FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA, DAN DIAM DIANTARA KITA ( Yoh 1: 14-18 )

Natal arti katanya adalah kelahiran dari bahasa Portugis. Karena kata natal adalah kelahiran sehingga orang bisa salah memahami merayakan natal, kelahiran Kristsus itu, sama dengan merayakan perayaan ulang tahun manusia, yaitu bertambahnya usia kita. Sehingga ada yang menghitung umur Tuhan Yesus, dan mengucapkan “Happy Birthday Tuhan Yesus”. Ini salah pengertian. Yesus kekal adanya. Dia sudah ada sebelum penciptaan. Kita merayakan Natal bukan karena umur Yesus bertambah lagi, tapi suatu ungkapan syukur bahwa Allah telah bersedia menjadi manusia, tinggal diantara kita, dekat kita, untuk menyelamatkan kita dari dosa. Kita merayakan Natal bukan untuk pesta pora, makan dan minum, karena Yesus ulang tahun, tapi suatu ungkapan syukur karena Bapa telah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal lahir melalui rahim Perawan Maria, disalibkan mati untuk menebus dosa kita. Karena dosa kitalah Yesus lahir ke dunia ( Mat 1: 21), namun justru ada orang-orang Kristen tertentu yang “ merayakan Natal” sebagai kesempatan untuk bermabuk-mabukan, pesta pora dll. namun yang paling penting dalam menghayati makna kelahiran Yesus Kristus tidak mereka lakukan ; yaitu bertobat dari perbuatan dosa, bahkan lebih parah lagi tidak mau menyembah Yesus sebagai Tuhan Allah,. Oran Kristen tapi tidak mengenal Kristus. Kalau tidak mengenal Kristus bagaimana bisa menyembah Kristus sebagai siapa Dia sejatinya. Jadikan momentum perayaan Natal sebagai kesempatan untuk membagikan berita Injil bagi orang lain, saudara-saudara kita yg belum percaya, sekurang-kurangnya orang-orang yg belum percaya itu tahu bahwa Allah telah menjadi manusia melalui Yesus Kristus, lahir ke dunia melalui rahim perawan Maria, disalibkan mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia, setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak binasa melainkan beroleh hidup yangkekal(Yoh3:16). Mari kita akan mencari tahu dan memahami makna Natal, Kelahiran Yessus Kristus, dari Injil Yohanes 1: 14-18
1. Dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang terjadi 2010 tahun yg lalu adalah Allah telah menjadi manusia: InkarnasiYesusKristus. Ay.14 Firman telah menjadi manusia, (Ing: The Word became flesh; ( Yunani: Ό λόγος sarxgenneto )
Siapakah Firman ini? Lihat Yoh :1-3. Ay. 2 mengatakan Firman itu adalah Allah. Ay. 3 mengatakan Firman itu adalah pencipta segalanya. Firman yang adalah Allah, dan pencipta segalanya itu dijelaskan oleh Rasul Yohanes, penulis Injil ini, telah menjadi manusia pada ay. 14, berawal dalam wujud bayi yang kudus, lahir dari rahim perawan Maria, dikandung oleh Roh Kudus ,yang hari kelahiran-nya di sebut Natal, (Ing: Christmas). Nama-Nya Yesus Kristsus, Jesus Christ, ( Yun: Iesou Xristou) ( Ibrani: Yesyua Masyakh ). Nama Yesus artinya “Tuhan menyelamatkan” nama yang diberikan malaikat Tuhan kepada Yusuf, tunangan Maria, ibunya Yesus : Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Mat 1: 21). Kata Kristus dari kata Yunani Xristou , dari kata Ibrani Masyakh atau Mesias artinya “Yang diurapi Allah atau yang dilantik atau dinobatkan (oleh Allah)”. Gelar Mesias ini khusus untuk Yesus. Dalam kitab Taurat dan , Mazmur, dan khususnya Yesaya 9: 5 dinubuatkan “ Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya akan disebutkan; Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Jadi jelas Firman ini menunjuk kepada Yesus. Yesus yang Rasul Yohanes kenal, lihat secara langsung, pelayanaan-Nya dan pengajaran-Nya, memiliki darah dan daging, makan dan minum, kelelahan, kehausan . Rasul Yohanes menjelakan siapakah Yesus itu dalam 1 Yoh 1: 1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman Hidup- itulah yang kami tuliskan kepadamu.
Mengapa Yesus disebut Firman ? Yohanes memakai kata Firman ( The Word/ Yun: Ό λόγος ) untuk menekankan bahwa Firman itu adalah seorang pribadi dan sebuah pesan. Karena melalui Yesus Anak Allah itu adalah sebagai perantara untuk mengumumkan kehendak Allah dan perintah-perintah-Nya. Dijelaskan dalam Ibrani 1: 1-2 , “ Setelah pada jaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya yang tunggal.
.Apa yang Allah harus katakan kepada kita tidak hanya apa yang Yesus katakan tetapi siapa Yesus dan apa yang Dia lakukaan.Yesus sendiri dan karya-Nya adalah kebenaran yang Allah nyatakan .
2. Dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus artinya Allah mau tinggal diantara kita
Ay. 14. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita
Yesus Kristus merupakan “Firman yang telah menjadi manusia dan diam diantara kita dan dengan demikian Dia hadir di hadapan manusia secara jasmani (Ing: Flesh). Allah yang jauh sekarang sudah dekat dengan manusia. Allah beserta kita, Imanuel.Dia dapat didengar, dilihat dan disentuh (l Yohanes 1 :1). Yang tidak terbatas menjadi terbatas. Yang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Yang jauh menjadi dekat. Yang diluar jangkauan pikiran manusia menjadi bisa dilihat dalam jangkauan manusia yang nyata. Kata “diam” dari kata Yunani yg memiliki arti “berkemah, atau memasang kemah”. Allah yang tinggal di surga telah berkemah diantara kita.Ini menunjukkan kerinduan Allah untuk mendekat kepada kita melalui Yesus Anak-Nya Tunggal.
Karena Allah mau tinggal dekat dengan manusia maka murid-murid Yesus bersaksi bahwa mereka telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan yang diberikan kepada Yesus sebagai Anak Tunggal Bapa (ayat 14 c). Rasul Yohanes mencatat “Kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan Yesus ay. 14.c) baca 1 Yoh 1: 1 Kemuliaan artinya keagungan, kewibawaan, kemegahan,arti harfiahnya “berbobot” dari kata Ibrani kabod asalnya dari istilah sepasang timbangan dagang yang berar i” berat”, “berbobot”maksudnya yang memiliki bobot berat itu berharga dan bernilai. Rasul Yohanes, Yakobus, dan Petrus merupakan saksi mata langsung bagaimana Yesus Anak Allah dimuliakan di atas gunung,dikenal dengan istilah “Transfigurasi” seperti yang dicatat dalam Injil Lukas 9 : 28-36 dan 2 Petrus 1: 6-8. Kemuliaan Yesus juga bisa berarti keagungan pengajaran-Nya, mujizat-Nya, kesempurnaan pribadi-Nya, kekudusan-Nya, pelayanan-Nya, dan lebih lagi kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga yang dilihat lansung oleh murid-murid Yesus, sehingga dituliskan dalam ay. 14 c, kita telah melihat kemuliaan-Nya, kata kita menunjuk kepada Yohanes dan murid-murid Yesus yang lain sebagai saksi mata langsung pelayanan Tuhan Yesus di bumi. Setiap orang harus dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan percaya dan yakin kepada firman Tuhan yang disaksikan oleh murid-murid Yesus dalam Alkitab sehingga orang itu secara rohani bisa melihat kemuliaan Yesus Kristus melalui Firman Tuhan dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah yang Tunggal, Allah yang telah menjadi manusia.
Pada ay 18 dikatakan ” Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya”, ditegaskan oleh Rasul Yohanes dengan cukup jelas bahwa dalam bentuk jasmani inilah sang Anak, “yang bersama-sarna dengan Bapa, telah membuat Bapa dikenal”, Yesus lah yang menyatakan Allah, tugas-Nya membuat Allah Bapa dikenal . Meskipun demikian, Yohanes dan murid-murid yg lain tidak melihat Bapa secara langsung. Mereka melihat Yesus, yang karakter dan perilakunya menggambarkan Bapa. Mereka melihat Pribadi yang selalu menyampaikan ajaran Bapa (Yohanes 7:16-17) dan melakukan kehendak Bapa (5:19-20). Dia merupakan gambaran yang sepenuhnya dari karakter, kehendak, dan perbuatan Bapa. (Yoh 10: 30). Penulis Ibrani mengatakan: Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan ( Ibrani 1: 3). Yesus pernah berkata, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9); Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10: 30). Mengenal Yesus sama dengan mengenal Allah; mengasihi Yesus sama dengan mengasihi Allah; menyembah Yesus sama dengan menyembah Allah; bersujud kepada Kristus sama dengan bersujud kepada Allah. Ia adalah Allah yang dapat dikenal dan diraba. Ia adalah manifestasi Allah yang berpribadi kepada kita. Penyataan penuh Allah ditemukan di dalam Dia ( Dr. Criswell) Anda ingin mengenal Allah? Lihat Yesus! Anda ingin melihat Allah? Lihat Yesus! 3. Melalui kelahiran Yesus di dunia ini maka manusia yang berdosa memilki pengharapan untuk menerima kasih karunia dari TuhanYesus dan mengikuti kebenaran-Nya. ay. 14 d… penuh kasih karunia dan kebenaran Kasih karunia (kharis) atau anugerah adalah sifat dari Yesus yang datang ke dunia untuk meyelamatkan manusia berdosa. Tidak kalah penting yaitu Yesus penuh dengan kebenaran ( the truth, alitheia). Tidak ada dosa, kebohongan dll di dalam Yesus, Yesus berkata : Akulah kebenaran ( Yoh 14: 6) . Kasih karunia dari Yesus atau anugerah dan kebenaran adalah dua hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang berdosa. Paulus mengatakan “Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristsus Yesus ( (Rom 3: 23). Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup, tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku ( Yoh 14: 6). Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (ay. 16), ANUGERAh demi anugerah ( ay. 16). Orang Kristen diselamatkan karena anugerah,oleh iman kepada Yesus, SOLA GRACIA, SOLA FIDE ( Efe 2: 8-9) bukan karena perbuatan baik. Orang Kristen yakin ikut Yesus karena Yesus berkata Dia adalah kebenaran, tidak ada kepalsuan, asli ,berkenan kepada Bapa. Dan juga ada anugerah pengampunan setiap hari akan dosa, dengan mengakui dosa2 , sehingga hati nurani kita menajadi bersih dan tenang. Dengan kedatangan Yesus ke bumi ini maka bayangan Hukum Taurat oleh Nabi Musa di PL telah sampai pada masa kenyataan Kristus yang memilki kasih karunia dan kebenaran (ay.17). Penutup: Dengan kedatangan Allah menjadi manusia di bumi ini, berarti Allah yang mencari manusia, Allah yang berinisiatif untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia (Yoh 1: 9). Yesus, Anak Allah Yang Tunggal, penuh kasih karunia dan kebenaran, turun dari surga mulia kedunia yang hina untuk menunjukkan kepada kita siapa Allah itu. Melalui kedatangan Allah ke dunia, dengan berkemah diantara kita, Dia begitu dekat sekarang dengan kita. Dia mau memanggil kita keluar dari persembunyian dosa, Datang kepada Yesus, jangan keraskan hatimu, jangan sembunyi, datang kepada Yesus. Dia lahir, disalibkan, mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia,setiap orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Datang kepada Yesus dan peluk Yesus dengan segenap hatimu. Amin.

Dikotbahkan oleh Johannes Saragih Sth, Minggu 12-12-10 di GBI JL. Maria Goretti Sungailiat Bangka.

Referensi: Jhon Piper , Jhon Mac Arthur, Bob Utrich Commentary, Matthew Henry Commentary, Sermonaudio.com dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: