TIDAK MALU DENGAN INJIL ( NOT ASHAMED OF THE GOSPEL) Eksposisi Roma 1: 16-17

 

     Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, (For I am not ashamed of the gospel, nkjv) karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata (diwahyukan, revealed) kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” 

Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Roma dalam ayat 16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, (For I am not ashamed of the gospel, nkjv , dalam teks Yunani dan diterjemahkan ke dalam Inggris menjadi For I am not ashamed of the gospel, Artinya “Aku tidak merasa malu dengan Injil” Paulus mungkin mengutip kata-kata Yesus dalam Mar 8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” . Paulus tidak malu terhadap isi dari injil maupun penganiayaan yang diakibatkannya (II Tim 1:12,16,18). Paulus pernah dilempari batu, diludahi,dihina, diusir, dipenjara,bahkan mati karena Injil. Orang Yahudi malu terhadap Injil karena peneguhannya tentang Mesias yang menderita, juga terhadap orang Yunani karena Injil mengajarkan kebangkitan tubuh. 

Kita tahu Paulus adalah dulunya sebelum bertobat adalah penganut agama Yahudi yang fanatic bahkan sudah menjadi ahli agama dari golongan farisi yang yakin dengan hokum Taurat dan adat istiadat Yahudi sebagai jalan keselamatan. Bahkan dulunya Paulus dengan nama Saulus adalah penganiaya orang Kristen. Tentunya perlu suatu kekuatan yang khusus bagi Paulus untuk mengatakan bahwa ia tidak merasa malu dengan Injil dilihat dari latar belakangnya yg dulunya benci akan Injil. 

Sebagai orang Kristen saat ini, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita merasa malu dengan Injil dan akibatnya malu untuk memberitakan injil? Atau kita sudah malu dengan injil, malu dengan Yesus, lebih parah lagi kita malu-maluin Injil dan Tuhan Yesus dengan perbuatan dosa yg kita lakukan di tengah masyarakat. 

Mengapa Paulus tidak merasa malu dengan Injil dan rindu untuk memberitakan Injil ke Roma? Paulus berkata dia tidak merasa malu dengan Injil karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, 

Kata “kekuatan” dari kata yunani DUNAMIS, ing: POWER YANG artinya kuasa SUPRANATURAL UNTUK MELAKUKAN MUJIZAT) . KEKUATAN ALLAH YANG MENYELAMATKAN, MAKNA TEOLOGISNYA: TIDAK SEMATA MUJIZAT FISIK SEPERTI MEMBANGKITKAN ORANG MATI,MENYEMBUKAN ORANG BUTA,KUSTA,LUMPUH,GILA,MENGUBAH 5 POTONG ROTI DAN 2 IKAN DLL, TAPI YANG PALING SUBSTANTIF IALAH MUJIZAT INKARNASI ALLAH MENJADI MANUSIA YESUS KRISTUS UNTUK DATANG KEDUNIA MENEBUS DOSA MANUSIA DAN MUJIZAT INJIL YANG MEMUNGKINKAN KELAHIRAN BARU BAGI MANUSIA BERDOSA YANG PERCAYA AKAN INJIL. 
Seperti ft Yoh 1: 12 : Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Baik orang Yahudi yang adalah umat piulihan Allah yang sudah punya hokum Taurat, maupun orang Yunani, penyembah berhala yang tidak mengenal Taurat sama-sama membutuhkan injil yang menyelamatkan , sama-sama perlu dilahirkan baru menjadi anak Allah dengan menerima Injil, Yesus Kristus percaya kepada-Nya. 

Ada apa dengan Injil ini? Apa bedanya dengan agama Yahudi atau filsafat Yunani? Mengapa Paulus yakin Injil adalah kekuartan Allah bukan yang lain? Paulus menjelaskan bahwa didalam Injil lah nyata kebenaran Allah, kata nyata lebih baik diartikan diwahyukan, revealed dari teks aslinya, artinya kebenaran Allah itu hanya diwahyukan didalam Injil, Injil Yesus Kristus, bukan kitab yang lain, bukan filsafat, bukan adat dan tradisi manusia. Ini adalah keunikan dan finalitas injil. Injil adalah wahyu terakhir dari Allah yang menproklamasikan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia turun kedunia, disalibkan, mati, dan bangkit untuk menebus dosa manusia, untuk membebaskan manusia dari hukuman kekal di neraka, untuk membebaskan manusia dari kuasa dan kutuk dosa dan cengkeraman Iblis, untuk membebaskan manusia dari maut. Seperti pada ayat 17 dikatakan Sebab di dalamnya nyata (diwahyukan, revealed) kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” DIDALAM Injil nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman adalah metodenya Allah dalam menyelamatkan orang berdosa. ( Adam Clark: …Is the righteousness of God is God’s method of saving sinners). 

Jadi injil adalah keuatan Allah yang menyelamatkan, didalamnya kebenaran Allah sudah diwahyukan, kebenaran Allah yang bertitik tolak dari iman, diresponi dengan iman dari setiap orang yang mendengan Injil kabar baik Yesus Kristus. Ditegaskan oleh Paulus dalam Roma 3: 22-24: Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Garis bawahi ayat 22. kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. 

Siapakah setiap orang yang percaya ini? SETIAP ORANG YANG PERCAYA BERARTI SETIAP ORANG YANG MENERIMA PESAN TENTANG YESUS YANG MATI DISALIBKAN DAN BANGKIT UNTUK MENEBUS DOSA MANUSIA ; MENGAKU DENGAN MULUT BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DAN PERCAYA DALAM HATINYA Yesus bangkit dari kubur seperti FT dalam Rom 10: -11 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” 
ITULAH CARA KERJA ALLAH UNTUK MEMBENARKANDAN MENYELAMATKAN ORANG YANG BERDOSA. ITULAH AWAL DARI PERTOBATAN YANG SEJATI. BERIMAN KEPADA YESUS DAN KARYA-NYA. Iman sebagai starting point dan juga goal 

Apakah saudara mengerti esensi atau inti kekristenan yang membedakan dengan kepercayaan lainnya apapun itu? Mari kembali kepada injil yang murni dan asli! Injil yang murni adalah Injil Yesus Kristus yang disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa! Bukan injil kemakmuran, Yesus sebagai juruselamat ekonomi dan keuangan dll. Seperti Apakah iman Kristen yang kita tidak boleh malu itu : yaitu IMAN YANG BERPUSAT PADA YESUS DAN KARYA-NYA, DARI AWAL SAMPAI AKHIR, ITULAH IMAN KRISTEN YANG MENYELAMATKAN.IMAN YANG MENYELAMATKAN ITU DIBUKTIKAN DENGAN BUAH-BUAH KETAATAN dan pertobatan. 

Harapan saya kita semua adalah orang yang benar yang hidup oleh iman. Orang benar akan hidup oleh iman .Dari iman ke iman : iman sebagai starting point, titik awal dan tujuan akhir iman yang bergerak terus menerus, dinamis, iman yang menerima Yesus, terus menerus memeluk Yesus, iman yang hidup bukan iman yang mati. Orang benar yang dibenarkan oleh anugerahTuhan memiliki Yesus dalam hidupnya, dalam jiwanya, dalam hatinya, dan hidup itu adalah hidup yang kekal, hidup kerohanian yang bermutu karena memiliki hubungan yg peribadi dengan Bapa dalam Yesus. 

Penutup: 

Keunikan iman Kristen dibandingkan dengan kepercayaan lain adalah iman Kristen bergantung sepenuhnya kepada karya Yesus yang mengimani firman bahwa Yesus disalibkan,mati,bangkit untuk menbus dosa manusia, yg adalah jalan keselamatan ke surga, bukan beriman kepada kesalehan agamawi pribadi, konsep pahala, konsep menyiksa diri,pantang ini dan itu untuk masuk surge. Dengan keunikan iman Kristen ini ditengah-tengah pluralism agama dan kepercayaan lain yang berbasis kepada kesalehan pibadi janganlah kita merasa malu dan minder dengan Injil. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” (Rom 10: 11) 

Seperti Paulus katakan juga dalam 1 Korintus 19-25 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allahberkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 

Justru itulah kekuatan,keunikan,finalitas dan kejayaan Injil yang berpusat pada karya Yesus sebagai pribadi yang menyelamatkan bukan melakukan aturan dan syarat agama legalistik yang tentunya tidak seorangpun sanggup melakukannya dengan sempurna dan sesuai dengan standar Allah. 

HANYA ANUGERAH, HANYA IMAN, HANYA ALKITAB, HANYA KRISTUS. HANYA INJIL. AMIN. 

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu 21 Oktober 2012 di GBI JL.MARTADINATA SUNGAILIAT BANGKA

KEMERDEKAAN ORANG KRISTEN ADALAH KEMERDEKAAN YANG TERKENDALI GALATIA 5 : 1-15

GALATIA 5 : 1-15  Ayat kunci: ay. 13 ¶  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kubur telah memerdekakan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari perbudakan kutuk dosa. Dosa sebagai tuan tidak memiliki kuasa lagi atas kita manusia yang mewarisi dosa Adam. Kristus dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib telah membersihkan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari penjajahan dosa. Kita tahu “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaaan Allah” dan upah dosa adalah maut. Yesus melalui kebangkitan-Nya setelah mati telah mengalahkan  kuasa maut, dan maut tidak berkuasa lagi bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, kita pasti bangkit , karena Yesus sudah bangkit. Yesus juga telah mengalahkan kuasa Iblis dan kita yang percaya kepada-Nya telah menerima Roh yang lebih besar dari roh dunia ini. Kita juga dibenarkan oleh Yesus Kristus karena anugerah kasih karunia melalui iman bukan karena melakukan hukum Taurat. Orang Kristen adalah orang yang bebas merdeka secara rohani, dalam arti merdeka dari kutuk dosa, dari maut, dari iblis dan dari  melakukan hukum Taurat sebagai syarat keselamatan. Masalahnya kemerdekan rohani yang diberikan Allah kepada  kita yang percaya bisa diselewengkan menjadi kemerdekaan yang tanpa disiplin rohani, kebebasan yang tanpa kebenaran dan keadilan, kemerdekaan rohani yang dilecehkan oleh orang Kristen sendiri.

Bagaimanapun  kemerdekaan orang Kristen itu adalah kemerdekaan yang terkendali bukan kemerdekaan yang semaunya tanpa control disiplin rohani.. Maka Paulus menjelaskan apa yang bukan dimaksud dengan kemerdekaan orang Kristen :

  1. 1.         Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekaan untuk menuruti keinginan daging

Merdeka dalam Kristus bukan berarti bebas merdeka melakukan dosa, Gal 5: 24: Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Gal 5: 13 ¶  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Apa itu keinginan daging? Kata daging dari kata Sarkos: Flesh artinya: human weakness because of the fall of mankind in Genesis 3 (cf. Rom. 6:19; 7:18) Kelemahan manusia karena kejatuhan manusia Adam yg tergoda oleh Iblis di taman Eden ( Kej 3). Keinginan daging yang ada pada manusia yg adalah kelemahan manusiawi jika tidak dikendalikan oleh Roh Kudus, itu akan muncul menjadi perbuatan daging seperti yang Paulus daftarkan dalam Gal 5: 19-21 :                                                                                                                                                 

  Gal 5: 19-21:  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (dosa seksual,pornografi,free sex)

20      penyembahan berhala, sihir, (okkultisme) perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21  kedengkian,(egoisme) kemabukan, pesta pora (hedonisme) dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (diulang) .

 2.  Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekan untuk merugikan sesama

melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. ( Gal 5: 13) . ay. 14-16  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” 15  Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan. Ay.26.    dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.   …janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. ( Fil 1: 12)

3.Kemerdekaan orang Kristen bukanlah kemerdekaan untuk mengabaikan hukum Allah (antinomianisme)

Kalau pada ayat 2- dst Paulus menegur orang Kristen yang mau kembali kepada hukum sunat sebagai syarat keselamatan (legalisme) bukan melalui anugerah dengan iman kepada Kristus maka sebaliknya Paulus pada ayat 13 menegur orang Kristen yang justru ingin bebas dari disiplin rohani, dari menjaga kekudusan dengan pertolongan Roh Kudus dan firman Tuhan. Sehingga kemerdekaan orang Kristen sepertinya bebas semaunya tanpa mentaati hokum moral Allah.   …some people think that being free from the law means that we’re no longer responsible to obey the moral commandments of God.  Ada orang yang berpikir kalau kita bebas dari hukum berarti tidak lagi bertanggung jawab mentaati perintah-perintah moral dari Allah. Kalau begitu apakah arti merdeka dari hukum Taurat? Artinya merdeka atau bebas dari berusaha untuk mendapatkan keselamatan melalui melakukan hukum Taurat. Artinya merdeka dari berusaha  untuk berusaha mempertahankan standar kekudusan Allah tanpa kesanggupan ilahi. ( John Arthur) baca: Gal 5: 55  Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

 

Keimpulan point 1-3 diulang lagi. Semoga kita semua oleh pertolongan Tuhan benar-benar mengalami kemerdekaan rohani yang sejati di dalam Kristus, Percaya kepada Kristus atau mati? Merdeka atau mati?   Merdeka! Tuhan Yesus memberkati

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu 19-8-12 di GBI JL. MARTADINATA SUNGAILIAT BANGKA.

ref: Pastor John Arthur, Bob Utley Commentary, Sabda on line Commentary, dll.

KUALIFIKASI MORAL SEORANG PENYEMBAH Epiphonema/Moralreflection) Kotbah ekspository dari MAZMUR15:1-5

 “KESALEHAN AGAMA (vertical/individual) YANG BENAR MENGHASILKAN KESALEHAN SOSIAL(horizontal/komunal) YANG BENAR”
Dalam Mazmur 15 : 1-15 ini Daud bertanya kepada Tuhan (Yahweh) :TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
Kata tanya siapa? Berarti menunjuk tentang orang,manusia, pribadi,person. Pribadi seperti apa yang boleh “diijinkan” menumpang dalam kemah Tuhan. Kemah Tuhan adalah tabernakel Daud yaitu kemah yang dipasang di gunung ( Sion) sebagai tempat beribadah bagi bangsa Israel. Karena Allah itu kudus maka kemah yang dipercaya Allah hadir adalah kudus juga, begitu juga gunung dimana kemah itu dipasang juga kudus. Dengan hadir-Nya Allah yang kudus di kemah yang jadi kudus, di gunung yang jadi kudus, maka diharapkan orang-orang yang masuk ke kemah Tuhan, yang naik kegunung Tuhan juga harus kudus. Sehingga Daud bertanya kepada Tuhan, TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Jadi tidak sembarang orang bisa menjadi penyembah Tuhan di kemah-Nya yang kudus. Menurut jawaban Tuhan (ay.2-5) sendiri atas pertanyaan Daud itu, seorang penyembah Tuhan harus memiliki kualifikasi moral, integritas, syarat-syarat moral etika baik dihadapan Tuhan yang maha tahu maupun ditengah masyarakatsekitar.                                                                                                                                                               
Apa saja kualifikasi moral bagi seorang penyembah Tuhan yang kudus ?                                                        
*Ay. 2.Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya                                                                                                                                   Berlaku tidak bercela (Tuhan melihat hati) walks  uprightly,walks blamelessly) dari kata  Ibrani KUALIFIKASI%20MORAL%20SEORANG%20PENYEMBAH.yang artinya komplete/perfect/integrity). Komplit, sempurna,tidak ada cacat sedikitpun, integritas penuh . Pada jaman PL, orang Yahudi kalau mau beribadah kepada Tuhan, harus membawa binatang yang tidak ada cacatnya, harus sehat, berkualitas, baru bisa diterima oleh imam. Begitu juga standar Allah bagi seorang penyembah-Nya harus memiliki moral yang sempurna, integritas yang lengkap, sikap hati yang benar dihadapan Tuhan, baru bisa diterima ibadahnya. Jadi ketika orang bisa datang beribadah kepada Tuhan adalah suatu keistimewaan dari Tuhan, Tuhan sebagai “tuan rumah”, Dia yang tahu dan menentukan siapa yang boleh jadi tamunya, siapa yang boleh masuk ke rumah-Nya.

Jadi kita orang Kristen saat ini, jangan “sombong” kalau sudah bisa beribadah ke gereja. Bukan kita yang menjadi tuan rumah di gereja tapi Tuhan Yang Maha Kudus. Bukan pendeta yang jadi tuan rumah tapi Allah yang maha kudus.

 Kita boleh datang menyembah Allah yang maha kudus di gereja adalah semata-mata karena anugerah, kasih karunia, seijin-Nya Allah.

Siapa disini yang sudah sempurna, tidak berdosa sama sekali, tidak ada cacat dalam hidupnya? Memiliki jejak rekam moral yang sempurna? Ada?  Ketahuilah kita semua disini boleh menyembah Tuhan hanya karena kita beriman kepada Anak domba Allah yang telah dikorbankan untuk menebus doa kita. 1 Pet 1: 19 berbunyi Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19  melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.                                                                                                                                                                                     
Kesempurnan  orang Kristen adalah kesempurnaan yang bergantung sepenuhnya kepada kesempurnaan Yesus Kristus, Anak Domba Allah Yang tidak bercacat cela. Ini disebut kesalehan pasif (divine passive). “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. .(Ibr 4: 15- 16)   

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus ,   karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,  dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.   Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni
( Ibrani 10: 19-21).  
[1]( tamam/tamim : Complete. Refers to animals which are without blemish; also translated as such related adjectives as full, whole, upright, perfect. it represents the divine standard for man’s attainment. tamim delimits Israel’s sacrifices, which were to be without blemish, perfect in that respect, so as to be accepted (#Le 22:21-22*) as types of Christ, the spotless Lamb of God (#1Pe 1:19*).

Sebagai orang Kristen yang dibenarkan karena  imannya bersandar kepada kekudusan dan kesempurnaan Yesus Kristus, IMAM BESAR AGUNG, SATU-SATUNYA PERANTARA KITA KEPADA ALLAH, maka kita memiliki tanggung jawab moral etika yang berat di tengah dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini, “semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Rom 3: 23), jadi sepatutnyalah kita yang “katanya” adalah “orang-orang kudus”, “orang-orang benar” menunjukkan gaya hidup sehari-hari yang sesuai dengan sifat dan karakter penebus kita Yesus Kristus, menjadi terang dan garam di ditengah dunia yang standar moralnya semakin rusak dan merosot. Pembenaran Cuma-Cuma oleh Tuhan terhadap kita, orang percaya, juga harus memperhatikan keadilan. Apakah kita sebagai bagian dari masyarakat social sudah adil dan berlaku benar di tengah masyarakat “KESALEHAN AGAMA YANG BENAR MENGHASILKAN KESALEHAN SOSIAL Yang BENAR”                                                                                                                                                                                                    
Apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat? (Ini adalah pengudusan aktif oleh pertolongan Roh Kudus, “kuduslah, kamu bait Roh Kudus”).                                                                                                                           
 Yaitu  : Ay. 3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidah tidak berbuat jahatterhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetanggany                                                                                                                                                                                                   
Yakobus 1: 26 berkata “ Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Orang Kristen yang ibadahnya berkenan kepada Allah, ternyata bukan orang Kristen yang suka nyanyi di gereja, atau suaranya merdu ketika memuji Tuhan di gereja, tapi lidahnya merdu ketika ada di tengah masyarakat, di tengah lingkungannya, diantara teman-temannya, ditengah-tengah tetangganya. Lidah yang merdu di tengah tetangganya artinya, tidak suka memfitnah orang, tidak suka mengosip orang, ngomong dibelakang, menjelek-jelekkan, membunuh karakter orang dengan fitnah dan gossip. Firman Tuhan jelas berkata” Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Berikutnya lagi Apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat?                                                                                                                                                        *AY. 4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;                                                                                                                                                                                                                 Memandang hina orang yang tersingkir ( vile man/ orang sifatnya jahat dimata Tuhan) artinya  orang itu harus memiliki prinsip dalam bergaul, jangan karena seseorang itu kaya walaupun dari hasil korupsi misalnya ikut-ikut minta bagian, jatah. Tetapi mendukung orang-orang yang takut akan Tuhan, orang-orang yang idealis, yang mau hidup saleh walau menderita sekalipun, orang-orang yang rela pikul salib, sangkal diri. Berikutnya “ Dan berpegang pada sumpah, walaupun rugi; artinya jika ya katakan ya jika tidak katakana tidak. Mulutmu harimaumu, Apa yang kita terlanjur katakana kepada orang mungkin janji, mungkin komitmen waktu,uang yang resikonya kita akan mengalami kerugian, tetap pegang janji, tetap pegang perktaan walau rugi. Ingat “nama baik lebih berharga daripada kekayaan emas perak dan permata. Reputasi mu  ditengah masyrakat tergantung dari bukti dari perkataanmu.                                                                                                                                            
Berikutnya  lagi apa saja kualifikasi moral seorang penyembah yang benar di tengah masyrakakat?
Ay. 5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah 
Dalam istilah sehari-hari  saat ini, orang yang meminjamkan uangnya dengan bunga yang lebih tinggi dari bank disebut rentenir, lintah darat. Baru kemarin  ada kejadian di Bogor seorang bapak yang meminjamkan uangnya kepada orang-orang, dibunuh secara sadis oleh orang-orang yang meminjam uang darinya. Salah satu pelaku masih berumur 14 tahun. Orang Kristen yang sejati jangan jadi rentenir, lintah darat, tapi rela membantu orang yang susah, miskin,agar jadi maju karena kasih Yesus Kristus, tanpa pamrih atau motif kepentingan pribadi.
Tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah,                                                                                                                                            
Saat ini perbuatan sogok dan suap sepertinya sudah membudaya dan sepertinya “bisa diterima” demi kepentingan sesaat, menghalalkan segala cara yang penting urusan beres, lancar,untung. Antara yang menerima suap atau sogokan dengan yang member sama-sama saling membutuhkan. Dikalangan profesi pengacara ada sindiran : Maju tak gentar, Membela yang bayar!

 KPK Indonesia tiap hari lembur menangkapi oknum-oknum yang menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dengan menerima suap dan sogokan. Ingat firman Tuhan berkata tentang larangan untuk suap:

Ul. 16:19

Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar

Kel. 23:8

Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.

1Sa. 8:3

Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.

2Taw. 19:7

Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita.”

             
    “ AKAR SEGALA KEJAHATAN ADALAH CINTA AKAN UANG”

Penutup:                                                                                                                                                                            Pada ayat 5 b pemazmur  menyimpulkan Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.Ini adalah janji Tuhan bagi yang melakukan kesalehan tadi tidak akan goyah selama-lamanya, artinya diterima Tuhan di bumi dan di sorga.                                                                                                                                                                                                  
Pertanyaannya bagi kita saat ini siapa yang sudah sempurna secara moral etika seperti yang disyaratkan pada ay. 2-5 tadi? Ada yang sudah sempurna secara moral disini? Tak bercacat cela? Suci seutuhnya dengan kekuatan sendirI? Seperti doa seorang pemungut cukai di bait Allah dalam perumpamaan Yesus, begitulah seharusnya sikap hati kita ketika beribadah di rumah Tuhan:

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18: 9-14).

 Firman Tuhan berjanji : Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10  Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. ( 1 Yoh 1: 9-10).

Kita tidak sempurna secara moral dan etika , kita berdosa kepada Tuhan Allah , kita harus bertobat, dan terus bertobat setiap hari agar kita layak masuk ke kemah-Nya Tuhan, layak naik ke gunung Tuhan yang kudus                                                                                                                                                                                        Mari mohon ampun atas segala dosa dan kelalaian kita kepada Tuhan Allah yang maha kudus dan sempurna, datang kepada Yesus Kristus Satu-satunya Pribadi yang sempurna, dan tak bercacat cel,a percayalah kepada-Nya dan bertobatlah, darah-Nya yang suci dan mulia bersihkan dari segala cela dan dosa. Mohon kekuataan dan anugerah-Nya oleh Roh Kudus  agar kita bisa memiliki gaya hidup seorang penyembah Allah yang kudus, bermoral, dan berkenan kepada-Nya ditengah-tengah di dunia yang gelap ini. Janji Tuhan “Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya”.Kemuliaan bagi Tuhan saja. Amin

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth di GBI MARTADINATA Sungailiat Bangka Minggu 22-7-2012″

PERGUMULAN SEORANG “FULL TIMER MUSIK” : “DARI DEPRESI MENJADI SAKSI” (EKSPOSISI MAZMUR 73: 1-28)

I. PENDAHULUAN

Mazmur 73 : 1-28 ini ditulis oleh Asaf, seorang pemimpin music imam Lewi di Bait Allah. Asaf sebagai seorang imam Lewi yang bertugas mengatur dan memainkan music dan pujian di bait Allah dibawah Daud mencurahkan isi hatinya dengan jujur dan apa adanya betapa dia cemburu kepada kemakmuran orang-orang fasik, orang-orang jahat, orang-orang yang tidak mengenal Allah, tidak berbakti kepada Allah, tidak takut akan Allah. Tepat sekali  mazmur  Asaf ini diberi judul Pergumulan dan Pengharapan. Asaf sebagai seorang pemimpin rohani ternyata bergumul dengan  sebuah pertanyaan mengapa orang fasik makmur dan semakin kaya sementara orang saleh menderita dan miskin. Mengapa hidup ini sepertinya tidak adil? Yang jahat malah diberkati secara materi, sehat-sehat, tidak mengalami kesusahan dan derita sementara orang yang saleh dan takut akan Tuhan malah menderita dan susah. Sepertinya Asaf meragukan kedaulatan dan keadilan Allah. Memang kadang dalam penderitaan orang percaya bisa tergoda untuk meragukan pemeliharaan  dan kebaikan Allah. Asaf mengalami depresi rohani yang membuatnya jadi tawar hati dan cemburu kepada orang-orang fasik yang makmur kaya, gemuk dan sehat-sehat padahal mereka menghujat Allah sedangkan dia yang menjaga hidupnya dalam kekudusan dan takut akan Allah malah menderita dan sengsara. Tepatlah seorang penafsir menjuluki mazmur ini Mazmur Pengakuan, pengakuan yang jujur dari seorang pemimpin music dari imam Lewi yang cemburu kepada kemakmuran orang fasik dan tawar hati bahkan hampir murtad  kepada Allah dan  hampir mundur dari pelayanan sebagai imam music di bait Allah (ay.2,15). Tentunya kita sebagai umat Allah yang telah ditebus oleh darah Yesus tidak boleh cemburu dan iri dengan kemakmuran orang jahat tapi mengasihi dan berdoa untuk mereka agar bisa diselamatkan dengan memberitakan Injil keselematan kepada mereka. Pergumulan rohani yang berat dari Asaf tidaklah berakhir fatal namun akhirnya Asaf mengalami kemenangan dan pengharapan yang semakin teguh kepada Allah dengan berkata” Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batu dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (ay.26). Asaf mengalami perubahan dari cara berpikir yang “duniawi’, “sementara” menjadi cara berpikir yang “surgawi”, “kekekalan”. Semoga kita semua juga memiliki perspektif kekekalan ditengah penderitaan di dunia yang sementara ini.  Ikut Yesus berjalan dengan iman bukan dengan yang kelihatan.  ALL GLITTERS IS NOT GOLD! Fokus kepada yang tidak kelihatan bukan kepada yang kelihatan. Itulah kunci kemenangan iman orang Kristen yang sejati.

II. Mengapa Asaf cemburu ?

 Mari kita melihat mengapa Asaf cemburu kepada orang-orang fasik ( fasik: wicked,foolish,guilty people, orang-orang yang tidak mengenal Allah dan percaya kepada Allah, pada jaman Asaf kemungkinan bangsa penyembah berhala, ex : Babel dll.)

Pada ayat 1  Asaf menyimpulkan bahwa  “Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka (Israel) yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.  Asaf menyadari karakter Allah yang baik khususnya kepada yang tulus hati dan bersih hatinya. Namun karena melihat kenyataan kemakmuran dari orang-orang jahat Asaf tergoda untuk meragukan karakter Allah yang baik dan adil, sehingga dia berkata pada ayat 2  “Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir”. Asaf hampir murtad dan kehilngan iman karena ia cemburu kepada kepada pembual-pembual, kalau ia melihat kemujuran orang-orang fasik “3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.”  Padahal dalam Amsal 23: 17 dikatakan : Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.18  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Asaf terjebak dengan lebih memperhatikan apa yang kelihatan, apa yang sementara dengan mata jasmaninya. Kondisi hatinya tertekan berat sehingga timbul ragu, iri dan cemburu.                                                                                                                                                             

Apa saja yang Asaf lihat dengan mata jasmaninya dari orang-orang fasik?

1.Ay.3 Asaf melihat orang-orang fasik mengalami kemujuran (shalom, prosperity). Kata kemujuran dalam teks Ibrani dari kata shalom yang berarti sehat,lengkap,penuh,kaya, makmur,bahagia, damai. Asaf tidak mengerti dan cemburu mengapa pembual-pembual mengalami ”shalom” bukannya umat Israel, umat pilihan Allah?                                                                                                                 2.Ay. 4-5 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; 5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.  Asaf cemburu mengapa orang  jahat yang tidak pernah berdoa minta sehat,minta tidak sakit, minta gemuk kepada Allah, malah tidak mengalami sakit, sehat-sehat  dan gemuk-gemuk.                                                                                                                              
  3.Ay.6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. Mereka sombong dan tidak membutuhkan Allah dan sukakekerasan.                                                                                                                                                                                                      
  4.Ay.
7-8  Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.8  Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati. Mereka bangga berbuat dosa dan tinggi hati.                                                                                                                                                               
 5.Ay.9-12 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi. Mereka menghujat Allah di surga  dan berdusta kepada orang-orang di bumi. Ay.10  Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah. Orang-orang fasik yang kaya itu mereka  mendapatkan popularitas dan diikuti banyak orang karena banyak uangnya.  11 Dan mereka berkata: “Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?”  
Orang fasik meremehkan kekuasaan Allah di bumi, mereka tidak takut akan hukuman Allah.  12  Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang
selamanya!  Tujuan hidup orang-orang fasik adalah materialisme yaitu menambah harta benda sebanyak-banyaknya dan hedonisme yaitu hidup bersenang-senang dan hanya mencari kenikmatan sementara. Sementara itu Asaf yang memiliki gaya hidup yang saleh dan religious sebagai seorang pemimpin music pujian di bait Allah dengan melihat kemakmuran orang fasik yang memiliki gaya hidup yang duniawi menjadi tawar hati dan mengasihani diri sendiri dengan berkata pada ayat 13-14: Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.14  Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. Kalau orang fasik dengan hidup tidak bermoral namun diberkati secara jasmani mengapa aku harus hidup saleh dan menjadi orang percaya malah hidupku menderita? Asaf tawar hati dan mengasihani diri sendiri.

III. Bagaimana Asaf sadar dari kekeliruan cara pandangnya yang duniawi itu dengan berubah dengan memiliki cara pandang kekekalan (baca ay.15-20)

Asaf menolak untuk murtad dengan mengikuti gaya hidup orang fasik karena dia sadar sebagai pemimpin rohani, figur imam Lewi yang saleh dan teladan umat Allah kalau dia ikut-ikutan hidup seperti orang-orang fasik maka akan banyak umat Allah yang tersandung imannya. Baca ay.15. Memang Asaf belum dapat jawaban secara akal manusia mengapa orang-orang fasik mengalami kemakmuran jasmani dan orang-orang saleh menderita (ay.16) sampai dia masuk ke dalam tempat kudus Allah (ay.17). Baca Ay.17-20, ayat kunci ay. 17) Setelah Asaf masuk dalam tempat kudus Allah Asaf baru menyadari bahwa kemakmuran orang fasik itu hanya sementara, semu dan seperti mimpi saja dan mereka akan mendapat hukuman kekal pada akhirnya di neraka (ay.18-19). Perubahan pandangan ini karena Asaf mengalami penyataan dari Allah di tempat kudus waktu ibadah di bait Allah. Pentingnya ibadah di gereja dengan mendengarkan firman Tuhan agar iman kita dikuatkan tetap memiliki pengharapan.                                                                
               
IV. Asaf dipulihkan setelah depresi rohani dan komitmen untuk tetap dekat kepada Allah dan menjadi saksi. Ay. 21-28

1.Asaf sadar dia terbatas dalam memahami kedaulatan Allah tapi dia tetap taat beribadah kepada Allah ay. 21-24                                                                                                                                                                                    
   2.Asaf sadar tujuan hidupnya adalah merindukan Allah baik di bumi dan di surga bukan materialisme atau hedonisme  ay.25.                                                                                                                                                            
    3. Asaf sadar kesakitan dan kematian tidak bisa memisahkan diri-Nya dengan Allah selama dia tetap setia dan taat ay.26                         
  Paulus : Bagiku  Hidup adalah Kristus mati adalah keuntungan (Fil 1:21).                                             
                                                                                                                                   
   4. Asaf sadar dekat kepada Allah adalah kesukaannya dan perlindungannya adalah Allah supaya dia  dapat menjadi saksi Allah. Ay.28.

Penutup:

Mari umat Tuhan yang terkasih, sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh darah Yesus, apakah kita sudah merasa bangga dengan memiliki Yesus? Apakah kita sudah merasa cukup dengan Yesus? Apakah kita sudah merasa puas dengan anugerah keselamatan dari Allah melalui Yesus? Jangan kita merasa cemburu dan iri dengan kemakmuran orang-orang fasik dan ingin seperti mereka,  “menambah harta benda dan senang selamanya” padahal kita sudah memiliki keselamatan kekal yang lebih berharga dari emas, perak dan permata. Mari bangun hubungan yang lebih dekat lagi dengan Allah dalam Yesus Kristus baik secara pribadi  dalam doa dan saat teduh maupun secara bersama dalam ibadah-ibadah raya agar mata rohani kita semakin terbuka melihat indahnya kekekalan surgawi dan mata jasmani kita semakin tertutup melihat fananya kemuliaan dunia ini . Amin.                                

 

 Lagu : Hanya dekat Allahku

Dikotbahkan by Pdp. Johannes Saragih Sth, Minggu pagi, 17-Juni-2012 di GBI Martadinata Sungailiat

facebook/johannessaragih@yahoo.com

UJIAN-UJIAN IMAN ( YAKOBUS 1: 1-8 )

                                                                                                                                                                  Tidak ada satu  orangpun yang Allah tidak uji. Baik pendeta maupun jemaat. Baik yang cantik maupun yang jelek. Baik yang baru jadi orang Kristen maupun yang sudah lama.Baik orang kaya maupun miskin.  Bagi yang kaya diuji apakah dia mau membuka tangannya untuk yang miskin. Bagi yang miskin diuji apakah dia mau menerima kesusahan dan tidak bersungut-sungut dan men curi. Jika orang kaya suka beramal untuk orang miskin dia lulus ujian dan akan menikmati kekayaannya dengan tenang dan mendapat penghargaan dalam kekekalan, jika dia yang miskin tidak berontak dan bersungut-sungut dia akan mendapat upah yang besar di surga. Setiap orang di dunia ini ada dalam keadaan ujian, kalau menang mendapat mahkota  di surga.kalau kalah mendapat hukuman di neraka. Jadi ketahuilah bahwa Allah membentuk iman kita menjadi dewasa dan matang melalui ujian-ujian iman seperti dalam ayat 3, Sebab kamu tahu ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Kata ujian pada ayat 3 ini  dari kata dokimos istilah dari metalurgi untuk menguji besi logam dengan api untuk menguji keasliannya.

Iman disini dalam arti kepercayaan pribadi kepada Allah dalam Kristus Yesus. Iman bisa juga diibaratkan seperti otot, kalau otot itu dirantangkan dan ditarik otot itu akan mengembang dan mengencang. Kalau otot itu diuji dengan mengangkat dengan beban yang berat maka otot itu akan mengembang. Begitu juga iman percaya kepada Allah akan mengembang kalau diuji. Duduk-duduk saja di gereja tidaklah mengembangkan otot iman kita. Jadi Allah mendewasakan iman kita melalui ujian-ujian iman, seperti dalam Ayub 7: 17-18: Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?

Allah menguji manusia setiap saat bukan ikut 2-3 hari seminar langsung dewasa imannya, atau apakah orang yang baru dibaptis langsung dewasa imanna? Tentu tidak. Tidak ada jalan pintas dan instant un tuk memiliki iman yang matang dan dewasa.

Saudara-saudara, sadarkah Anda bahwa Allah sedang menguji iman mu setiap hari dalam hidupmu? Bagi pedagang dan pengusaha Allah menguji apakah saudara jujur dan mengandalkan Tuhan bukan uang dan tetap ingat untuk beribadah di hari ibadah sekalipun kurang penghasilanya? Bagi yang berpacaran Allah menguji apakah saudara tetap menjaga kekudusan dan komitmen tidak melakukan seks bebas? Bagi yang masih sekolah Allah menguji apakah saudara rajin belajar dan tidak menyontek waktu ujian?dsb. Rick Warren : Hidup adalah ujian dan tugas sementara dan adalah kepecayaan dari Tuhan. Yang pasti setiap hari iman mu sedang diuji. Mari jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengembangkan iman kita. Sadarilah setiap hari kita sedang diuji oleh Allah. Kebanyakan kita gagal dalam ujian iman karena kita tidak menyadari apa yang sedang kita alami adalah sebua ujian dari Allah dan Allah sebenarnya sedangmenolong kita untuk bertumbuh dewasa.

Apa saja ujian-ujian iman dari Allah bagi kita agar kita bertumbuh dewasa?

  1. 1.  IMAN DIUJI MELALUI MASALAH, kesulitan,stress atau tekanan, pencobaan-pencobaan dan situasi-situasi yang sulit.

Ay.2-3. 2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

 

Jatuh ke dalam pencobaan-pencobaan pada ayat 2 artinya terperosok kedalam situasi yang terpuruk, jatuh tanpa bisa dihindari, tertimpa bencana atau petaka yang yang tidak bisa dihindari, bukan masalah yang dicari-cari sendiri. Seperti doa dalam Mazmur 116:3  “ Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesesakan dan kedukaan”

 Jatuh kedalam masalah dan situasi yang sulit apa itu sakit penyakit, perceraian dalam rumahtangga, ekonomi,pekerjaan, asmara, putus cinta dll. bisa mengakibatkan stress yang berat yang berujung dengan tindakan bunuh diri. Menurut catatan statistic setiap tahun diseluruh dunia ini ada sekitar 1 juta orang tewas karena bunuh diri. Bahkan setiap 40 detik ada 1  orang tewas karena bunuh diri. Ada seorang ibu rumah tangga dengan 4anak membunuh 4 anaknya dan dirinya sendiri dengan pistol, ada suami istri dengan 3 orang anak minum racun sampai mati, ada remaja gantung diri karena putus cinta  dll. Faktor utama mereka bunuh diri menurut seorang ahli bukanlah situasi atau masalah itu sendiri tetapi penyebab utamanya adalah kurang matangnya emosi atau kurang dewasanya emosi dalam menghadapi tekanan hidup. Emosi yang matang dan dewasa bisa dihasilkan dengan memilki iman yang dewasa atau kepercayaan yang kuat kepada Allah Yang Maha Kuasa dalam Yesus Kristus. Satu keyakinan yang kokoh bahwa Allah punya rencana yang baik dalam hidup kita, Allah berdaulat di bumi dan disurga bagaimanapun sulitnya kedaan kita. Ingat setiap masalah kesulitan yang kita alami memilki tujuan mulia yaitu untuk membuktikan kemurnian iman kita , Yes 48: 10 Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. 1 Pet 1: 6-7 : Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.7  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Saat ini apakah saudara sedang “kepanasan” dengan masalahmu? Kalau Tuhan suruh bertobat, bertobatlah,minta ampun dosa dan mohon anugera-Nya dan belas kasihan-Nya, Ingat seberat apapun masalahmu tidaklah penting, yang penting adalah hasil dari ujian dari masalahmu kalau engkau tetap setia ,tenang dan tetap bersyukur kepada Tuhan maka engkau akan memperoleh  buah yang matang, dewasa dan memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

  1. 2.  IMAN DIUJI MELALUI PERINTAH-PERINTAH TUHAN

Allah biasanya meminta kita untuk melakukan hal-hal yang sulit yang spertinya tidak mungkin. Ada sekitar 1050 perintah Tuhan yang harus ditaa oleh orang-orang percaya.. Ada beberapa perintah yangsepertinya tidak nyaman. Ada yang tidak masuk akal. Bahkan ada beberapa perintah Allah yang tidak mungkin. Perintah-perintah Ttuhan itu ada untuk menguji iman kita. Semakin kita taat melakukan perintah-perintah Tuhan maka semakin iman kita bertumbuh dewasa. Semakin kita menunda-nunda atau menolak makin semakin iman kita melorot, tidak bertambah dewasa. Beberapa perintah Tuhan sepertinya sederhana, tapi tetap harus dilakukan misalnya: Kasihilah musuhmu, Hendaklah kamu saling mengaku dosamu,Tetaplah berdoa, kuduskanlah Hari Sabat dll. Jika kita hidup oleh iman pasti kita dengan segera mentaati perintah Tuhan, sekalipun iman itu memang memiliki resiko, misalnya iman nabi Nuh yang taat : Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.( Ibr 11: 7). Dan iman Abraham: Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.( Ibr 11: 8) Kedua nabi ini taat segera tidak menunda-nunda apapun yang Tuhan perintahkan. Mengapa mereka segera melakukan perintah Tuhan? Karena mereka percaya kepada Tuhan total, tidak setengah-setengah. Kalau Tuhan yang suruh lakukan saja! Just Do it! Itulah iman. Itulah ujian iman. Mentaati perintah Tuhan.

 

  1. 3.  IMAN  DIUJI MELALUI UANG (RUPIAH) Tahukah saudara uang adalah satu dari ujian-ujian iman yang terbesar dalam hidup ini? Sebenarnya Allah menggunakan harta atau uang sebagai sebuah ujian karakter dan sebagai ujian bagi iman.                                                                                                                                                                                         Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? (Luk 16: 11) Maksud Tuhan Yesus adalah ada hubungan yang langsung dari bagaimana saya mengurus uang dengan kedewasaan rohani. Artinya jika aku tidak setia dalam mengurus kekayaan materi, maka Yesus tidak akan mempercayakanku kekayaan rohani. Uang adalah ujian. Jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul memberikan teladan apa itu memberi dengan iman  dikatakan “selalu ada dari mereka yang menjual harta milikinya, lalu membagi-bagikan kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kis2: 45), dan “tidak ada seorangpun yang berkekurangan diantara mereka;karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu,  dan hasil penjualan itu mereka bawa, dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiaap orang sesuai dengan keperluannya. Dan ingat janda miskin yang memberikan seluruh uangnya ke kotak persembahan di bait Allah?

Pertanyaannya bukanlah berapa banyak uang kita yang harus kita berikan kepada Tuhan tetapi berapa banyak uang Tuhan yang harus kita simpan untuk diri sendiri.

Pikirkanlah orang-orang yang kurang beruntung dalam hidupnya yang bisa kita bantu dengan bantuan uang, seperti anak-anak yatim yang perlu biaya sekolah, orang-orang sakit yang kekurangan biaya, dan pekerjaan Tuhan seperti misi-misi penginjilan di pelosok-pelosok, dll.

 

Penutup:                                                                                                                                                                                Saudara-saudaraku yang terkasih, ingatlah tidak ada jalan pintas untuk memiliki iman yang dewasa dan matang, sarana untuk mendewasakan iman kita adalah melalui ujian-ujian iman, seperti 1. Ujian masalah-masalah dalam hidup, penderitaan, sakit penyakit, stress pekerjaan, stress ekonomi dll, 2. Ujian perintah-perintah Tuhan, apakah saudara taat dengan segera? Bertobat segera? Tidakmenunda-nunda? Tidak tunggu sakit, tidak tunggu tua?, 3. Ujian uang atau harta, apakah saudara rela dan mermurah hati dalam hal keuangan? Siapakah yang empunya uang atau harta yang ada pada saudara? Milik Tuhan atau milik saudara?

Doa: Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami, tumbuhkanlah iman kami, sadarkanlah kami  bahwa Engkau membuat iman kami menjadi semakin dewasa hari demi hari melalui ujian-ujian iman yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kami untuk kebaikan kami , Tolonglah kami Tuhan Yesus, Amin.

Lagu: Tuhan pasti sanggup                                                                                            

Kotbah di gbi martadinata by  Pdp.Johannes Saragih Sth / Minggu, 20-5-12

TIGA GODAAN OLEH IBLIS TERHADAP YESUS DI PADANG GURUN SEBAGAI POLA GODAAN IBLIS DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Matius 4: 1-11

                                                                                                                                                                  Sebelum Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk digoda oleh Iblis,Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Pada waktu itulah Roh Kudus turun seperti burung merpati turun keatas Yesus dan Bapa dari surga berkata : Inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan. Setelah peristiwa baptisan itu Yesus dikatakan penuh dengan Roh Kudus (Luk 4: 1) dan segera dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun (Mark 1: 12) untuk diuji karakter-Nya sebagai Mesias, JURU SELAMAT YANG DIURAPI UNTUK MENEBUS DOSA MANUSIA YANG TELAH DINUBUATKAN OLEH NABI-NABI DI PERJANJIAN LAMA.  Yesus memulai pelayanan-Nya dengan diuji terlebih dahulu, karena sebagai wakil manusia yang baru, pengganti Adam yang gagal di Taman Eden, Yesus Kristus harus diuji dan dicobai.

Kata pencobaan dalam ay. 1, 3,7, dari kata Yunani peirazo. Peirazo bisa diartikan pencobaan atau juga ujian untuk membuktikan. Peirazo dari sudut pandang Allah adalah ujian untuk melatih iman, menguatkan iman dengan maksud baik. Peirazo dari sudut pandang Iblis adalah mencobai atau menggodai dengan maksud mencari kesalahan, dengan tujuan menghancurkan. Pencobaan yang dialami oleh Yesus adalah pencobaan yang sungguh-sungguh bukan pura-pura, karena yang dicobai iblis adalah kemanusiaannya Yesus, yang bisa lapar, haus, letih dan lelah  sama seperti manusia  umumnya hanya Yesus tidak berbuat dosa sedikitipun.

Seperti yang dirangkumkan dalam Ibrani 4: 15 tentang pencobaan dan godaan, atau ujian yang dialami Yesus sebagai manusia sejati  yaitu: Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (diulang)..

Di padang gurun Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, seperti nabi Musa dan Elia, dan ketika Yesus lapar pada hari ke-40 datanglah Iblis dengan maksud menggoda Tuhan Yesus.                                                                                                                                                  
Kita bisa melihat pola Iblis dalam menggoda Yesus, yaitu :
1.Dimulai dari keadaan tubuh yang lemah, tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut selama 40 hari 40 malam(Baca ay. 2-4) .                     Kondisi tubuh yang lemah, perut yang kosong merupakan situasi yang sangat tepat untuk digodai, dicobai oleh Iblis agar seseorang jatuh dalam dosa. Ditambah lagi suasana padang gurun yang panas kalau siang, dingin kalau malam, dikelilingi binatang-binatang liar.Dalam keadaan susah seperti ini godaan Iblis sepertinya masuk akal. Bandingkan dengan Adam dan Hawa di Taman Eden yang sempurna, semuanya tersedia, namun Adam gagal mentaati Allah malah tergoda oleh Iblis, jatuh dalam dosa, gagal dalam ujian, kalah dalam pencobaan, padahal tinggal di tempat yang nyaman dan sempurna. Jadi bukan soal lingkungan orang itu bisa jatuh dalam dosa tapi soal karakternya, soal imannya. Sementara itu bagi Yesus,begitu banyak alasan bagi Yesus untuk mengikuti perintah Iblis, agar mengubah batu menjadi roti ,”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti “Iblis tidak berkata karena engkau lapar”, tapi “Jika Engkau Anak Allah” maksudnya adalah Iblis tidak meragukan bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah tapi Iblis menggoda Yesus untuk menyalahgunakan kuasa dan wewenangnya sebagai ANAK ALLAH, MESIAS YANG ALLAH BERKENAN.
Tapi apa jawab Yesus? Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (ay.4)(Ul 8: 3) Yesus sengaja mengutip firman dari Ulangan 8: 3 ketika umat Israel diajar untuk bergantung kepada Allah di padang gurun untuk mendapatkan roti manna yang turun langsung dari langit. Maksud Yesus adalah “ Allah sanggup bahkan dengan satu firman sekalipun untuk mengenyangkan manusia yang lapar” (John Chrysostom).                                                          
Sekalipun anda lapar, sekalipun anda menderita secara fisik, jangan pernah murtad dari Allah.                                                    Berapa banyak orang mundur menjadi pengikut Yesus hanya karena masalah ekonomi, masalah perut, masalah makan. Orang bisa mencaci maki dan mengeluh ketika perutnya lapar. Ingatlah,  Penderitaan bukanlah alas an bagi kita untuk berbuat dosa. Jangan pernah menggadaikan iman mu demi sepotong roti. Iblis memiliki pola menggoda manusia dalam hal kebutuhan perut, kebutuhan dasar, makan dan minum, pakaian dll, agar manusia meragukan pemeliharaan Allah, dan lebih percaya kepada bisikan Iblis dan kekuatan sendiri. Yesus berkata mengenai kebtuhan dasar manusia “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6: 33).
Cari Tuhan yang utama, Cintai Tuhan nomor satu! Lebih dari roti, sekalipun roti hasil mujizat. Cintai Tuhan nomor satu, bukan roti, bukan uang,mammon.Cintai firman Tuhan, roti hidup yang kekal daripada roti mati yang sementara.  Hanya dengan memiliki karakter taat seperti inilah Yesus bisa mengalahkan godaan Iblis dalam soal kebutuhan perut. Tuhan atau roti, pilih salah satu,Tuhan atau mammon, pilih salah satu, Tuhan atau Iblis, pilih salah satu.

2.Selanjutnya Iblis menggoda Yesus untuk mencelakakan jiwa-Nya atau nyawa-Nya dengan cara menjatuhkan tubuh-Nya ke bawah dari bubungan Bait Allah dengan mengutip firman Tuhan yang disalahgunakan (Maz 91:11-12) (Baca ay.5-7).   Sekali lagi Iblis mengatakan ungkapan “’Jika engkau Anak Allah”, dengan maksud tersembunyi agar Yesus menyalahgunakan wewenang-Nya sebagai Mesias, meragukan Allah yang telah berkenan kepada-Nya.  Sebagai Anak Allah, Mesias yang menebus dosa manusia cara yang ditetapkan Allah bagi Yesus adalah dengan mati disiksa di kayu salib, bukan dengan menunjukkan aksi spektakuler seperti sirkus acrobat yang mencengangkan “ tentunya banyak orang akan bertepuk tangan melihat Yesus meloncat dari atas Bait Allah”. Tidak. Jalan Yesus bukan jalan pintas untuk mencari popularitas,semua mujizat yang Yesus lakukan bukanlah untuk mencari popularitas, untuk menjadi Mesias yang duniawi, tapi jalan Salib, menjadi Mesias yang rohani, yang mati disalibkan untuk menebus dosa manusia. Yesus melawan iblis dengan sekali lagi  mengatakan “Ada pula tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu”( UL 6: 16) Disini kita bisa belajar bahwa manusia secara kejiwaan itu ingin merasa hebat, merasa jagoaan, merasa paling bisa, menganggap dirinya paling pintar, lebih pintar dari Allah sehingga mencobai Tuhan, dengan menganggap Tuhan tidak ada, Tuhan tidak peduli, Tuhan tidak bisa tolong masalah saya dan berkata seperti orang Israel yang mengeluh di padang gurun kepada Allah karena tidak ada air untuk diminum; “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak” ( Kel 17: 7). Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu” , Jangan menuntut mujizat kepada Tuhan dengan mengabaikan ketaatan, dengan tujuan sensasional, dengan mengutip ayat yang disalahtafsirkan seperti Iblis yang mengutip ayat Maz 91: 11-12  untuk mencobai Tuhan.                                         Komentar Adam Clarke :”membuka diri sendiri kepada bahaya alami yang merusak, dengan  anggapan yang kosong bahwa Allah akan melindungi dan membela ku dari konsekuensi  yang merusak dari tindakan yang tidak bertanggung jawab adalah mencobai Allah (To expose myself to any danger naturally destructive, with the vain presumption that God will protect and defend me from the ruinous consequences of my imprudent conduct, is to tempt God).                 

3.Setelah Iblis gagal menggodai Yesus pada pencobaan tingkat perut dan jiwa, Iblis menyerang langsung kepada tingkat roh, agar Yesus menyembah Iblis dengan iming-iming kerajaan dunia dan kemegahannya ( baca ay.8-10).                                                                                                    
Kalau tujuan hidup Yesus adalah menjadi penguasa kerajaan dunia,menjadi jaya dan kaya raya kemungkinan akan menerima tawaran Iblis untuk sujud menyembahnya. Tapi ambisi Yesus adalah ambisi yang suci yaitu menyembah Allah dan melayani-Nya,memuliakan Allah Bapa di surga dalam pelayanan sebagai Mesias rohani penebus dosa, bukan mesias politik duniawi, mesias ekonomi kekayaan. Kerajaan Yesus adalah kerajaan rohani hidup yang kekal sampai selama-lamanya, kerajaan dunia oleh ibis adalah kerajaan kegelapan yang sementara, pasti binasa, seperti uap yang cepat berlalu, seperti rumput yang hari ini tumbuh besok layu. Apa yang ditawarkan dunia ini  sampai saat ini yaitu keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup ( 1 Yoh 2:16) telah ditawarkan oleh Iblis kepada Yesus kurang lebih 2000 tahun yang lalu, dan dengan tegas Yesus menolak : “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”                         Menyembah  selain Allah yang menciptakan langit dan bumi yang dinyatakan dalam Yesus Kritsus adalah penyembahan berhala. Iblis punya pola agar manusia tidak menyembah Allah yang benar  tapi menyembahnya yaitu dengan iming-iming kekayaan, kejayaan, kemakmuran social, ekonomi dan materi. Sebagai orang Kristen yang cinta Tuhan sungguh-sungguh,ukurannya adalah bukan apakah saudara kaya atau miskin, pertanyaan yang penting adalah siapakah yang saudara sembah dan layani saat ini? Tuhan atau mammon? Masihkah saudara silau dengan gemerlapnya dunia ini dengan segala kemewaahn dan kejayaannya?  Hati-hati, Iblis akan menggoda anda untuk ingin mendapatkannya dengan syarat menjadi penyembah Iblis,bisa saja tanpa anda sadari, dan neraka menjadi tempat anda nanti.
Penutup:
Pencobaan yang Yesus alami di padang gurun adalah sebuah pola atau paradigma iblis untuk pencobaan-pencobaan yang kemungkinan besar kita akan alami dalam hidup kita, sekalipun sebagai anak-anak Allah yang dipelihara-Nya.                                                                   Iblis menyerang 3 unsur manusia yaitu tubuh, jiwa, roh dengan tujuan tersembunyi agar kita tidak menyembah Allah tapi menyembah iblis. Mengalami pencobaan bukanlah dosa tapi jatuh dalam pencobaan barulah dosa.  Kalau Yesus  sebagi manusia sejati bisa mengalahkan Iblis dengan pola godaannya yang terus menerus bertingkat, begitu juga kita, murid-murid-Nya pasti bisa mengalahkan godaan iblis.                                                                                                                    
Apa kunci kemenangan Yesus melawan godaan iblis di padang gurun?                                           

 1.Yaitu setiap kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus ( Luk 4: 1), menerima Roh Kudus yang memberi kekuatan untuk hidup kudus,                                                                                                                    
2. Mencintai firman Tuhan, FIRMAN TUHAN ADALAH Pedang Roh yang ditakuti iblis, merenungkan firman siang dan malam, menghafalkan dalam hati dan melakukannya setiap hari, seperti Yesus yang tiga kali mengutip firman Tuhan, “sebab ada tertulis” sebagai senjata terhadap serangan ibLis, begitu juga kita, selalu siap mengatakan “sebab ada tertulis dalam firman Tuhan” ketika mengalami pencobaan, atau godaan dari Iblis ketika ada dalam masalah atau kesulitan hidup di dunia ini. Amin. ( Lagu: Aku mengasihi engkau Yesus)

Dikotbahkan oleh Pdp. Johannes Saragih Sth di GBI Jl. Martadinata sungailiat Bangka
Minggu, 15-4-12

Siapa itu hyper-Calvinist?

Ternyata orang-orang Kristen Calvinist sendiri tidak seragam dalam memahami TUlIP. Ada beberapa variasi dan penekanan yg berbeda,bahkan kadang tidak konsisten antara lima point TULIP dengan kotbah-kotbahnya. Misalnya soal predestinasi,pemilihan Allah sebelum dunia ada kepada ‘the elect’. Ada yg menganut double predestinasi: Allah memilih orang-orang yg masuk surga dan orang-orang yg masuk neraka . Ada single predestinasi:Allah hanya menetapkan siapa yg masuk surga,tidak menetapkan orang ke neraka. Ada Calvinist yg menganut unlimited atonement,baik tersirat maupun tersurat. Belum lagi aplikasi dari anugerah yg tidak bisa ditolak menjadi anugerah yg bisa ditolak. Dalam mengaplikasikan TULIP seorang Calvinist bisa menjadi ekcessive, melebihi doktrin yg dianutnya,atau Alkitab itu sendiri.

Tim Challies seorang pastor Calvinist menuliskan dalam blognya definisi dari hyper calvinist yaitu:

Berlebihan menekankan satu dari karakter Allah dgn meniadakan karakter yg lain.

Menekankan kedaulatan Allah tetapi mengabaikan kasih Allah.

Cenderung menempatkan kedaulatan Allah pada hal-hal yg jelas-jelas secara alkitabiah adalah tanggung jawab manusia.

Mengutip Phil Johnson, Tim Challies menuliskan ciri-ciri siapa itu bisa dilabelkan hyper calvinist yaitu:

1. Menyangkal bahwa Injil memanggil semua orang yg mendengar agar percaya.

2. Menyangkal bahwa iman adalah tugas(duty) dari setiap orang berdosa.

3.Menyangkal bahwa Injil menawarkan Kristus,keselamatan,atau belas kasihan kepada ‘non elect’ atau menyangkal bahwa penawaran belas kasihan ilahi itu cuma-cuma dan universal.

4. Menyangkal adanya anugerah umum (common grace).

5. Menyangkal bahwa Allah memiliki kasih bagi yg tidak terpilih (non elect).

Akibat dari lima ciri ini seorang hyper calvinist jadi meremehkan pentingnya penginjilan dan menyimpangkan pesan Injil. Lebih buruk lagi selain tidak ada niat untuk penginjilan(bukan karena takut tapi menganggap penginjilan adalah usaha sia-sia karena semua yg selamat Allah yg pilih bahkan juga yg ke neraka) kalaupun memberitakan injil tanpa melanjutkan panggilan bagi yg mendengar untuk menerima dan percaya Injil (apakah ini penyebab ajaran anti altar call?).

Namun perlu digarisbawahi tidak semua penganut calvinist itu hyper calvinist, banyak yg aktif dalam penginjilan dan memilih single predestinasi bahkan meyakini unlimited atonement,seperti Mark Driscoll, dan  John Piper (double predestinasi, unlimited atonement, continuoist), John Mac Arthur (double predestinasi, limited atonement, cessationist) dll.

 

God bless, Keep Discerning!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.