UJIAN-UJIAN IMAN ( YAKOBUS 1: 1-8 )

                                                                                                                                                                  Tidak ada satu  orangpun yang Allah tidak uji. Baik pendeta maupun jemaat. Baik yang cantik maupun yang jelek. Baik yang baru jadi orang Kristen maupun yang sudah lama.Baik orang kaya maupun miskin.  Bagi yang kaya diuji apakah dia mau membuka tangannya untuk yang miskin. Bagi yang miskin diuji apakah dia mau menerima kesusahan dan tidak bersungut-sungut dan men curi. Jika orang kaya suka beramal untuk orang miskin dia lulus ujian dan akan menikmati kekayaannya dengan tenang dan mendapat penghargaan dalam kekekalan, jika dia yang miskin tidak berontak dan bersungut-sungut dia akan mendapat upah yang besar di surga. Setiap orang di dunia ini ada dalam keadaan ujian, kalau menang mendapat mahkota  di surga.kalau kalah mendapat hukuman di neraka. Jadi ketahuilah bahwa Allah membentuk iman kita menjadi dewasa dan matang melalui ujian-ujian iman seperti dalam ayat 3, Sebab kamu tahu ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Kata ujian pada ayat 3 ini  dari kata dokimos istilah dari metalurgi untuk menguji besi logam dengan api untuk menguji keasliannya.

Iman disini dalam arti kepercayaan pribadi kepada Allah dalam Kristus Yesus. Iman bisa juga diibaratkan seperti otot, kalau otot itu dirantangkan dan ditarik otot itu akan mengembang dan mengencang. Kalau otot itu diuji dengan mengangkat dengan beban yang berat maka otot itu akan mengembang. Begitu juga iman percaya kepada Allah akan mengembang kalau diuji. Duduk-duduk saja di gereja tidaklah mengembangkan otot iman kita. Jadi Allah mendewasakan iman kita melalui ujian-ujian iman, seperti dalam Ayub 7: 17-18: Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?

Allah menguji manusia setiap saat bukan ikut 2-3 hari seminar langsung dewasa imannya, atau apakah orang yang baru dibaptis langsung dewasa imanna? Tentu tidak. Tidak ada jalan pintas dan instant un tuk memiliki iman yang matang dan dewasa.

Saudara-saudara, sadarkah Anda bahwa Allah sedang menguji iman mu setiap hari dalam hidupmu? Bagi pedagang dan pengusaha Allah menguji apakah saudara jujur dan mengandalkan Tuhan bukan uang dan tetap ingat untuk beribadah di hari ibadah sekalipun kurang penghasilanya? Bagi yang berpacaran Allah menguji apakah saudara tetap menjaga kekudusan dan komitmen tidak melakukan seks bebas? Bagi yang masih sekolah Allah menguji apakah saudara rajin belajar dan tidak menyontek waktu ujian?dsb. Rick Warren : Hidup adalah ujian dan tugas sementara dan adalah kepecayaan dari Tuhan. Yang pasti setiap hari iman mu sedang diuji. Mari jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengembangkan iman kita. Sadarilah setiap hari kita sedang diuji oleh Allah. Kebanyakan kita gagal dalam ujian iman karena kita tidak menyadari apa yang sedang kita alami adalah sebua ujian dari Allah dan Allah sebenarnya sedangmenolong kita untuk bertumbuh dewasa.

Apa saja ujian-ujian iman dari Allah bagi kita agar kita bertumbuh dewasa?

  1. 1.  IMAN DIUJI MELALUI MASALAH, kesulitan,stress atau tekanan, pencobaan-pencobaan dan situasi-situasi yang sulit.

Ay.2-3. 2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

 

Jatuh ke dalam pencobaan-pencobaan pada ayat 2 artinya terperosok kedalam situasi yang terpuruk, jatuh tanpa bisa dihindari, tertimpa bencana atau petaka yang yang tidak bisa dihindari, bukan masalah yang dicari-cari sendiri. Seperti doa dalam Mazmur 116:3  “ Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesesakan dan kedukaan”

 Jatuh kedalam masalah dan situasi yang sulit apa itu sakit penyakit, perceraian dalam rumahtangga, ekonomi,pekerjaan, asmara, putus cinta dll. bisa mengakibatkan stress yang berat yang berujung dengan tindakan bunuh diri. Menurut catatan statistic setiap tahun diseluruh dunia ini ada sekitar 1 juta orang tewas karena bunuh diri. Bahkan setiap 40 detik ada 1  orang tewas karena bunuh diri. Ada seorang ibu rumah tangga dengan 4anak membunuh 4 anaknya dan dirinya sendiri dengan pistol, ada suami istri dengan 3 orang anak minum racun sampai mati, ada remaja gantung diri karena putus cinta  dll. Faktor utama mereka bunuh diri menurut seorang ahli bukanlah situasi atau masalah itu sendiri tetapi penyebab utamanya adalah kurang matangnya emosi atau kurang dewasanya emosi dalam menghadapi tekanan hidup. Emosi yang matang dan dewasa bisa dihasilkan dengan memilki iman yang dewasa atau kepercayaan yang kuat kepada Allah Yang Maha Kuasa dalam Yesus Kristus. Satu keyakinan yang kokoh bahwa Allah punya rencana yang baik dalam hidup kita, Allah berdaulat di bumi dan disurga bagaimanapun sulitnya kedaan kita. Ingat setiap masalah kesulitan yang kita alami memilki tujuan mulia yaitu untuk membuktikan kemurnian iman kita , Yes 48: 10 Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. 1 Pet 1: 6-7 : Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.7  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Saat ini apakah saudara sedang “kepanasan” dengan masalahmu? Kalau Tuhan suruh bertobat, bertobatlah,minta ampun dosa dan mohon anugera-Nya dan belas kasihan-Nya, Ingat seberat apapun masalahmu tidaklah penting, yang penting adalah hasil dari ujian dari masalahmu kalau engkau tetap setia ,tenang dan tetap bersyukur kepada Tuhan maka engkau akan memperoleh  buah yang matang, dewasa dan memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

  1. 2.  IMAN DIUJI MELALUI PERINTAH-PERINTAH TUHAN

Allah biasanya meminta kita untuk melakukan hal-hal yang sulit yang spertinya tidak mungkin. Ada sekitar 1050 perintah Tuhan yang harus ditaa oleh orang-orang percaya.. Ada beberapa perintah yangsepertinya tidak nyaman. Ada yang tidak masuk akal. Bahkan ada beberapa perintah Allah yang tidak mungkin. Perintah-perintah Ttuhan itu ada untuk menguji iman kita. Semakin kita taat melakukan perintah-perintah Tuhan maka semakin iman kita bertumbuh dewasa. Semakin kita menunda-nunda atau menolak makin semakin iman kita melorot, tidak bertambah dewasa. Beberapa perintah Tuhan sepertinya sederhana, tapi tetap harus dilakukan misalnya: Kasihilah musuhmu, Hendaklah kamu saling mengaku dosamu,Tetaplah berdoa, kuduskanlah Hari Sabat dll. Jika kita hidup oleh iman pasti kita dengan segera mentaati perintah Tuhan, sekalipun iman itu memang memiliki resiko, misalnya iman nabi Nuh yang taat : Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.( Ibr 11: 7). Dan iman Abraham: Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.( Ibr 11: 8) Kedua nabi ini taat segera tidak menunda-nunda apapun yang Tuhan perintahkan. Mengapa mereka segera melakukan perintah Tuhan? Karena mereka percaya kepada Tuhan total, tidak setengah-setengah. Kalau Tuhan yang suruh lakukan saja! Just Do it! Itulah iman. Itulah ujian iman. Mentaati perintah Tuhan.

 

  1. 3.  IMAN  DIUJI MELALUI UANG (RUPIAH) Tahukah saudara uang adalah satu dari ujian-ujian iman yang terbesar dalam hidup ini? Sebenarnya Allah menggunakan harta atau uang sebagai sebuah ujian karakter dan sebagai ujian bagi iman.                                                                                                                                                                                         Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? (Luk 16: 11) Maksud Tuhan Yesus adalah ada hubungan yang langsung dari bagaimana saya mengurus uang dengan kedewasaan rohani. Artinya jika aku tidak setia dalam mengurus kekayaan materi, maka Yesus tidak akan mempercayakanku kekayaan rohani. Uang adalah ujian. Jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul memberikan teladan apa itu memberi dengan iman  dikatakan “selalu ada dari mereka yang menjual harta milikinya, lalu membagi-bagikan kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kis2: 45), dan “tidak ada seorangpun yang berkekurangan diantara mereka;karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu,  dan hasil penjualan itu mereka bawa, dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiaap orang sesuai dengan keperluannya. Dan ingat janda miskin yang memberikan seluruh uangnya ke kotak persembahan di bait Allah?

Pertanyaannya bukanlah berapa banyak uang kita yang harus kita berikan kepada Tuhan tetapi berapa banyak uang Tuhan yang harus kita simpan untuk diri sendiri.

Pikirkanlah orang-orang yang kurang beruntung dalam hidupnya yang bisa kita bantu dengan bantuan uang, seperti anak-anak yatim yang perlu biaya sekolah, orang-orang sakit yang kekurangan biaya, dan pekerjaan Tuhan seperti misi-misi penginjilan di pelosok-pelosok, dll.

 

Penutup:                                                                                                                                                                                Saudara-saudaraku yang terkasih, ingatlah tidak ada jalan pintas untuk memiliki iman yang dewasa dan matang, sarana untuk mendewasakan iman kita adalah melalui ujian-ujian iman, seperti 1. Ujian masalah-masalah dalam hidup, penderitaan, sakit penyakit, stress pekerjaan, stress ekonomi dll, 2. Ujian perintah-perintah Tuhan, apakah saudara taat dengan segera? Bertobat segera? Tidakmenunda-nunda? Tidak tunggu sakit, tidak tunggu tua?, 3. Ujian uang atau harta, apakah saudara rela dan mermurah hati dalam hal keuangan? Siapakah yang empunya uang atau harta yang ada pada saudara? Milik Tuhan atau milik saudara?

Doa: Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami, tumbuhkanlah iman kami, sadarkanlah kami  bahwa Engkau membuat iman kami menjadi semakin dewasa hari demi hari melalui ujian-ujian iman yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kami untuk kebaikan kami , Tolonglah kami Tuhan Yesus, Amin.

Lagu: Tuhan pasti sanggup                                                                                            

Kotbah di gbi martadinata by  Pdp.Johannes Saragih Sth / Minggu, 20-5-12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: