Siapa itu hyper-Calvinist?

Ternyata orang-orang Kristen Calvinist sendiri tidak seragam dalam memahami TUlIP. Ada beberapa variasi dan penekanan yg berbeda,bahkan kadang tidak konsisten antara lima point TULIP dengan kotbah-kotbahnya. Misalnya soal predestinasi,pemilihan Allah sebelum dunia ada kepada ‘the elect’. Ada yg menganut double predestinasi: Allah memilih orang-orang yg masuk surga dan orang-orang yg masuk neraka . Ada single predestinasi:Allah hanya menetapkan siapa yg masuk surga,tidak menetapkan orang ke neraka. Ada Calvinist yg menganut unlimited atonement,baik tersirat maupun tersurat. Belum lagi aplikasi dari anugerah yg tidak bisa ditolak menjadi anugerah yg bisa ditolak. Dalam mengaplikasikan TULIP seorang Calvinist bisa menjadi ekcessive, melebihi doktrin yg dianutnya,atau Alkitab itu sendiri.

Tim Challies seorang pastor Calvinist menuliskan dalam blognya definisi dari hyper calvinist yaitu:

Berlebihan menekankan satu dari karakter Allah dgn meniadakan karakter yg lain.

Menekankan kedaulatan Allah tetapi mengabaikan kasih Allah.

Cenderung menempatkan kedaulatan Allah pada hal-hal yg jelas-jelas secara alkitabiah adalah tanggung jawab manusia.

Mengutip Phil Johnson, Tim Challies menuliskan ciri-ciri siapa itu bisa dilabelkan hyper calvinist yaitu:

1. Menyangkal bahwa Injil memanggil semua orang yg mendengar agar percaya.

2. Menyangkal bahwa iman adalah tugas(duty) dari setiap orang berdosa.

3.Menyangkal bahwa Injil menawarkan Kristus,keselamatan,atau belas kasihan kepada ‘non elect’ atau menyangkal bahwa penawaran belas kasihan ilahi itu cuma-cuma dan universal.

4. Menyangkal adanya anugerah umum (common grace).

5. Menyangkal bahwa Allah memiliki kasih bagi yg tidak terpilih (non elect).

Akibat dari lima ciri ini seorang hyper calvinist jadi meremehkan pentingnya penginjilan dan menyimpangkan pesan Injil. Lebih buruk lagi selain tidak ada niat untuk penginjilan(bukan karena takut tapi menganggap penginjilan adalah usaha sia-sia karena semua yg selamat Allah yg pilih bahkan juga yg ke neraka) kalaupun memberitakan injil tanpa melanjutkan panggilan bagi yg mendengar untuk menerima dan percaya Injil (apakah ini penyebab ajaran anti altar call?).

Namun perlu digarisbawahi tidak semua penganut calvinist itu hyper calvinist, banyak yg aktif dalam penginjilan dan memilih single predestinasi bahkan meyakini unlimited atonement,seperti Mark Driscoll, dan  John Piper (double predestinasi, unlimited atonement, continuoist), John Mac Arthur (double predestinasi, limited atonement, cessationist) dll.

 

God bless, Keep Discerning!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: