DOA BAPA KAMI SEBAGAI MODEL DOA ORANG KRISTEN ; TUHAN, AJARLAH KAMI BERDOA… Lukas 11: 2-4; Matius 6 : 9-13

Pendahuluan
Dalam Lukas 11 : 1 diceritakan pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat, lalu seorang dari murid-murid-Nya melihat dan berkata kepada Yesus, Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yg diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. Kebiasaan Yesus yg suka berdoa diceritakan juga oleh Markus ( 1: 36) Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yg sunyi dan berdoa di sana. Kehidupan doa Yesus yg teratur mengesankan murid-murid-Nya. Dalam doa itu Yesus memiliki kedekatan dengan Bapa, kuasa, otoritas, dan pesan Yesus terima dari Bapa melalui doa-Nya. Tepatlah permintaan salah seorang murid Yesus , “ Tuhan ajarlah kami berdoa”. Sebagai guru agama (rabbi) Yesus tidak hanya mengajarkan kebenaran dan prinsip-prinsip rohani tapi juga tidak kalah pentingnya , mengajarkan murid-murid-Nya berdoa. Yesus adalah teladan pendoa dan guru doa yang terbaik. Belajarlah kepada Yesus.
Seperti apa doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya? Mari kita buka Matius 6: 9-13 (baca bersama-sama). Di kalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia doa ini dikenal dengan “Doa Bapa Kami”, di gereja-gereja Barat, “Lord”s Prayer (Doa Tuhan).
Sebelumnya pada ayat Mat 6 : 5-8 Yesus memberikan contoh doa yang negatif yaitu :

1. Janganlah berdoa seperti orang munafik (ay. 5) Diperkirakan orang munafik ini adalah orang Farisi dan pemimpin agama Yahudi saat itu. Mereka berdoa dengan tujuan untuk dilihat orang dan mendapatkan pujian.(Hipocryt= pemain sandiwara dengan topeng) .Pertunjukan doa. Mereka menggunakan Allah untuk mempromosikan mereka sendiri. Ada kebiasaan pada masa itu orang Yahudi berdoa 3 kali sehari, setiap jam 9 pagi, 3 sore, dan malam, bertepatan dengan waktu persembahan korban di Bait Allah. Jadi ketika mereka ada di tikungan-tikungan jalan raya pada jam 9 pagi misalnya, mereka langsung mengambil sikap berdoa, atau mereka sengaja datang pada jam 9 atau 3 sore di Bait Allah ketika orang lagi ramai-ramainya berdoa di bait Allah. Sikap hati lebih penting dari pada aksi berdoa (ay. 6). Yesus tidak melarang doa di depan umum, tapi Yesus menentang kalau orang berdoa di depan umum untuk “show” agar dipuji orang.

2.Janganlah berdoa bertele-tele seperti kebiasaan orang yg tidak mengenal Allah.(ay.7). Orang yg tidak mengenal Allah dalam teks Yunani adalah Etnoi,dalam bahasa Inggris Gentiles, artinya suku-suku bangsa penyembah berhala yg tidak mengenal Allah sebagai Bapa, dan tidak mengerti sifat-sifat dasar Allah; Pribadi Allah, Kemahatahuan-Nya, kasih dan belas kasihan Allah. Kalimat bertele-tele dalam terjemahan beberapa versi Alkitab yaitu : janganlah menggunakan pengulangan yang tidak mempunyai arti(NASB), NIV: (= janganlah terus menerus mengoceh). RSV: ‘do not heap up empty phrases’ (= janganlah menumpuk ungkapan-ungkapan yang kosong). KJV: ‘use not vain repetitions’ (= janganlah menggunakan pengulangan yang sia-sia) atau beberapa penafsiran : doa yang dipanjang-panjangkan (bdk. ay 7: ‘banyaknya kata-kata’. ‘pembicaraan yang tidak berarti, doa yang isinya kalimat-kalimat yang sama diulang-ulang, padahal kalimatnya tidak berarti, doa yang hanya dengan bibir / lidah, tetapi tidak dengan hati.Komentar Gundry: The verb may denote meaningless or repetitive speech, as in the extensive listing of divine names by pagans. They hoped that at least one of the names might prove effective for an answer.
Contoh doa penyembah berhala : Kis 19:34 – “Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: ‘Besarlah Artemis dewi orang Efesus!’”. 1Raja 18:25-29 – “Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: ‘Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.’ Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: ‘Ya Baal, jawablah kami!’ Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: ‘Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.’ Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian”.
Untuk mengatasi kesalahan seperti ini, lalu dikatakan ay 8: “Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya. Seperti mereka, adalah orang Farisi dan pnyembah berhala, orang Farisi berdoa seolah-olah Allah tidak tahu isi hati mereka yang munafik, penyembah berhala berdoa seolah-olah Allah itu terbatas, tuli, tidak maha tahu. . Remember that prayer is relational not ritual! Doa Kristen bukan mantra.BUKAN RITUAL T API HUBUNGAN. Not ritual but relational.
Maka Yesus memberikan contoh kepada murid-murid-Nya doa yang benar, dengan berkata , Karena itu berdoalah demikian , atau berdoalah seperti ini, bukan kata-kata yang sama persis tapi berdoa modelnya seperti ini :
‘Bapa kami yang di surga’ (ay 9), Kata Bapa dalam bahasa Aram adalah Abba, panggilan akrab orang Yahudi kepada ayah. Kita bisa memanggil Allah sebagai “Bapa” karena Yesus sebagai perantara kita. maka,kita bisa menjadi anak-anak Allah ‘ setiap orang yang percaya kepada-nya, diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu… ( Yoh 1: 12). Karena Kristus melalui regenerasi dan adopsi kita suku bangsa yg tidak mengenal Allah memiliki hubungan dengan Allah seperti bapa dengan anak. Ini berbeda dengan orang-orang belum mengalami kelahiran kembali, karena tanpa Roh Kudus yg melahirkan kembali, memanggil Allah sebagai Bapa patut dipertanyakan secara teologis ( Gal 4: 6). Di surga … Kata ‘di surga’ bukan menekankan ‘tempat dari Allah’ tetapi menekankan keilahian, otoritas, kuasa dari Allah. Ia berbeda dengan yang lain!
. Kata ‘di surga’ tidak berarti bahwa Allah hanya ada di surga (bdk. 2Taw 2:6 – “… langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia”). Ini hanya merupakan suatu penghormatan..

Dengan contoh doa ini, Kristus menunjukkan apa saja yang harus menjadi pokok doa orang Kristen. Ada enam permohonan dalam doa ini tiga yang pertama berkaitan dengan kekudusan dan kehendak Allah; tiga sisanya berkaitan dengan kebutuhan kita sehari-hari. Singkatnya doa ini tidak berarti bahwa kita harus berdoa secara singkat saja mengenai kebutuhan kita. Kristus kadang-kadang berdoa sepanjang malam waktu memilih murid-murid-Nya (Luk 6:12).

Bagian pertama Yesus mengajarkan tiga permohonan untuk kemuliaan Allah
1. Tiga Permohonan untuk kemuliaan Allah, dimana dalam tiga permohonan pertama iniyaitu karakter Allah dimuliakan,dan kekuasaan-Nya dinyatakan;
1.dikuduskanlah nama-Mu, 2.datanglah kerajaan-Mu,3. jadilah kehendak-Mu. Jadi dalam tiga permohonan ini Yesus mengajarkan bagaimana kita orang-orang percaya menghormati Allah. Prioritas pertama dalam doa kita adalah kemuliaan Allah, reputasi Allah di bumi, dan kerajaan Allah diperluas di bumi. Dikuduskanlah nama-Mu adalah satu permohonan agar Allah menguduskan nama-Nya melalui sikap kita dalam memperlakukan Allah sebagai yang Kudus, Kita menguduskan nama Allah dengan mematuhi perintah-perintah-Nya. Kita menajiskan nama Allah dengan melanggar perintah-perintah-Nya ( Imamat 22: 31-32). Jadi ketika kita berdoa dikuduskanlah nama-Mu , kita memohon agar “ Allah membuat perintah-perintah-Nya ditaati”, atau “ditaatilah perintah-perintah-Mu tentunya oleh kita sendiri.( Nama Allah berhubungan dengan karakter dan kepribadian Allah).
Datanglah kerajaan-Mu artinya satu permohonan kepada Allah untuk menuntaskan sejarah dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi ((Wahyu 5: 19) Ketika kerajaan Allah datang maka kehendaknya jadi., keadilan, kebenaran, damai sejahtera oleh Roh Kudus. Kerajaan Allah sudah datang dengan kedatangan Yesus ke dunia dan akan datang secara sempurna dan sepenuhnya pada saat kedatangan Yesus yg kedua kali. Raja itu pertama datang dengan keledai dengan damai dan pengampunan, kelak Dia akan datang dengan kuda putih dan pedang penghakiman pada akhir jaman. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga, secara pribadi kita memohon agar kita bisa mentaati kehendak-Nya seperti malaikat-malaikat di sorga ( Maz 103: 21-21), secra umum kita memohon agar bumi dipenuhi orang-orang yg mentaati Tuhan seperti malaikat-malaikat sorga

Bagian yang kedua, bagian yg pertama hal bagaimana kita menghormati Allah, bagaian yg kedua hal bagaimana kita memohon Allah untuk kebutuhan kita, ada tiga permohonan kebutuhan asasi manusia, yaitu makanan jasmani, pengampunan, keselamatan
Ay. 11, .Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yg secukupnya, makanan dalam teks Inggris : bread=roti, makanan pokok orang Yahudi. Di Indonesia nasi,.Yesus ingin mengajar kira untuk hidup dengan iman kepada- Allah setiap hari. Contoh bagaimana Allah memberikan roti manna setiap di padang gurun (Kel 16: 13-21). Baik miskin maupun kaya harus berdoa seperti ini, bahwa makanan yg kita makan setiap hari adalah berasal dari Tuhan, sekalipun orang kaya punya banyak makanan cukup untuk setahun, makanan yang berlimpah itu tidak ada artinya dihadapan Tuhan, kalau orang itu tidak berdoa setiap hari memohon kepada Allah. Apakah kita begitu kayanya sehingga kita tidak perlu berdoa, “minta makanan”, kekayaan bisa berlalu sekejap, apa yang kekal adalah iman kita yg bergantung sepenuh-Nya kepada Tuhan, jangan takabur, jangan sombong, jangan rakus. Bagi yg miskin , bekerja yg halal dan yakinlah pasti Tuhan sediakan makanan yg cukup setiap hari, jangan mencuri! Baca Amsal 30: 7-8

Ay.12, ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yg bersalah kepada kami
Ampunilah, …kita minta ampun kepada Tuhan karena kalau kita berdosa, kita berdosa kepada Allah bukan kepada manusia. Kata kesalahan disini teks Inggris dari terjemahan Yunani adalah hutangg (debt), sebagai manusia kita punya hutang moral dan rohani kepada Allah. Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, upah dosa adalah maut ( Roma 3: 23). Kita diampuni oleh Allah dasarnya adalah karena kita beriman kepada pengorbanan Yesus yg mati di kayu salib menebus dosa kita dengan darah-Nya yg kudus,dengan dasar pengampunan dari Tuhan yang cuma-Cuma itu seharusnyalha kita mau mengampuni orang yg bersalah kepada kita. Minta ampun sama Tuhan disertai pengakuan dosa yg hancur hati dan jujur, setiap hari ( 1 Yoh 1: 9), doa kita terhalang kalau masih ada dosa yg belum kita bereskan dihadapan Tuhan, termasuk tidak mau mengampuni kesalahan orang lain ( Yes 59: 1-2)
13, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yg jahat… Ini bukan permintaan supaya terhindar dari pencobaan / tidak terkena pencobaan, tetapi permintaan supaya tidak jatuh ke dalam dosa pada waktu menghadapi pencobaan. ( Yak 1: 2-3)Jadi, ini adalah suatu permintaan supaya Tuhan tidak mengijinkan kita untuk mendapatkan pencobaan yang akan menjatuhkan kita dalam dosa. Yesus memperingatkan murid-murid-Nya agar “ berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan ( Lukas22:40)Kata pencobaan dalam bahasa Yunani adalah “peirazmos” dalam bahasa Inggristempatation, test, trial, mencobai untuk mencari kesalahan, kata pencobaan ini dipakai ketika Yesus di coba Iblis di padang gurun ( Mat 4: 1-10). Bob Utley : God allows the three enemies of mankind (i.e., the world, the flesh, and the devil) to manifest in a specific time and place : Jadi tepatnya maksud permohonan ini adalah “Tolong kami agar tidak gagal dalam ujian”atau “Tolonglah Tuhan agar ujian itu tidak terlalu ganas bagi iman kami untuk menahannya”. Bukan berarti : “jangan sampai iman kami diuji” atau bermakna “jangan membawa kami kepada ujian”. ( 1 Kor 10: 13). Karena Engkaulah yg empunya… adalah tambahan dari tradisi gereja untuk kebutuhan liturgis, tidak terdapat dalam teks asli.
Penutup : Setelah kita belajar kepada Yesus tentang bagaimana berdoa yg benar, model doa yg benar, mari kita menjadi orang-orang Kristen yang suka berdoa, doa bukan sekedar pilihan, tapi keharusan .
Kalau kita sungguh-sungguh murid-murid Yesus yg sejati., Murid Yesus yang serius pasti minta kepada-NYA, “Tuhan, ajarlah kami berdoa”

Lagu : BAPA YANG KEKAL

dikotbahkan oleh Johannes Saragih Sth MINGGU SORE , 7-11-10 , di GBI JL. MARIA GORETTI SUNGAILIAT BANGKA

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih, sangat menjadi berkat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: