Belajar dari kesalahan mantan pengkotbah Injil Kemakmuran yang telah bertobat

images3

 

 

Jim  Bakker, seorang mantan guru  Injil  Kemakmuran dari Amerika Serikat dengan pelayanan penginjilan televisi yang terkenal (PTL), berkata  tentang Injil Kemakmuran  yang dulu  dia aktif  ajarkan, “Saya dulu salah” (I was wrong)

Dalam hal apakah dia dulu salah? Padahal dari segi popularitas dan kekayaan dia sudah dapatkan dengan luar biasanya. Saya akan membahas kesalahan Jim Bakker seperti yang dia akui ,bukan dari sudut pandang segi moral etika pelayanan ( Cat: Pada tahun 1989, Jim Bakker, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzina dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu/ Sumber Wikpedia),  tapi dari segi metodelogi hermeneutic yang dia terapkan dalam kotbah-kotbahnya  guna membangun suatu teologi yang kemudian populer disebut teologi kemakmuran.  Setelah saya menyimak pengakuannya yang dia buat setelah dia keluar dari penjara, saya simpulkan kesalahan hermeneutik dan homiletic dari James Baker yaitu :

1.  1.Menafsirkan ayat-ayat Firman Tuhan menurut selera sendiri tanpa melihat konteks dan langsung menafsirkannya dari bahasa Inggris tidak meneliti dahulu arti dari bahasa aslinya ( Perjanjian Lama : Ibrani; Perjanjian Baru :Yunani)

Contohnya  seperti yang dia katakan tentang  bagaimana dia memakai ayat-ayat  dalam 3 Yohanes 1: 2 yang berbunyi  ,  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (TB)

Dalam Alkitab teks Inggris (NKJV) .”  Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers.

 Teks AV , “Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth.”

Jim Bakker : “ Saya selalu mengutip 3 Yohanes 2: 1 berbunyi “”Above all things God wants you to prosper.”. ( Diatas segalanya Allah menginginkan kamu untuk makmur). Saya suka ayat itu. Kelihatanya hebat kalau ditampilkan di layar televisi ketika kamu sedang mencari dana dan saya menafsirkan ayat itu artinya  Allah ingin kamu jadi kaya.

Namun ketika saya memahami kata-kata Yohanes (pen: setelah dia betobat) sekarang penafsiran itu tidak masuk akal. Saya mencomot kata “prosper (makmur) begitu saja terpisah dari kata Yunaninya dan ternyata kata itu (prosper) terdiri dari dua kata yaitu “good or well (baik) dan kata yang keduanya yaitu “journey”(perjalanan). Itu adalah sebuah kata progresif, jadi itu seperti sebuah perjalanan. Jadi beginalah maksud Yohanes yang sebenarnya “, ”Beloved, I want you to have a good journey through life as your soul has a good journey to heaven.”  ( Saya terjemahkan bebas, “Saudara terkasih, Saya ingn kamu baik-baik dalam perjalanan melewati hidup sama juga jiwamu baik-baik dalam perjalanan menuju sorga”. Ini adalah sebuah salam sapaan! ( a greeting)). Membangun teologi diatas itu (pen: sebuah salam sapaan maksudnya) adalah seperti membangun gereja diatas  salam sapaan , “Have a nice day” (pen: Semoga harimu  menyenangkan).

“Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya – bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya – secara harfiah!(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Berikutnya Jim Bakker menceritakan bahwa waktu dia bertobat dia mulai melihat semua ayat-ayat yang dia gunakan dalam ajaran kemakmuran, seperti , ”Give and it shall be given unto you” ( terj: Berilah maka itu akan diberikanya kepadamu). Ketika saya meletakkan ayat itu kembali kepada konteksnya, saya menemukan bahwa Yesus mengajarkan ayat itu tentang pengampunan bukan tentang uang (pen: dulu dia mengajarkan ayat itu tentang uang). Yesus mengajarkan bahwa dengan ukuran yang sama kita  mengampuni begitu juga kita akan diampuni.

Jim Bakker menemukan arti  yang sebenarnya dari phrasa “hidup yang kelimpahan” dalam Yohanes 10: 10b di penjara

10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Berikut ini kesaksian Jim Bakker yang menemukan arti perkataaan Yesus “hidup yang kelimpahan”  (Yoh 10: 10b) dan mengajarkannya kepada temannya di penjara.

. “Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?” tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah” . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari  kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk “hidup” digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan “hidup dalam roh  dan jiwa” bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, “Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda.”

“Hei, ayat yang ini  tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi,” kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. “Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya…(SUMBER:inspirroni.blogspot.com/2011/06/pendeta-jim-bakker-dan-teologi.html )

Saya  sendiri pernah menemukan renungan dari guru injil kemakmuran yang menghubungkan kata  “kelimpahan” dari Maleaki 3: 10 tentang perpuluhan dengan kata “kelimpahan” di Yohanes 10:10b, pastinya guru injil kemakmuran itu mau menekankan “kelimpahan” dalam arti materi yang melimpah kalau memberi perpuluhan. Ini namanya model penafsiran “konkordasi”. Bayangkan saja berapa banyak jiwa-jiwa yang awam akan Alkitab telah dimanipulasi sengaja ataupun tidak sengaja gara-gara malpraktek hermeneutik dan homiletik ayat-ayat Alkitab di buku-buku renungan ataupun  di mimbar.

Berikutnya kesalahan Jim Bakker  yang kedua yaitu:

2.   2. Mengambil bahan kotbah dari orang lain yang langsung dikotbahkan

Saat  ini dengan banyaknya sumber-sumber bahan-bahan kotbah yang bisa diambil dari internet secara gratis, kebiasaan “copy paste” dan plagiat tanpa mempelajari ayat-ayat itu secara langsung di Alkitab, tanpa menganalisa dan menafsirkan dengan mandiri sesuai prinsip-prinsip hermeneutik yang benar sudah menjadi kebiasaan dikalangan pengkotbah injil modern. Apalagi kalau buku-buku dan kotbah-kotbah itu dari pengkotbah-pengkotbah yang terkenal dan “trendy” “megachurch pastors” para pengkotbah pemula biasanya langsung jiplak saja tanpa menganalisa baik-baik. Kesannya sekarang ini berkotbah itu gampang dan tidak perlu susah-susah belajar, “yang penting merasa terpanggil, “dipenuhi Roh Kudus,” asal comot ayat, langsung berkotbah”.  Ini menjadi peringatan bagi setiap kita yang aktif dalam kotbah untuk tidak mengulangi kesalahan sama yang telah dilakukan James Baker, seperti pengakuannya berikut ini.

Jim Bakker : “Saya telah mengambil kotbah-kotbah dari orang lain. Alkitab telah memperingatkan tentang gembala-gembala yang mendapatkan kotbah dari orang lain. Saya kira mengapa saat ini kita mendapatkan injil yang lain dan Yesus yang lain yang dikotbahkan karena orang-orang telah mengambil kotbah-kotbah dari orang-orang lain dan ajaran-ajaran motivasi. Banyak ajaran-ajaran yang ada saat ini adalah ajaran motivasi semata dengan ditaruh sedikit ayat-ayat Alkitab. – Source: The Re-education of Jim Bakker http://www.apologeticsindex.org/graphics/offsite.jpg, ChristianityToday.com, Dec. 7, 1998

Kita semua yang terlibat dalam pelayanan pengajaran Alkitab, apakah itu kotbah di mimbar, komsel, kebaktian-kebaktian rumahtangga dsb, tidaklah terlepas dari kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan ayat-ayat  Firman Tuhan. Ketika kita tahu apa yang kita ajar itu ternyata salah dan tidak alkitabiah cepat-cepatlah bertobat sebelum fatal akibatnya bagi jemaat dan kita sendiri. Kuncinya kita harus mau rendah hati terus belajar dan belajar, tidak meremehkan doa ketika mempersiapkan kotbah, jangan menganggap kotbah kita sudah paling benar, jangan malas menggali isi Alkitab, sumber-sumber referensi Alkitab yang bisa dipercaya dan berwibawa. Bertekunlah dalam semuanya itu. Kotbahkan Yesus Kristus yang menebus dosa manusia, kotbah-kotbah yang berpusat pada Yesus, sebagai tema besarnya,  tema-tema tentang menyangkal diri, pikul salib, pertobatan dari dosa-dosa, misi dan penginjilan bukan melulu pengalaman pribadi, cerita-cerita motivasi semata, mengiming-imingi jemaat “berkat melimpah” apalagi kotbah tentang politik, “kampanye terselubung” di mimbar.

Ingatlah pesan Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius,

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

( 1 Tim 4: 16)

 

Keep  On Discerning!

05 Juli 2015

JS

 

 

 

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: