UNTUK PENGKOTBAH (THEOLOGI) KEMAKMURAN DAN KEMISKINAN; BUKAN SOAL KAYA ATAU MISKIN TAPI PUAS dan SALEH DI DALAM KRISTUS

Tuhan Yesus yg asli ternyata pengajaran-Nya antithesis dgn pengajaran para pengkotbah kemakmuran saat ini, yg ironisnya memakai nama Yesus untuk mendapatkan otoritas pelayanan.Pada jaman Paulus injil yg lain adalah ‘injil perbuatan’, padahal Injil yg murni adalah Injil anugerah,keselamatan melalui iman karena anugerah kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan dari maut adalah jalan sempit untuk masuk Kerajaan Allah. Jaman sekarang ini banyak injil-injil yg lain, misalnya injil antroposentris,injil liberal,injil da vinci code,injil perkataan iman,injil dimensi keempat,injil anomisme,injil suku/adat/tradisi,injil motivasi, injil psikologi,injil phobia teologia,injil rasional,injil emosional,injil terapi,injil kompromi, injil sosial, injil tahun ayin, injil kemakmuran, injil perbuatan baik, injil moral dll. Dalam tulisan ini saya mau membedakan injil kemakmuran dgn injil murni Kerajaan Allah seperti apa yg Yesus ajarkan tentang uang,harta,dan apa tujuan menjadi murid Yesus. Menjadi murid Yesus tujuannya bukanlah mengumpulkan harta di bumi,karena di bumi ngengat dan karat merusakkannya (Mat 6:19-24). Apakah pengkotbah kemakmuran mengajarkan perintah Yesus ini? atau mengajarkan kalau mau dapat kerja,jodoh,harta, percayalah kepada Yesus! Bukan mengajarkan pertobatan,salib,dosa,neraka.Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya kumpulkanlah bagimu harta di surga. Apakah pengkotbah kemakmuran mengajarkan bahwa harta bisa mempengaruhi orang jadi sombong? bahwa cinta akan uang adalah akar kejahatan?. Tuhan mengajarkan bahwa tidak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan, karena ia akan membenci yg seorang dan mengasihi yg lain. Mengapa pengkotbah kemakmuran mengajarkan Matius 6: 33, Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, lebih menekankan ‘maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu…bukan mencari Yesus dan inti pengajaran-Nya? Yesus yg asli adalah Mesias penebus dosa manusia, Mesias Kerajaan Surga, bukan mesias ekonomi,mesias roti,mesias kesehatan, tapi sekali lagi Yesus Kristus adalah Mesias Penebus dosa manusia, pengajaran-Nya adalah ‘bertobatlah dari dosa, ikut Aku, sangkal diri, tahan derita pikul salib! Menjadi miskin karena ikut Yesus adalah kasih karunia bukanlah kutuk. Jadi esensi dari kekristenan yang sejati bukanlah soal menjadi kaya atau menjadi miskin, seperti yang diajarkan oleh pengkotbah teologi kemakmuran ataupun teologi kemiskinan. Bukan berapa banyak barang yang kita miliki bukti Tuhan berkenan kepada kita, bukan juga sedikit barang yang kita miliki bukti Tuhan berkenan kepada kita. Kita tidak menjadi rohani ketika kita kaya atau ketika kita miskin, kita tidak lebih dekat dengan Tuhan berdasarkan berapa banyak atau sedikit barang yang kita miliki. Allah mengasihi kita hanya karena pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib yang menebus dosa kita, bukan soal menjadi kaya atau miskin, kita akan mengajarkan doktrin yang tidak sepenuhnya benar, hanya setengah benar. Kalau setengah benar sama saja saja dengan tidak benar berarti salah. Yang penting adalah kita tetap bersikap benar, tidak berdosa kepada Tuhan, apakah kita kaya atau miskin. Kalau kaya jangan sombong, murah hati, kembalikan milik Tuhan untuk pekerjaan Tuhan dan menolong orang-orang miskin, jangan menghalalkan segala cara untuk kaya, rajin melayani dan ibadah sekalipun sibuk dll., kalau miskin jangan iri dengan orang kaya, tetap saleh dan murah hati, kembalikan milik Tuhan seperti janda yang miskin yang memberikan seluruh upahnya di kotak persembahan, tidak putus asa dan terus berdoa dan berusaha, jangan mencuri atau korupsi sekalipun miskin, jangan merohanikan kemiskinan seolah-olah orang yang miskin itu lebih rohani dari orang kaya. Ingat kita menjadi rohani soal sikap hati kita bukan soal berapa banyak barang atau sedikit barang, apalagi kita menjadi disayang oleh Tuhan karena anugerah Tuhan yang telah mati bagi kita menebus dosa kita, sehingga kita dibenarkan, dikuduskan, dilayakkan menjadi anak-anak Allah. Mari kita berdoa yg jarang didoakan oleh pengkotbah kemakmuran dan perlu didoakan orang yang masih miskin;

’Ya, Allah, jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yg menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang,aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku (Amsal 30:8-9) Dalam nama Yesus.Amin.

Ekonomi Kerajaan Allah bukan orientasi mengumpulkan(akumulasi) tapi orientasi membagikan(distribusi/circulasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: