RESPONS TERHADAP UNDANGAN KERAJAAN SORGA (EKSPOSISI MATIUS 22: 1-14)

TEKT: MAT 22:1-14

PENDAHULUAN

YESUS sering memakai perumpamaan dalam pengajaran-Nya untuk menggambarkan seperti apakah Kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) itu. Lebih dari 1/3 pengajaran Yesus di Injil dalam bentuk perumpamaan. Para ahli berbeda pendapat berapa persisnya jumlah perumpamaan Yesus, ada yang mengatakan 33, 46, atau 60. Perumpamaan adalah pengajaran dalam bentuk cerita –cerita yg bermaksud untuk menjelaskan hal-hal yg tersembunyi; khususnya cerita-cerita yg mengandung hal-hal yg nyata dalam kehidupan manusia sehari-hari-hari yg dipakai Tuhan Yesus untuk menerangkan Kerajaan Sorga (Allah) dan rahasianya ( Mat 13:11). Perumpamaan tentang perjamuan kawin ini disampaikan Yesus kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi dan orang-orang Yahudi lainnya yang hadir di Bait Allah ( Mat 21: 23;45),diperkirakan waktunya adalah minggu terakhir pelayanan Tuhan Yesus (hari Rabu), hari Jumat Yesus disalibkan, mati,dikuburkan, bangkit pada hari Minggu. Perumpamaan ini adalah yg ketiga terakhir dari perumpamaan tentang dua orang anak dan penggarap-penggarap kebun angggur (Mat 21: 28;33). Bisa diringkas dari ayat 1-10 menggambarkan undangan untuk menerima anugerah keselamatan dari Allah dalam Yesus Kristus, Mesias yang dinantikan-nantikan bangsa ISRAEL , dan ayat 11-13 menggambarkan tanggung jawab manusia setelah mengalami anugerah keselamatan dari Allah itu.

Kita akan melihat respon-respon apa saja dari orang-orang yang diundang untuk datang masuk Kerajaan Sorga yaitu :

1.Menolak untuk datang (ay 1-3) . Kerajaan sorga (Kerajaan Allah) adalah kenyataan saat ini (Mat 12 :28; Rom 14:17;Yoh 3:3;Mat 6 33)berkuasanya dan bertahtanya Allah di dalam hati manusia dan pada masa yang akan datang akan dinyatakan secara harfiah dimana Tuhan Yesus akan memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa di dunia selama-lamanya (Wahyu 11: 15). Kerajaan Surga datang melalui Yesus pertama kepada orang-orang Yahudi, bangsa pilihan Allah, orang-orang yang telah diundang, tetapi mereka menolak tidak mau datang. Apa maksud “Memanggil orang-orang yang telah diundang” ini?. Ini adalah Kebiasaan Timur terdiri atas undangan pertama dan undangan kedua pada saat perayaan. Orang-orang yang diundang, jelas disini adalah orang-orang Israel, namun tidak ada yang mau datang. Tamu-tamu yang istimewa ini adalah bangsa Israel yang menantikan Mesias seperti yang sdinubuatkan dalam PL, namun ketika perjamuan kawin sudah siap, Mesias sudah datang, mereka (terus menerus)menolak untuk datang, menolak untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah, Anak Allah , Firman Allah yg telah menjadi manusia (Yoh 1:1,14) baca Matius 23: 37-38).

2.Tidak peduli dengan hal rohani Kerajaan Surga (ay. 4-5)
Kemudian raja menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang mereka lagi, namun mereka juga menolak undangan kedua ini, orang-orang ini tidak mengindahkannya, menganggap Kerajaan Surga itu tidak penting, hal yang rohani yg berhubungan dengan keselamatan setelah mati tidak penting, lebih penting ladangnya, usahanya (bisnis, dagang) yang sifatnya sementara. Lihat di Lukas 14: 15-20 tentang perumpamaan orang-orang yg berdalih,
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Ini bukan berarti pekerjaan, lading,usaha,kepemilikan, keluarga (istri) itu salah atau dosa tapi orang-orang ini salah menempatkan prioritas mana yang lebih penting, lebih bermakna secara kekekalan (Mat 6:33). Apakah yang menjadi prioritasmu? Kerajan Allah atau Mamon? Rohani atau Materi?

3. Memberontak dengan kekerasan (ay.6), Undangan kedua dari raja (Allah) ini melalui hamba-hambanya kepada orang Israel malah dibalas dengan kekerasan,..mereka menangkap hamba-hambanya, menyiksa, membunuh. mereka ada yang berlaku kasar dan bahkan melakukan pembunuhan. Bandingkan perlakukan orang Yahudi terhadap Yohanes pembaptis (Matius 21:25), Stefanus (Kisah 7:59), Yakobus (Kisah 12:2) bahkan terhadap Tuhan Yesus sendiri, disalibkan sampai mati. Yesus mengecam pemberontakan Israel ini dalam Mat 23: 33-34.
Akibat dari penolakan, ketidak pedulian bahkan pemberontakan dengan kekerasan dari Israel, yang adalah umat pilihan Allah maka pada Ayat 7, raja itu murka, dan memerintahkan pembinasaan kota mereka. Banyak penafsir mengatakan ini adalah sebuah nubuat tentang penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Tentara Roma dibawah pimpinan Jenderal Titus didalam perumpamaan ini dianggap sebagai alat Allah (pasukanNya).

4. Menerima undangan tapi tidak bertanggung jawab( latar belakang ay.8-10; tidak taat untuk memakai pakaian pesta ay.11-13)
Pada ayat 8,9,10, Raja itu memerintahkan hamba-hambanya utuk pergi ke persimpangan-persimpangan jalan (undangan ketiga). Pada umumnya yang dimaksudkan disini adalah pemberitaan Injil Kerajaan Allah bagi orang-orang non-Yahudi , tidak eksklusif lagi kepada bangsa Yahudi tetapi semua suku bangsa diundang (Mat 28: 19-20) yang tampaknya jelas, demikian juga dalam Lukas 14:23).
Masalahnya walaupun Allah meluaskan undangan ANUGERAH KESELAMATAN dari Kerajaan Surga melalui Yesus Kristus kepada semua suku bangsa secara universal, tidak eksklusif kepada bangsa yahudi, di dalam Yesus Kristus tidak ada etnocentris dalam Kerajaan Surga, bukan berarti undangan anugerah itu meniadakan tanggung jawab moral dan etika dan syarat-syarat kebenaran untuk menjadi warga Kerajaan Sorga.
Kita lihat pada ayat 11, ketika raja itu masuk bertemu dengan tamu-tamu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Hai, saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. ( Ayub 29: 14; Yesaya 61: 10; 2 Kor 5: 21; Ef 2:8-9; Fil 2:19; 1 Yoh 3:2-3; Ibr 12: 14) Saudara-saudara, kalau di gereja orang-orang Kristen yang sudah menerima anugerah keselamatan dan hanya diajarkan “sekali selamat tetap selamat”, “once saved is always saved”, ( Perseverence of the Saints), mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan, hidup dalam kekudusan oleh Roh Kudus (Progressif Sanctification), membenci dosa, tidak hanya menekankan satu sisi dari koin, yaitu posisi kekudusan dalam Kristus, pembenaran dalam Kristus, akibatnya orang-orang ini masih bisa berdalih, mencari-cari alasan, mengapa tidak pergi ibadah? Sibuk. Mengapa mabuk-mabukan? , Biar aliran darah lancar. Mengapa berjinah? “Kan roh penurut daging lemah”. Mengapa berkata-kata kotor? Cuma bercanda. Mengapa berkelahi? Dia lebih dulu yg salah. Mengapa nonton pornografi?, “kan hiburan sekali-sekali”, atau memakai alasan doktrin teologis “sekali selamat tetap selamat” walaupun hidupnya ” seperti pakaian compang camping”. Orang- orang seperti ini harus diingatkan ayat ini : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci ( 1 Yoh 3:3) atau ayat ini “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12 : 14). Pembenaran, Pengudusan dan Pemuliaan adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisah-pisahkan ( Saya tahu dalam prinsip untuk penafsiran perumpamaan adalah bukan untuk membangun suatu doktrin, karena tujuan perumpamaan adalah untuk mengambil satu persamaan sebagai cerita, ilustrasi).

Tapi saudara-saudaraku yang kekasih ketika nanti kelak kita akan bertemu dengan Sang Raja dari segala raja dan Dia bertanya tentang tanggung jawab kita selama di dunia, masih bisakah kita berdalih? Mengerikan sekali kalau kita berpikir kita sudah siap masuk surga tapi ditolak oleh Tuhan,…ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu kedalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Neraka itu nyata! Tidak hanya sorga itu nyata.

Bertobatlah sebelum terlambat!, Yesus memperingatkan: “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih! (sebuah peribahasa, ini adalah maksud utama (main point) dari perumpamaan ini ) (ay.14), ( bandingkan dgn Mat 20:16, orang yg terakhir akan menjadi yg terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yg terakhir; dan Luk 13: 30) karena Yesus sendiri sudah memperingatkan walaupun banyak yang diundang, banyak yang dipanggil, bangsa Yahudi sekalipun, yang adalah bangsa pilihan Allah, bisa ditolak, tidak dipilh, karena respon mereka yang salah terhadap Yesus, Mesias yang mereka nanti-nantikan, begitu juga kita jangan sampai kita menolak untuk datang kepada Yesus, tidak peduli dengan Yesus, berontak kepada Yesus , dan tidak bertanggung jawab sebagai orang Kristen yang sudah menerima anugerah penebusan dosa, akibatnya adalah kita bisa tidak dipilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Lagu/doa: Hati sebagai hamba

Dikotbahkan Minggu tgl 19-9-10 di GBI Maria Goretti Sungailiat Bangka oleh :
Johannes Saragih Sth

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.