. Seperti kata Yesus bahwa tidak mungkin seseorang bisa mengabdi kepada dua tuan, kepada Allah dan kepada Mammon. Dia pasti akan mengasihi atau membenci yang satunya.
Cinta akan dunia ini akan mengaburkan cinta akan Bapa sebaliknya cinta akan Bapa akan mengaburkan cinta akan dunia ini. Keduanya tidak mungkin ada bersama-sama, hal yang demikian bisa diartikan spiritualitas yang mendua. Kalau seseorang mengatakan dia mengasihi Bapa sementara mengasihi segala sesuatu yang bukan atau bertentangan dengan kehendak Bapa seperti keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup yang adalah produk budaya dari sistim dunia yang atheis dan dosa berarti orang itu telah menipu dan membohongi hati nuraninya sendiri.

Mengapa orang Kristen yang serius dengan imannya tidak boleh menginvestasikan semua sumberdaya yang diberikan Allah kepadanya ke dalam kapal Titanik dunia? Tentunya kita sudah diperingatkan oleh raul Yohanes bahwa kapal Titanik dunia itu sudah bocor dan pasti akan tenggelam dengan segeala kegemerlapannya. Ini bukan mengajarkan cara berpikir “hall empty glass mentality”, mental gelas setengah kosong, fatalisme, negative thinking, atau pesimis dengan dunia ini. Tapi suatu peringatan dan kejelasan akan identitas serta orientasi orang Kristen mengapa ada di dunia ini yaitu melakukan kehendak Allah Bapa dan memuliakan-Nya.

titanickapal nuh

KAPAL TITANIK                                                             BAHTERA NUH

Selain itu rasul Yohanes juga bermaksud memberikan argumentasi yang jelas mengapa orang Kristen dilarang mencintai dunia ini dan menjadi duniawi. Siapa yang mau tenggelam bersama kapal Titanik dunia ini yang sudah bocor silahkan saja tapi siapa yang menolak untuk ikut tenggelam dan lebih memilih mengikuti naik kapal Nuh sorgawi pasti tetap akan hidup selama-lamanya dalam arti tempat di sorga, keadaan yang aman dan sejahtera di sorga dan dalam waktu yang tetap kekal selama-lamanay bersama Bapa di sorga. Bukankah itu ” half full glass faith mentality” yang optimis dan berpengharapan sorgawi?

0326_BRLO_goodfriday_1

I have deciced to follow Jesus. The world behind me, the cross before me
The world is not my home, I’m just passing through. In Jesus name, Amen.

Liburan panjang, Juli 2016

Satu Tanggapan

  1. Whom have i in heaven but you, nothing in the earth satisfies my soul, but you, Jesus.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: