PERGUMULAN SEORANG “FULL TIMER MUSIK” : “DARI DEPRESI MENJADI SAKSI” (EKSPOSISI MAZMUR 73: 1-28)

I. PENDAHULUAN

Mazmur 73 : 1-28 ini ditulis oleh Asaf, seorang pemimpin music imam Lewi di Bait Allah. Asaf sebagai seorang imam Lewi yang bertugas mengatur dan memainkan music dan pujian di bait Allah dibawah Daud mencurahkan isi hatinya dengan jujur dan apa adanya betapa dia cemburu kepada kemakmuran orang-orang fasik, orang-orang jahat, orang-orang yang tidak mengenal Allah, tidak berbakti kepada Allah, tidak takut akan Allah. Tepat sekali  mazmur  Asaf ini diberi judul Pergumulan dan Pengharapan. Asaf sebagai seorang pemimpin rohani ternyata bergumul dengan  sebuah pertanyaan mengapa orang fasik makmur dan semakin kaya sementara orang saleh menderita dan miskin. Mengapa hidup ini sepertinya tidak adil? Yang jahat malah diberkati secara materi, sehat-sehat, tidak mengalami kesusahan dan derita sementara orang yang saleh dan takut akan Tuhan malah menderita dan susah. Sepertinya Asaf meragukan kedaulatan dan keadilan Allah. Memang kadang dalam penderitaan orang percaya bisa tergoda untuk meragukan pemeliharaan  dan kebaikan Allah. Asaf mengalami depresi rohani yang membuatnya jadi tawar hati dan cemburu kepada orang-orang fasik yang makmur kaya, gemuk dan sehat-sehat padahal mereka menghujat Allah sedangkan dia yang menjaga hidupnya dalam kekudusan dan takut akan Allah malah menderita dan sengsara. Tepatlah seorang penafsir menjuluki mazmur ini Mazmur Pengakuan, pengakuan yang jujur dari seorang pemimpin music dari imam Lewi yang cemburu kepada kemakmuran orang fasik dan tawar hati bahkan hampir murtad  kepada Allah dan  hampir mundur dari pelayanan sebagai imam music di bait Allah (ay.2,15). Tentunya kita sebagai umat Allah yang telah ditebus oleh darah Yesus tidak boleh cemburu dan iri dengan kemakmuran orang jahat tapi mengasihi dan berdoa untuk mereka agar bisa diselamatkan dengan memberitakan Injil keselematan kepada mereka. Pergumulan rohani yang berat dari Asaf tidaklah berakhir fatal namun akhirnya Asaf mengalami kemenangan dan pengharapan yang semakin teguh kepada Allah dengan berkata” Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batu dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (ay.26). Asaf mengalami perubahan dari cara berpikir yang “duniawi’, “sementara” menjadi cara berpikir yang “surgawi”, “kekekalan”. Semoga kita semua juga memiliki perspektif kekekalan ditengah penderitaan di dunia yang sementara ini.  Ikut Yesus berjalan dengan iman bukan dengan yang kelihatan.  ALL GLITTERS IS NOT GOLD! Fokus kepada yang tidak kelihatan bukan kepada yang kelihatan. Itulah kunci kemenangan iman orang Kristen yang sejati.

II. Mengapa Asaf cemburu ?

 Mari kita melihat mengapa Asaf cemburu kepada orang-orang fasik ( fasik: wicked,foolish,guilty people, orang-orang yang tidak mengenal Allah dan percaya kepada Allah, pada jaman Asaf kemungkinan bangsa penyembah berhala, ex : Babel dll.)

Pada ayat 1  Asaf menyimpulkan bahwa  “Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka (Israel) yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.  Asaf menyadari karakter Allah yang baik khususnya kepada yang tulus hati dan bersih hatinya. Namun karena melihat kenyataan kemakmuran dari orang-orang jahat Asaf tergoda untuk meragukan karakter Allah yang baik dan adil, sehingga dia berkata pada ayat 2  “Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir”. Asaf hampir murtad dan kehilngan iman karena ia cemburu kepada kepada pembual-pembual, kalau ia melihat kemujuran orang-orang fasik “3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.”  Padahal dalam Amsal 23: 17 dikatakan : Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.18  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Asaf terjebak dengan lebih memperhatikan apa yang kelihatan, apa yang sementara dengan mata jasmaninya. Kondisi hatinya tertekan berat sehingga timbul ragu, iri dan cemburu.                                                                                                                                                             

Apa saja yang Asaf lihat dengan mata jasmaninya dari orang-orang fasik?

1.Ay.3 Asaf melihat orang-orang fasik mengalami kemujuran (shalom, prosperity). Kata kemujuran dalam teks Ibrani dari kata shalom yang berarti sehat,lengkap,penuh,kaya, makmur,bahagia, damai. Asaf tidak mengerti dan cemburu mengapa pembual-pembual mengalami ”shalom” bukannya umat Israel, umat pilihan Allah?                                                                                                                 2.Ay. 4-5 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; 5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.  Asaf cemburu mengapa orang  jahat yang tidak pernah berdoa minta sehat,minta tidak sakit, minta gemuk kepada Allah, malah tidak mengalami sakit, sehat-sehat  dan gemuk-gemuk.                                                                                                                              
  3.Ay.6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. Mereka sombong dan tidak membutuhkan Allah dan sukakekerasan.                                                                                                                                                                                                      
  4.Ay.
7-8  Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.8  Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati. Mereka bangga berbuat dosa dan tinggi hati.                                                                                                                                                               
 5.Ay.9-12 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi. Mereka menghujat Allah di surga  dan berdusta kepada orang-orang di bumi. Ay.10  Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah. Orang-orang fasik yang kaya itu mereka  mendapatkan popularitas dan diikuti banyak orang karena banyak uangnya.  11 Dan mereka berkata: “Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?”  
Orang fasik meremehkan kekuasaan Allah di bumi, mereka tidak takut akan hukuman Allah.  12  Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang
selamanya!  Tujuan hidup orang-orang fasik adalah materialisme yaitu menambah harta benda sebanyak-banyaknya dan hedonisme yaitu hidup bersenang-senang dan hanya mencari kenikmatan sementara. Sementara itu Asaf yang memiliki gaya hidup yang saleh dan religious sebagai seorang pemimpin music pujian di bait Allah dengan melihat kemakmuran orang fasik yang memiliki gaya hidup yang duniawi menjadi tawar hati dan mengasihani diri sendiri dengan berkata pada ayat 13-14: Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.14  Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. Kalau orang fasik dengan hidup tidak bermoral namun diberkati secara jasmani mengapa aku harus hidup saleh dan menjadi orang percaya malah hidupku menderita? Asaf tawar hati dan mengasihani diri sendiri.

III. Bagaimana Asaf sadar dari kekeliruan cara pandangnya yang duniawi itu dengan berubah dengan memiliki cara pandang kekekalan (baca ay.15-20)

Asaf menolak untuk murtad dengan mengikuti gaya hidup orang fasik karena dia sadar sebagai pemimpin rohani, figur imam Lewi yang saleh dan teladan umat Allah kalau dia ikut-ikutan hidup seperti orang-orang fasik maka akan banyak umat Allah yang tersandung imannya. Baca ay.15. Memang Asaf belum dapat jawaban secara akal manusia mengapa orang-orang fasik mengalami kemakmuran jasmani dan orang-orang saleh menderita (ay.16) sampai dia masuk ke dalam tempat kudus Allah (ay.17). Baca Ay.17-20, ayat kunci ay. 17) Setelah Asaf masuk dalam tempat kudus Allah Asaf baru menyadari bahwa kemakmuran orang fasik itu hanya sementara, semu dan seperti mimpi saja dan mereka akan mendapat hukuman kekal pada akhirnya di neraka (ay.18-19). Perubahan pandangan ini karena Asaf mengalami penyataan dari Allah di tempat kudus waktu ibadah di bait Allah. Pentingnya ibadah di gereja dengan mendengarkan firman Tuhan agar iman kita dikuatkan tetap memiliki pengharapan.                                                                
               
IV. Asaf dipulihkan setelah depresi rohani dan komitmen untuk tetap dekat kepada Allah dan menjadi saksi. Ay. 21-28

1.Asaf sadar dia terbatas dalam memahami kedaulatan Allah tapi dia tetap taat beribadah kepada Allah ay. 21-24                                                                                                                                                                                    
   2.Asaf sadar tujuan hidupnya adalah merindukan Allah baik di bumi dan di surga bukan materialisme atau hedonisme  ay.25.                                                                                                                                                            
    3. Asaf sadar kesakitan dan kematian tidak bisa memisahkan diri-Nya dengan Allah selama dia tetap setia dan taat ay.26                         
  Paulus : Bagiku  Hidup adalah Kristus mati adalah keuntungan (Fil 1:21).                                             
                                                                                                                                   
   4. Asaf sadar dekat kepada Allah adalah kesukaannya dan perlindungannya adalah Allah supaya dia  dapat menjadi saksi Allah. Ay.28.

Penutup:

Mari umat Tuhan yang terkasih, sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh darah Yesus, apakah kita sudah merasa bangga dengan memiliki Yesus? Apakah kita sudah merasa cukup dengan Yesus? Apakah kita sudah merasa puas dengan anugerah keselamatan dari Allah melalui Yesus? Jangan kita merasa cemburu dan iri dengan kemakmuran orang-orang fasik dan ingin seperti mereka,  “menambah harta benda dan senang selamanya” padahal kita sudah memiliki keselamatan kekal yang lebih berharga dari emas, perak dan permata. Mari bangun hubungan yang lebih dekat lagi dengan Allah dalam Yesus Kristus baik secara pribadi  dalam doa dan saat teduh maupun secara bersama dalam ibadah-ibadah raya agar mata rohani kita semakin terbuka melihat indahnya kekekalan surgawi dan mata jasmani kita semakin tertutup melihat fananya kemuliaan dunia ini . Amin.                                

 

 Lagu : Hanya dekat Allahku

Dikotbahkan by Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu pagi, 17-Juni-2012 di GBI Martadinata Sungailiat

facebook/johannessaragih@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: